Nothing To Hide

And David shepherded them with INTEGRITY OF HEART; with skillful hands he led them. Psalm 78:72.

Sebagai Anak-anak Kerajaan Allah/Anak-anak Terang, maka “kehidupan di Surga” seharusnya tercermin/terpancar/terlihat di dalam diri kita yang tinggal di bumi. Kita menjadi “Suratan Terbuka” yang bisa dibaca dan memberikan gambaran yang jelas mengenai Kerajaan Surga. Salah satu karakter Anak-anak Kerajaan Allah adalah INTEGRITAS. Apa artinya? Integritas adalah karakter manusia yang loyal/setia, jujur, komitmen/pegang janji, dapat dipercaya, ”walk the talk”, disiplin. Orang yang berintegritas tetap melakukan yang benar walaupun ada ancaman/hambatan/resiko (termasuk kerugian) ataupun ada/tidak ada yang melihat/mengawasi. Menjadi Suratan Terbuka, nothing to hide.

Contoh di Alkitab yang memiliki integritas:

Nabi Samuel (I Sam 12:1-7)

Dalam “Pidato Perpisahan” di hadapan seluruh Bangsa Israel, Nabi Samuel berkata: “Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu.”

Jawab Bangsa Israel kepada Nabi Samuel: “Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapa pun.”

Luar biasa ya. Sungguh Nabi Samuel terbukti memiliki kualitas a man of integrity, dia menghidupi apa yang dia katakan. Banyak orang hanya pandai bicara, tapi tidak melakukan apa yang pernah dia bicarakan.

Dia berani “menantang” jika memang kedapatan tidak jujur atau berbuat cela, maka dia akan mengembalikannya. What a responsible man!

Raja Daud (I Sam 19-31)

Di dalam masa-masa sulit sekalipun (saat dikejar untuk dibunuh oleh Raja Saul) Daud tetap menunjukkan integritasnya. Biasanya orang yang dalam masa sulit, lebih gampang/punya kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang tidak berintegritas. (Kalau kepepet ketahuan aslinya, kira-kira begitu). 

Berikut beberapa peristiwa yang memperlihatkan integritasnya: 

Dua kali Daud memiliki kesempatan emas untuk membunuh Raja Saul “lawan/orang yang membuat susah hidupnya” yakni saat Saul membuang hajat, dan saat Saul berbaring tidur di tengah perkemahan. Tetapi dia tidak melakukannya. Daud menunjukkan loyalitas/kesetiaannya, tidak menjamah orang yang “ada di atasnya”.

Daud dan pengikutnya sedang dalam masa pelarian dalam pengejaran Saul, mereka kemungkinan besar mengalami kesulitan untuk memperoleh harta/makanan/minuman untuk bertahan hidup. Tetapi di kitab I Sam 25 dituliskan bahwa Daud & pengikutnya tidak mengambil/merampas ataupun berbuat jahat kepada para gembala dan domba-domba kepunyaan Nabal (seorang kaya di Karmel).

“adapun gembala-gembalamu yang ada pada kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang dari pada mereka selama mereka ada di Karmel” (I Sam 25:8)

Sebaliknya, Daud mengutus orang-orangnya ke Nabal untuk meminta belas kasihan Nabal supaya diberikan makanan untuk bertahan hidup, bukan dengan merampas/berbuat kejahatan.

Kisah lain lagi…

Dalam I Sam 27-29, untuk bertahan dalam pengejaran dari Saul, Daud beserta orangnya melarikan diri ke negeri musuh (orang Filistin), tinggal di Gad, dimana rajanya bernama Akhis bin Maokh. Raja Akhis memuji Daud: “sudah satu dua tahun bersama-sama aku, tanpa kudapati sesuatu kesalahan padanya (I Sam 29:3) juga di I Sam 29:6 dikatakan “Demi Tuhan yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik”.

Sungguh teladan yang sangat baik tentang INTEGRITAS.

Lalu bagaimana dengan aplikasi dalam kehidupan:

INTEGRITAS DALAM KELUARGA

Setia terhadap pasangan (istri/suami), tidak selingkuh dengan PIL/WIL dll.  

Orangtua berintegritas, menjadi Role Model of Integrity, melakukan apa yang kita ajarkan (Walk the talk), menepati apa yg kita janjikan, dll

Anak berintegritas, menghormati orang tuanya, mengerjakan tanggungjawabnya (belajar, membantu menjaga adik, kalau ujian tidak nyontek, dll )

INTEGRITAS DALAM DUNIA KERJA

Karyawan berintegritas, memiliki loyalitas tinggi, tidak korupsi, tidak mark-up biaya, tidak menerima suap, tidak membocorkan rahasia perusahaan, tidak terlambat datang ke kantor, tidak mencuri ide rekan kerjanya. Tetap bekerja dengan baik sekalipun tidak ada yang mengawasi/melihat atau belum ada kenaikan gaji.

Pimpinan berintegritas selalu menepati janji, bukan sebailknya. Contoh, menjanjikan kenaikan gaji, bonus, promosi, namun bulan demi bulan, janji itu tidak pernah ditepati.

Pebisnis berintegritas, memegang teguh janji (Promise Keeper), tidak memberikan barang ”palsu/tidak sesuai pesanan” dengan tujuan memperoleh keuntungan yg lebih tinggi. Menjaga perjanjian bisnis yang telah disepakati, tidak mengingkari/membatalkan sepihak tanpa mengakhiri perjanjian dengan baik baik,dll.

Sebagai profesional, contoh seorang dokter yang berintegritas pasti memegang teguh ”Sumpah Dokternya”, dengan tidak melakukan mal praktek, atau membohongi pasiennya, atau bahkan menolak pasien yang ingin memeriksakan kesehatan hanya karena tidak punya uang.

INTEGRITAS DALAM PELAYANAN

Pelayan Tuhan berintegritas, melayani tanpa pandang bulu (kaya-miskin, cantik-jelek, anak pejabat atau anak penjahat, dll), hidup sesuai dengan apa yang dikhotbahkan/diajarkan, datang melayani tepat waktu, dll.

INTEGRITAS DALAM PERTEMANAN

Teman berintegritas, tidak hanya berteman baik saat keadaan baik/diberkati tapi juga saat susah/sedih dan membutuhkan pertolongan. Bisa menjaga rahasia teman, tidak menjelek-jelekan (gosip) dengan tujuan menjatuhkan/untuk keuntungan pribadi. Kalau janji tepat waktu, dll.

Jika kita hidup dalam integritas, sudah pasti ada timbal baliknya. Salah satunya adalah: mendapatkan keamanan-yang datang dari TUHAN. Orang berintegritas tidak punya apapun untuk disembunyikan. Hidupnya apa adanya. Nothing to hide. Sebaliknya, orang yang tidak berintegritas satu saat akan “kena batunya” dari kebohongan yang dilakukan atau diucapkan.

Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. (Maz 25:21)

“Berkat ada di atas orang benar” (Amsal 10:6)

Milikilah integritas dimanapun TUHAN menempatkan dan apapun posisi/jabatan yang TUHAN percayakan, pastinya TUHAN akan memberikan perkenananNya plus perlindungan dalam seluruh aspek hidup kita! (Lovina Linawati Santoso-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: