Pilihan Bantuan Yang Tepat

Cover Final cropMalam itu, saya nonton kuis di TV. Ada satu peserta yang membuat saya sangat tertarik. Dia seorang pria berperawakan kecil dan terlihat masih terlalu muda alias kurang pengalaman. Orang ini menjawab pertanyaan-pertanyaan awal dengan susah payah.

“Paling-paling dia hanya bisa membawa pulang 3 juta!” kata ayah. Benarkah demikian? Ternyata TIDAK!

Ia memang mengalami kesulitan cukup besar tiap kali menjawab pertanyaan. Tapi pilihannya selalu tepat! Termasuk dalam hal memilih bantuan yang disediakan.

Pilihan bantuan terdiri dari 4, yaitu “Phone A Friend”, “Fifty-fifty”, “Ask the Audience”, dan “Switch Question”. Semuanya disebut “Life Line”. Life Line terakhir hanya akan didapat setelah berhasil melewati “titik aman” pertama. Begitu aturan mainnya.

Bantuan pertama yang dipilihnya adalah “Switch Question”. Waktu dia memilih Life Line itu, saya mulai yakin kalau ia bakal berhasil membawa hadiah lebih dari 3 juta! Mengapa? Kelihatannya dia sudah belajar dari kesalahan-kesalahan peserta sebelumnya.

Menurut saya, Switch Question atau bantuan ganti pertanyaan cuma cara untuk memperpanjang waktu. Karena selama ini pertanyaan pengganti tidak pernah/jarang sekali lebih gampang dibanding pertanyaan sebelumnya. Tapi lain cerita kalau bantuan ini dipakai di awal permainan. Maksud saya, karena baru mulai, pertanyaan yang diajukan juga belum terlalu sulit. Jadi ketika diganti, pertanyaan pengganti kemungkinan besar tidak sesulit pertanyaan di tingkatan-tingkatan berikut. Dan benar! Peserta ini mendapat pertanyaan pengganti yang mampu ia jawab sendiri. Langkah yang tepat!

Bantuan kedua yang dia pilih juga tepat! Untuk menjawab pertanyaan tentang berapa nomor telepon informasi Telkom, ia memilih “ask the audience” alias minta bantuan penonton studio untuk menjawab. Ia yakin sebagian besar penonton pernah menghubungi Pusat Informasi Telkom, walaupun ia belum pernah.

Sampai akhirnya semua “Life Line” hangus, ia berhasil mendapat 50 juta rupiah. Luar biasa! Orang yang diprediksi kalah dalam beberapa menit ternyata justru mengungguli peserta lain di malam itu cuma karena MEMILIH BANTUAN YANG TEPAT!

Saya belajar bahwa manusia dapat terus bertahan dan bahkan tetap maju ketika didera masalah karena ia mencari bantuan yang paling COCOK untuk tiap masalah berbeda!

Nggak pernah dong bawa sepatu yang rusak ke penjahit baju? Atau memperbaiki baju yang robek ke ahli reparasi sepatu? Tentu tidaaakkk!

Dalam 1 Raja-Raja 12:1-24 ada cerita Raja Rehabeam yang masalahnya makin runyam gara-gara meminta nasehat dari orang yang salah.

“Kalau tahu masalahnya akan jadi seperti ini, aku tentu tidak akan bercerai dulu!” kata seorang teman yang mengalami masalah lebih hebat dan bertubi-tubi setelah perceraian. Tapi semua sudah terlambaaatt….

Makanya kalau kita dihadang masalah, DATANGLAH KEPADA ORANG YANG TEPAT dan DENGARKAN MEREKA! Sering kita merasa jauh dari TUHAN atau bahkan malu berdoa karena merasa bersalah. Tapi kita harus ingat bahwa TUHAN masih menyediakan manusia di sekitar yang hidup dalam kebenaran.

Sayang kalau kita justru memilih “bantuan” yang salah! Kita tidak menghampiri TUHAN, orang-orang yang benar pun tidak kita mintai nasehat. Di dalam kungkungan masalah, manusia sulit berpikir jernih. Semuanya keruh. Pandangan pun jadi kabur dan serba abu-abu. Kalau tidak cepat diatasi dengan memilih bantuan yang TEPAT, keputusan kita pasti salah!

Sebagai remaja yang sedang cari jati diri, datang dong ke wadah yang tepat! Berteman dengan teman yang tepat, bukan yang menjerumuskan. Narkoba, free-sex, rokok, pemberontakan dan hal-hal negatif lain banyak dilakukan dan ditemui di kalangan remaja. Seharusnya para remaja tahu kepada siapa ia minta nasehat. Pastinya bukan kepada pergaulan bebas, kesenangan sesaat atau solusi palsu. Hidup masih terlalu panjang untuk disia-siakan.

Sebagai dewasa muda yang masih single, datanglah kepada komunitas yang benar! Dugem ada, clubbing banyak, tetapi yang benar-benar hidup atau kehidupan sejati pun ada! Pilih dan datang kepada orang yang benar!

Buat yang sudah menikah, miliki teman yang sudah menikah juga tetapi hidup dalam kebenaran Firman. Jadi waktu ada masalah rumah tangga, kita tahu kemana melangkahkan kaki untuk minta nasehat.

Terlebih dari itu semua, DATANGLAH KEPADA TUHAN YESUS dalam doa, permohonan dan ucapan syukur tanpa henti. Jangan biarkan masalah menghentikan doa-doa kita.

Masalah bisa bervariasi, tetapi TUHAN pun menyediakan “Life Line” bermacam-macam. Ingat itu!! Jadi, gunakan “Life Line” yang cocok untuk setiap masalah-masalah kita! (Dari Buku God, Me and My Diary)

 

Dapatkan satu buah buku “God, Me and My Diary” SECARA GRATIS (khusus Jabodetabek)! Caranya: LIKE fanspage “BULETIN INSIDE” di FB, lalu informasikan kepada kami nama, alamat dan no HP kamu ke email buletininside@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: