Integritas Iman

Denny PranoloBicara soal integritas, biasanya kita membahas soal memegang janji, atau hidup konsisten, baik ada yang melihat atau tidak. Tapi kita jarang membahas mengenai integritas iman kita. Yang saya maksud dengan integritas iman adalah tetap memegang teguh iman Kristen kita apa pun yang terjadi. Karena kenyataannya mempertahankan integritas iman itu jauh lebih sulit daripada hidup dalam integritas lainnya. Jumlah orang Kristen yang meninggalkan imannya sebenarnya jauh lebih banyak dari yang kita duga, hanya saja jumlah itu tidak terekspos.

Tidak ada orang Kristen yang dengan sengaja akan meninggalkan imannya. Tapi ada banyak orang Kristen yang tanpa sadar, pelan-pelan meninggalkan imannya. Kesibukan, kekecewaan, harapan yang tidak sesuai, semua itu bisa membuat seseorang meninggalkan imannya kepada Kristus.

Ada banyak kisah tentang orang-orang yang awalnya bersemangat mengikut Tuhan waktu masih muda, tapi begitu masuk usia bekerja, menikah, punya anak, pelan tapi pasti kesibukan yang baru pun membuatnya melupakan Tuhan. Sehingga tidak heran kalau di banyak gereja jumlah jemaatnya didominasi oleh pemuda atau mahasiswa, karena biasanya di usia-usia itulah mereka sedang panas-panasnya mengikut Tuhan, dan setelah masuk usia kerja, apalagi kalau mereka sudah menikah dan punya anak, pelan-pelan mereka pun menghilang.

Inilah salah satu aspek integritas yang sering kita lupakan. Kita sering membahas mengenai bagaimana caranya hidup sebagai orang Kristen tapi jarang sekali diajar bagaimana cara mempertahankan iman dan semangat kita di tengah kesibukan yang semakin meningkat. Kita hanya dibekali dengan kata-kata klise, “Kan Tuhan sudah memberi kita hikmat buat mengatur waktu.” Dan kalau kita curhat kepada orang lain mengenai kesibukan dan semangat yang mulai kendor, biasanya kita hanya akan mendapat jawaban: “Semangat dong, lihat si anu. Biar sibuk, tapi masih bisa pelayanan.” Jawaban yang sama sekali tidak membantu, karena kadang yang kita cari adalah orang yang mau mengerti keadaan kita, bukan membandingkan keadaan kita dengan orang lain. 

Memang kesibukan yang semakin meningkat adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dan semakin bertambahnya usia, semakin banyak kesibukan dan tanggung jawab yang harus kita pegang. Dan memang tidak seharusnya semua itu menjauhkan kita dari Tuhan. Hanya saja kenyataannya, banyak sekali orang Kristen yang kalah dengan kesibukannya, keluarganya, dan melupakan Tuhannya. Mulai dari persekutuan pribadi dengan Tuhan yang tidak teratur, semakin lama semakin jarang, hingga akhirnya tidak pernah lagi, lalu mulai jarang ke gereja atau kelompok sel, sampai akhirnya kita benar-benar menghilang dari komunitas rohani.

Tujuan saya menuliskan hal ini adalah agar kita sadar bahwa ada hal yang sangat penting, yang sering kali kita lupakan. Hal yang kita anggap sebagai sebuah kewajaran. Wajar kalau saya sekali-sekali tidak berdoa, tidak ke gereja, toh ini demi masa depan saya, demi anak, demi keluarga. Ya, memang keluarga, anak, masa depan itu penting. Tapi iman kita juga penting. Tuhan juga penting. Bersekutu juga penting.

Saya tidak menuliskan hal ini seakan-akan saya bisa mempertahankan iman saya. Tidak. Saya juga bergumul untuk hal yang sama. Saya tahu ini tidak mudah. Saya hanya ingin Anda tahu, kalau saat ini Anda merasa bergumul untuk mempertahankan iman Anda, you are not alone. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: