Bagaimana Menjadi Orang Fleksibel?

???????????????????????????????Pertanyaan:

Saya seringkali mengalami ‘benturan’ dengan orang yg tidak punya standar sama dengan saya. Saya akan memarahi teman yang datang terlambat padahal sudah sepakat untuk bertemu pada jam tertentu. Dan kalau sudah begitu, saya akan malas mengajaknya lagi pergi bersama, karena akan merusak mood saya. Banyak orang bilang, saya ini ‘kaku’ orangnya. Dan itu saya akui memang benar. Sesuai dengan hasil tes karakter yang saya kirimkan ke INSIDE. Pertanyaan saya, bagaimana agar saya bisa menjadi orang yang lebih lentur/tidak kaku? Tolong sarannya. Terima kasih. (Emma, Jakarta)

Jawaban:

Halo Emma!

Kalau melihat hasil tes kamu, kamu ini orangnya: objective thinker, terlalu banyak berpikir dan menganalisa, cenderung perfeksionis, menyenangi data, tertutup, memendam emosi. Mungkin itu yang membuat Emma terlihat “kaku”.

Emma ini tipe orang yang mengukur orang lain dengan standar yang dimiliki. Dan standarnya bukan memakai perasaan, melainkan logika. Memang bisa salah, tapi lebih obyektif, karena standar itu terkumpul dari data hasil analisa logika. Kelemahannya, Emma sulit bergaul akrab dengan orang yang punya standar berbeda. Seperti yang Emma tulis di atas, soal Emma yang tepat waktu dengan teman yang sering terlambat. Tentunya juga dalam hal lain, akan “sering berbenturan”.

Nah, bagaimana menyikapinya?

Yang pertama, tentunya Emma harus ingat bahwa tidak ada manusia sempurna. Setiap orang berbeda-beda bukan? Pasti. Punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Seperti Emma.

                Kedua, saran saya, Emma belajar fleksibel, meningkatkan daya lentur. Contoh: kalau janjian sama teman yang terlambat, jangan ngomel-ngomel dan lalu berjanji tidak mau lagi pergi dengan dia. “Kapok” istilanya mungkin.

Memiliki standar memang baik, dan prinsip “nggak masuk standar, “CORET”!, akan baik jika diterapkan dalam pekerjaan. Emma cocok jika bekerja menjadi quality control di kantor. Akan tetapi, ketika berhadapan dengan pertemanan/hubungan, saran saya adalah meningkatkan kelenturan/ fleksibel.

Tepat waktu itu baik, Emma tidak perlu menjadi orang lain yang suka terlambat. Tapi bukan berarti Emma memutuskan hubungan pertemanan hanya karena si teman suka terlambat. Emma tidak bisa merubah orang lain seperti yang Emma mau, bukan?

Fleksibel itu tidak sama dengan menurunkan standar. Apa bedanya? Fleksibel itu belajar memahami orang yang berbeda-beda, atau istilahnya understanding and growing in relationship. Untuk growing in relationship, kita harus bertumbuh dalam understanding/pemahaman akan orang lain yang tidak sempurna dan memang diciptakan berbeda dengan kita, sehingga makin dewasa, punya daya lentur menghadapi berbagai macam orang.

Intinya: Lentur itu bisa menyesuaikan diri dengan orang lain dan kondisi yang tidak sesuai harapan. Sedangkan menurunkan standar itu artinya kita berubah menjadi orang lain. Kelenturan ini sangat dibutuhkan dalam networking karena manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial. Dan pastinya akan membuat Emma menjadi pribadi yang jauh lebih menyenangkan! (INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: