I AM IRONMAN

Denny PranoloWaktu masih jadi orang Kristen baru, saya diajar bahwa untuk menjadi kuat dalam Tuhan, saya harus “berlatih”. Jadi saya berdoa berjam-jam, membaca Alkitab sekian pasal setiap hari, berpuasa. Semua dengan tujuan agar menjadi kuat dalam Dia. Tapi kenyataanya biarpun sudah melakukan semua itu, saya tetap saja kalah dalam pencobaan, saya tetap jatuh dalam dosa yang sama. Lalu di mana kekuatannya?

Seiring berjalannya waktu saya belajar bahwa kekuatan saya dalam Tuhan didapat bukan karena usaha — karena saya melatih diri — tapi karena saya tahu posisi saya di dalam Tuhan. “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5). Faktanya di luar Tuhan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Di luar Dia, saya lemah, tidak peduli berapa lama saya berusaha, membangun diri saya, dengan segala macam aktivitas yang saya sebut “latihan rohani”. Kalau saya melakukan “latihan rohani” tapi saya berada di luar Dia, saya tidak bergantung pada-Nya maka semua itu akan sia-sia.

Dengan mengetahui kebenaran ini, seperti ada yang membebaskan saya. Terus terang bukannya saya tidak menikmati “latihan rohani” itu, ya, saya menikmatinya, hanya saja terasa ada beban tersendiri saat melakukannya. Seakan jika saya tidak melakukannya, maka saya sudah berbuat dosa. Tapi waktu saya tahu kekuatan saya bukan hasil “latihan rohani” yang saya lakukan tapi anugerah-Nya, saya bisa merasa lebih bebas.

 

Analogi Ironman

Anda yang pernah menonton film Ironman pasti tahu kalau yang membuat Tony Stark kuat bukan karena dia berlatih dengan keras seperti Batman, atau karena sejak lahir dia punya kekuatan seperti itu, seperti Superman. Yang membuatnya kuat adalah kostum Ironman yang dikenakannya. Tanpa kostum itu, maka Tony Stark tidak ada bedanya dengan orang lain.

Sama halnya dengan kita sebagai orang percaya. Kita tidak bisa menjadi kuat dalam Tuhan karena kita melakukan latihan rohani atau karena kita sejak lahir diberi kekuatan, tapi karena kita mengenakan “kostum Ironman” kita yaitu anugerah Allah. Kita harus sebegitu tergantung dengan anugerah Allah sehingga kita tidak berani pergi ke mana pun tanpa “membawa” anugerah Allah, sama seperti Tony Stark yang selalu menemukan cara agar dia bisa dengan mudah memakai kostum Ironman-nya. Nah kalau di film, Tony Stark bisa menciptakan banyak teknologi agar kostum Ironman-nya selalu mudah diakses, bagaimana dengan kita? Bagaimana caranya agar kita selalu bisa mengenakan “anugerah Allah” pada saat dibutuhkan?

Caranya mudah saja, kita cukup berseru kepada Tuhan. Tidak perlu ritual khusus, atau syarat khusus agar kita bisa menerima anugerah kekuatan-Nya. Selama kita adalah anak-Nya, maka kita punya hak untuk berseru meminta Dia menolong kita. Kalau begitu apakah saya lalu tidak melakukan “latihan rohani” lagi? Tidak, saya tetap melakukannya, tapi kali ini bukan dengan tujuan agar saya menjadi kuat dalam Dia, tapi supaya saya boleh mengenal-Nya, karena sekarang saya tahu sebagai anak Allah, kuasa anugerah-Nya adalah bagian saya, yang bisa saya gunakan kapan saja saya membutuhkannya. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: