ARE YOU HAPPY?

logo copyIseng-iseng saya googling dengan keyword “kebahagiaan kristen” dan hasilnya adalah banyak artikel yang isinya mirip-mirip, kalau tidak mau dibilang copy paste. Kebahagiaan orang kristen hanya ditemukan dalam Yesus. Membaca artikel-artikel ini membuat saya berpikir, kalau memang benar kebahagiaan Kristen hanya ditemukan dalam Yesus, lalu kenapa banyak orang Kristen yang notabene sudah punya Yesus merasa tidak bahagia? 

Bukan maksud saya untuk menghakimi salah satu pihak – para penulis artikel itu atau orang Kristen yang tidak bahagia–tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Terlepas apakah para penulis artikel di internet itu benar atau salah mengenai teori mereka tentang kebahagiaan orang Kristiani, juga terlepas apakah orang-orang Kristen yang saya kenal tidak bahagia benar-benar orang Kristen sejati atau bukan, saya cuma mau mengingatkan kita semua kalau kebahagiaan adalah sebuah pengalaman bukan pengajaran.

Tidak peduli seberapa bagus dan panjangnya sebuah pengajaran tentang kebahagiaan, kalau itu semua tidak dialami ya sia-sia saja. Ada banyak orang yang bisa menjelaskan panjang lebar tentang kebahagiaan Kristen, plus poin-poinnya, tapi apakah mereka sudah mengalami kebahagiaan itu? Apakah mereka bisa jujur dengan diri mereka sendiri bahwa hidup mereka bahagia seperti yang mereka tulis? Belum tentu.

Jangan jadi orang kristen klise yang bisanya copy paste pengajaran orang tapi jadilah orang Kristen pengalaman. Untuk menulis sebuah pengajaran dan mem-publish­-nya di internet itu mudah. Tapi untuk mengalami apa yang dituliskan di sana, itu lain soal. Dan bicara soal kebahagiaan itu bukan masalah pengajaran tapi masalah pengalaman. Dan bicara soal pengalaman hal itu hanya bisa diberikan oleh Allah sendiri. Tidak ada seorang pun dari kita yang bisa memaksa diri kita untuk mengalami pengalaman bersama Allah. Hanya Allah yang bisa memberikan pengalaman itu pada kita.

“You can never learn that Christ is all you need, until Christ is all you have.” Corrie Ten Boom

Ya, kadang untuk bisa mengalami Kristus sebagai sumber kebahagiaan kita seperti yang bisa kita baca di banyak artikel di internet itu, kita harus berada dalam kondisi di mana kita kehilangan semua sumber kebahagiaan lain dan hanya Kristus yang satu-satunya kita punya. Tapi itu pengalaman yang mengerikan, dan tidak semua orang berani mengalaminya. Tapi itulah harganya kalau kita mau mengalami Kristus sebagai sumber kebahagiaan kita. Pertanyaannya beranikah kita berdoa minta kepada Tuhan agar membawa kita kepada situasi seperti itu? Jangan cuma bisa mengutip apa kata orang “Kristus adalah sumber kebahagiaanku” tapi jadikan itu pengalaman pribadi kita. Berdoalah kepada Tuhan agar pernyataan klise itu menjadi nyata dalam hidup kita dan bayarlah harganya. (Denny Pranolo-INSIDE)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: