WHO ARE YOU? WHO AM I?

Denny PranoloSalah satu pertanyaan yang mesti dijawab sama semua orang adalah “siapa saya?” Ini bukan masalah nama atau identitas kita, tapi masalah cara kita melihat diri kita, apa tujuan hidup kita atau dalam bahasa kerennya kita punya gambar diri yang benar tentang siapa kita.

Bicara soal gambar diri, ada banyak sekali artikel yang membahas tentang bagaimana caranya punya gambar diri yang sehat, bahkan mungkin kita sudah sering mendengarnya. Hampir dalam semua pengajaran harga diri Kristen kita akan menemukan pengajaran bahwa kita harus melihat seperti Kristus melihat diri kita. The question is: bagaimana caranya kita melihat seperti Kristus melihat diri kita?

Ada yang mendaftarkan ayat-ayat tentang siapa kita dalam Kristus, seperti “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5:17), “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef 2:10). Dst.

Tapi apakah dengan membaca ayat-ayat tentang apa kata Alkitab itu sudah cukup? Apa dengan begitu kita sudah punya gambar diri yang sehat? Apa dengan tahu banyak pengajaran tentang gambar diri, kita lalu punya gambar diri yang sehat? Seandainya semua semudah itu …

Kita tahu jawaban dari pertanyaan tadi jelas TIDAK. Tapi entah kenapa kita “hobi” sekali mengulang-ulang pernyataan itu. Kita senang sekali copy paste tulisan tentang gambar diri yang sehat. Tapi pernahkah kita berpikir apakah tulisan itu akan berdampak pada orang yang membacanya? Seandainya gambar diri yang sehat bisa diperoleh dengan mendengarkan pengajaran maka semua orang pasti sudah punya gambar diri yang sehat.

By the way, bukannya saya anti pengajaran tentang gambar diri ya. Pengajaran memang diperlukan supaya kita punya konsep dan dasar yang jelas, tapi yang harus diingat adalah pengajaran saja tidak akan bisa mengubahkan apa-apa. Dibutuhkan pengalaman dengan Kristus untuk mengubahkan kita. Karena itu mari kita jangan jadi orang yang puas dengan punya banyak pengajaran atau tahu banyak pengajaran, tapi mari kita kejar pengalaman dengan Kristusnya.

Dan bagaimana kita bisa mengalami pengalaman yang mengubahkan dengan Kristus itu? Tidak ada seorang pun yang tahu caranya. Bahkan pengajar terbaik sekali pun tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Bahkan pengajaran paling lengkap sekali pun tidak bisa memberi tahu kita caranya. Kenapa? Karena pengalaman itu unik. Pengalaman itu sifatnya pribadi, bukan umum. Kita tidak bisa memformulasikan cara mengalami pengalaman yang mengubahkan dengan Kristus. Allah terlalu besar untuk diformulasikan oleh kita.

Jadi bagaimana caranya kita bisa mengalami pengalaman yang mengubahkan dengan Kristus sehingga kita bisa melihat seperti Allah melihat kita dan bisa punya gambar diri yang sehat? Mulailah dengan hati yang rindu mengalami Dia, bukan metode. Tidak ada metode pasti bagaimana caranya kita bisa mengalami Tuhan. Tapi Tuhan meresponi hati yang merindukan Dia. Datanglah kepada Dia dengan cara apa pun yang kita tahu tapi pastikan hati kita merindukan-Nya. Dia pasti akan meresponi kita.

Merasa tidak punya hati yang merindukan Dia? Kenapa tidak berdoa? “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa” (Yak 4:2b). Masalah yang sering terjadi dengan kita adalah kita terlalu banyak tahu tapi malas melakukan apa yang kita tahu itu. Come on Sahabat INSIDE, jangan puas dengan jadi orang Kristen yang punya banyak pengetahuan, tapi jadilah orang Kristen yang punya banyak pengalaman dengan Dia. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: