I AM PRECIOUS

logo copyGambaran apa yang muncul ketika kita berada di depan kaca dan melihat wajah kita? Sukakah kita dengan manusia yang kita lihat di kaca tersebut? Atau sebaliknya, kita membencinya? Cara kita memandang atau menilai diri kita itulah yang akan menentukan Gambar Diri kita. Dari sini muncul istilah Self Image (Gambar Diri) yang berarti bagaimana seseorang memandang dan menilai dirinya.

Awal mula kita diciptakan tentu serupa dengan Gambar Allah. Tetapi Gambar Diri ini bisa dirusak oleh banyak hal, dimana yang berperan cukup penting adalah media elektronik dan cetak. Contoh: media elektronik akan terus menerus memborbardir penontonnya (lewat berbagai program acara, termasuk iklan!) dengan pemahaman akan gambar diri. Salah satunya adalah pemahaman bahwa wanita akan disebut cantik kalau dia berkulit putih, berhidung tinggi, berambut panjang, berbobot ramping, berperut rata, dll. Dan pria akan disebut gagah kalau dia berbadan kekar, berpostur tegap, berperut ‘six-packs’, terlihat keren, menaiki motor/mobil merek tertentu, menghisap rokok merek tertentu, dll. Selain media, orang terdekat kita, entahkah itu teman sekolah, (bahkan) orangtua, kakak-adik, guru, dan lingkungan sekitar, tidak jarang membuat kita melihat diri ini dengan ‘kacamata’ yang salah.

Padahal, yang sebenarnya adalah:
Setiap kita diciptakan Tuhan sebagai pribadi yang SANGAT BERHARGA. Kelahiran kita dengan latar belakang apapun, bukanlah kelahiran tanpa tujuan atau kebetulan saja. Oh ya? Ya! Yuk kita samasama membaca Kejadian 1:27, yaitu kisah awal ketika ALLAH menciptakan manusia, ciptaan-Nya yang paling hebat:

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah (the image of God) diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”.

“ so God created man in his own image, in the image of God he created him”

Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah (the likeness of God

“When God created man, he made him in the likeness of God” (Kej 5:2)

SANG PENCIPTA
Siapa sih yang menciptakan kita? Jawabnya: Tuhan sendiri, The Supreme Creator. DIA tidak cuma menciptakan kita, tetapi juga seluruh alam semesta! Mungkin kita bertanya, bagaimana dengan bayi tabung? Bukankah itu hasil rekayasa manusia? Penting untuk diingat bahwa, manusia tidak pernah mampu melakukan apapun, TANPA SEIJIN TUHAN. Jadi, sekalipun para dokter dengan keahliannya dianggap “spesialis” dalam “mencipta” bayi tabung, akan tetapi “hasil karyanya” akan berhasil karena CAMPUR TANGAN TUHAN. Tuhanlah yang punya kuasa mencipta. Dan sekalipun kita lahir dan besar dalam keluarga yang menurut kita tidak ideal, percayalah bahwa keberadaan kita di dunia adalah karena maksud dan tujuan dari SANG PENCIPTA AGUNG.

MASTERPIECE OF GOD
Kita ini hasil ciptaan/karya/BUATAN TANGAN TUHAN yang paling hebat. Kenapa disebut hebat? Sebab setiap manusia tidak memiliki kesamaan satu sama lain, sekalipun mereka terlahir kembar, bahkan kembar identik. Sadarlah bahwa kita ini, bukan produk massal/pabrikan yang hasilnya sama/serupa dalam jumlah besar. Melainkan masterpiece-nya Tuhan.

Jadi tidak ada produk gagal, produk second ataupun produk reject. Ini dibuktikan dalam Firman Tuhan di Maz 139:3-4…

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,  menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Muoleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

SERUPA DENGAN ALLAH SANG PENCIPTA
Kita ini serupa dengan Allah (the likeness of God). Diciptakan sesuai BLUE PRINT Allah.  Sama seperti kita dengan Orang Tua jasmani kita, muka/fisik kita ada KEMIRIPAN dengan orang tua (mata sipit, lesung pipit, rambut ‘kriwil’, kulit sawo matang/putih/hitam, dll).  DNA yang mengalir dalam diri kita berasal dari DNA orangtua. Itu sebabnya ada KEMIRIPAN antara kita dengan orang tua. Contoh: orang tua yang berdarah seni, akan memiliki anak yang juga punya darah seni.

Jadi, kita pun sebagai anak dari Bapa yang di Surga, juga mewarisi sifat atau karakter Ilahi. Amin!

Bagaimana TUHAN menganggap kita?

  1. Tuhan mengasihi kita sepenuhnya.
    Yang pasti ada satu pribadi yang mengasihi kita sepenuhnya/seutuhnya, yaitu Pencipta kita, Bapa kita di Surga. Dia mengasihi kita apa adanya. Tidak membeda-bedakan entahkah dari keturunan kerajaan, anak konglomerat no 1 se-Asia, anak juragan tahu, anak tukang sol sepatu. Juara olympiade fisika tingkat dunia, yang bicaranya super cepat atau yang terbata-bata, pemenang ratu sejagat atau gadis desa, dll. Tidak dibedakan. Kalau Tuhan sedemikian mengasihi kita, apakah kita juga mengasihi diri kita sendiri? Apakah kita menerima diri kita sepenuhnya dengan segala keterbatasan, kelebihan dan kekurangan yang kita miliki?   
  1. Tuhan memandang atau menilai kita BERHARGA di mataNya.
    Benda berharga yang bernilai tinggi INSIDE identikkan dengan BERLIAN (DIAMOND). Bentuk dan warna bisa berbeda. Diletakkan di etalase toko atau di tempat sampah sekalipun tidak merubah nilai dari si berlian. Begitu juga emas 24 karat. Sekalipun bentuknya belum beraturan, tetapi tetap dinilai sebagai barang berharga.

    Dan ketika kita tahu betapa berharganya diri kita, maka kita tidak akan mencari-cari/haus akan penghargaan dari orang lain.

Sahabat INSIDE berharga di mata Tuhan, lebih dari Berlian/Emas 24 karat, bahkan Tuhan bilang bahwa kita itu seperti BIJI MATA-nya TUHAN. (“…sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nyaà Zak 2:8)

Kalau Tuhan menghargai kita sedemikian rupa, apakah kita juga menghargai diri sendiri? Banggakah kita dengan diri sendiri? 

Tanamkan di hati bahwa kita ini berharga di mata Tuhan. Masa lalu yang buruk yang pernah kita alami, kegagalan  yang pernah dialami, tidak  merubah pandangan Allah bahwa kita berharga di matanya.  

BANGUN GAMBAR DIRI
Gambar Diri bukan sesuatu yang diwariskan atau ditentukan secara biologis tetapi berkaitan dengan pikiran kita, karena itu Gambar Diri dapat berubah dan berkembang menuju yang positif asal kita mau mengupayakannya.

Dan setelah mau, kita harus belajar untuk:

Berhenti Membandingkan. Mulailah Mengenali Diri Sendiri
Sadarilah bahwa setiap pribadi manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seringkali ketika kita mengagumi seseorang, dan ternyata setelah kita mengenalnya lebih dekat, maka kita akan mendapati bahwa orang yang kita kagumi juga punya kelemahan. Dan amat sangat mungkin, orang itu ternyata mengagumi kita, karena memiliki kelebihan yang tidak ia miliki.

Nah, kalau begitu, daripada sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain, lebih baik sibuk “mengurus” diri sendiri. Dalam arti, mengenali kelebihan, dan semakin meningkatkannya. Juga mengenali kelemahan, dan semakin meminimalisasinya. Jadilah diri sendiri! Dan katakan: I AM PRECIOUS! (Lovina Linawati Santoso-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: