MASA DEPAN SUNGGUH ADA?

Denny PranoloKarena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)

Bagi sebagian orang ayat di atas memberi harapan apalagi kalau mereka sedang dalam masalah. Tapi bagi sebagian orang lagi ayat di atas adalah sebuah pertanyaan. Apa benar Tuhan memang yang punya masa depan hidupnya? Kalau memang iya kenapa hidupnya seakan penuh dengan kesusahan saja?

Jadi mana yang benar? Apakah Firman Allah tidak berkuasa bagi sebagian orang? Apakah Allah pilih-pilih orang dalam melaksanakan apa yang ditulisnya di Alkitab? Kenapa bagi sebagian orang Firman Allah itu seperti tidak bekerja? Sepertinya apa yang dikatakan Firman Allah berlalu begitu saja dan tidak ada bukti bahwa yang dikatakannya benar?

Sahabat INSIDE, apa pun cara pandang kita terhadap Alkitab tidak akan mengubah kuasa Firman Allah. Hanya karena kita meragukannya, bukan berarti lalu Firman Allah kehilangan kemampuannya, Firman Allah tetap Firman Allah, dan tetap berkuasa, apa pun cara pandang kita terhadap Firman Allah.

Jadi kalau ada orang yang mengatakan bahwa masa depan itu tidak ada, harapan itu tidak ada, tidak akan mengubah kenyataan bahwa harapan memang ada, dan harapannya tidak akan sia-sia, karena itulah yang dikatakan Firman Allah dan kita tahu Firman Allah tidak pernah berbohong.

Untuk menjawabnya, mari kita lihat sebuah kisah di Perjanjian Baru. Kisah Yesus yang tidak bisa melakukan banyak mukjizat.

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Darimana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:54-58)

Yesus melakukan banyak mukjizat di mana-mana, tapi kenapa di kampung halaman-Nya sendiri Dia tidak melakukan banyak mukjizat? Apakah kuasa-Nya sudah habis? Tidak. Alkitab dengan jelas memberi tahu kita alasannya, yatitu karena ketidakpercayaan orang-orang di sana. Kuasa Yesus tidak terbatas, tapi penerimaan orang-orang di sana terbatas. Itu sebabnya kenapa Dia tidak bisa melakukan banyak mukjizat di Nazaret.

Lalu apa hubungannya dengan masa depan? Hal yang sama dapat terjadi pada kita kalau kita meragukan Firman Allah. Firman Allah tidak berubah apa pun yang kita percayai, tapi apakah kita akan mengalami kuasanya atau tidak, itu tergantung pada kepercayaan kita.

Kalau Firman Allah mengatakan masa depan sungguh ada, maka masa depan itu sungguh ada. Tapi apakah kita akan mengalaminya? Tergantung. Apakah kita mau memercayai Firman Allah itu? Kalau ya, maka ada kemungkinan kita akan mengalaminya. Kalau kita memutuskan untuk tidak percaya? Silakan. Tapi tanggung sendiri akibatnya. Keputusan ada di tangan kita. Apakah kita mau percaya kepada Firman Allah dan mengalami kuasanya? Atau kita mau meragukannya? Pilihlah.

Satu-satunya yang bisa menghalangi kuasa Firman Allah bekerja dalam hidup kita adalah ketidakpercayaan kita. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: