OUR FOCUS

SET YOUR GOAL!

Sebetulnya, penting nggak sih kita menetapkan rencana untuk sehari, seminggu, sebulan, setahun, dst? Mungkin sebagian dari kita berpikir, “Ah! Hidup gue Tuhan yang tanggunglah!”

Dalam Roma 8:28 tertulis begini, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Dari ayat tadi, kita tahu bahwa Allah adalah Allah yang punya rencana!! Padahal kalau kita berpikir, DIA maha besar, maha tahu, maha kuasa, buat apa punya rencana? Tapi kalau Allah saja punya, kenapa kita enggak?

Selain itu, di Amsal 24:6 tertulis begini, “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.” Jadi perencanaan itu penting karena memampukan kita “berperang” melawan musuh di jaman sekarang, baik itu dari diri sendiri (malas, suka nunda, tidak disiplin, dll), orang lain (pengaruh pergaulan yang buruk, gosip, fitnah, dll) dan juga iblis (pikiran negatif, bimbang, takut, kuatir, tidak percaya Tuhan, dll)

DIMULAI DARI MIMPI

Untuk alasan kuat bahwa mimpi itu gratis, maka bermimpilah terus tentang hal-hal besar! Kenapa harus “besar”? Karena kalau tidak “besar” itu namanya bukan mimpi! Itu sebabnya, sebelum membuat perencanaan, kita kudu punya mimpi, apapun itu! Dan kalau dari Tuhan mimpi itu akan terus tersimpan dalam hati. Jadi daripada tidak bermimpi, mending mulailah bermimpi besarrr.

Ibarat kita sudah tahu mau ke Blok M, kita pun sudah merencanakan akan naik kendaraan umum apa/nomor berapa. Begitu juga dengan mimpi. Waktu kita punya mimpi dan yakin mimpi itu dari Tuhan, dengan gampang kita bisa bikin perencanaan.

Pertanyaan berikut, memang kenapa harus bikin perencanaan? Kalau dari Tuhan, pasti terjadi kan…

Begini, contoh 10 orang punya mimpi, 5 mencatatnya, 5 tidak. Dari 5 yang mencatat, cuma 1 orang yang mengalami “dream comes true”. Kebayang gak, kalau kita punya mimpi, tapi tidak melakukan apa-apa yang mengarah ke mimpi itu… tapi “ngarep” mimpi terjadi? Wong yang mencatat mimpi dan mengarahkan hidupnya mencapai mimpi yang dicatatnya saja hanya 1 dari 5 orang!! Apalagi yang sama sekali tidak membuat perencanaan untuk paling tidak melakukan persiapan mencapai mimpinya?! Jadi… punyailah mimpi (minta Tuhan menaruh mimpiNYA untuk kita capai), catat mimpi kita, dan mulailah membuat perencanaan!

BAGAIMANA CARANYA?

Setelah tahu pentingnya perencanaan, kita harus mulai merencanakan. Nah, tahun 2010 kan sudah tinggal menghitung hari nih, tapi masih belum terlambat kalau kita mulai menyusun apa-apa saja “target hidup” sesuai mimpi kita yang akan kita capai di bulan terakhir 2009 ini. Yuk, langsung kita simak gimana cara membuat perencanaan:

Dari buku Joyce Meyer berjudul “Never Give Up”, kita belajar menetapkan target dengan rumus SMART!

Specific (=Spesifik)

Target yang akan kita capai haruslah spesifik dan seakurat mungkin (baca: jelas dan detil). Contoh, jangan cuma berkata, “Gue mau nurunin berat badan nih!” Tapi bilang begini, “Gue mau turun 5 kg dalam 2 bulan ke depan!”

Measurable (=dapat diduga/diukur)

Target yang susah diukur/dihitung itu pasti sulit dicapai. Jadi, sebelum menetapkan/berencana untuk mencapai sesuatu, lebih baik kita juga berketetapan hati untuk selalu memonitor proses pencapaiannya. Contoh, kalau kita mau mengurangi hutang kartu kredit, kita harus mulai mencatat keluar masuk uang kita, dll. Jadi, apapun yang mau kita capai, berusahalah memonitor prosesnya, entah itu dengan membuat checklist, agenda kerja, grafik, dan lain-lain.

Attainable (=dapat dicapai)

Pastikan target kita itu bisa sungguh-sungguh kita capai. Contoh yang salah, menargetkan melunasi hutang dalam waktu setahun, padahal jumlah hutang kita jauh lebih besar dari penghasilan kita satu tahun. (Ya nggak bisa dong ya..).

Realistic (=realistis)

Sekalipun setiap kita boleh banget punya mimpi yang besar, tapi dalam hal ini, jangan menetapkan target yang terlalu tinggi dan justru membuat kita kuciwa waktu target itu tidak tercapai. Realistis aja! Contoh, belum punya pacar, jangan bilang mau nikah tahun ini…

Timely (=tepat pada waktunya)

Harus ada yang namanya jangka waktu dan tenggat waktu alias deadline! Karena kalau kita menetapkan target tapi tidak menetapkan KAPAN akan kita capai target itu, biasanya sih, kita tidak akan mencapai apapun! Dan kalau target kita memang jangka panjang sifatnya, kita kudu tetap menetapkan target jangka pendeknya, entahkah itu target mingguan, atau bulanan, supaya kita tidak melenceng dari target yang jangka waktunya panjang tadi.

Last but not least, tepat seperti Amsal 16:3 mengajarkan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Jangan pernah lupa bahwa  ada satu otoritas tertinggi atas alam semesta ini, yaitu kuasa TUHAN Yesus! Jadi.. setiap kali menjalankan perencanaan atau melalui proses pencapaian target yang sudah kita tetapkan, berdoalah, berdoalah, berdoalah!! Berkomunikasilah dengan TUHAN setiap kita akan melakukan sesuatu, entahkah itu waktu akan berinvestasi, menabung di bank tertentu, dll.

So, are you ready to set your goal? Siapin agenda, kalender, pena, stabilo, sediakan waktu khusus, untuk mulai bikin goal di tahun 2010!! Yes, yes, yesss!!

Punya mimpi? Dicatet gak? Kenapa?

Esther Esti, Dokter Gigi

Punya. Dicatat… Biar ga lupa & bisa dibaca kalo lagi males, down, kesel, hampir menyerah…

Linda Wangijaya, Akunting

Stp org pst punya atuh….. klo gak pny mgk tuh org dah bosen idup kaleee, hidup tiada harapan….. heheee….

Vera Tobing, Wiraswasta

Punya mimpi. Dulu Punya mimpi. Dulu pernah nyatet, sekarang enggak. Pengen sih nyatet lagi… Nyatet itu buat inget aja pas doa, dibacain satu satu.

Fery GFresh, Pemred Majalah Rohani

Mimpi sih pasti punya. Seharusnya dicatat, secara saya orangnya pelupa. Tapi kenyataannya gak dicatat karena terlalu cuek, hehehe. Kadang kalo lupa kita jadi gak fokus, jadinya bisa teralihkan hal lain yang gak penting.

Acim Suherman, Wiraswasta

Punya, tp rada males catetnya, gak hobi sih, hehehe. Setiap org pasti punya keinginan/mimpi, tp kadang terkubur oleh “ilusi” kenyataan hidup “saat ini” dan kita sdh sulit mendeteksi semangat mimpi itu dlm hidup kita saking dibiarkan lama terkubur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: