Pak Udin

LorenKisah ini saya tuliskan karena sungguh sukar untuk dilupakan begitu saja. Peristiwa ini terjadi ketika saya sedang merasa sendirian, seolah doa-doa yang saya panjatkan selama ini tidak didengar Tuhan…

Sore itu papa mengatakan kalau besok pagi Pak Udin yang akan mengantarkan saya ke kantor. Saya terkejut mendengarnya. Supir? Sejak kapan papa punya supir? Terakhir kali keluarga kami memiliki seorang supir ketika saya masih duduk di bangku SMP. Dia supir papa dari kantor tempatnya bekerja dulu. Bertahun-tahun yang lalu. Pak Udin namanya.  Ternyata dia kembali bekerja untuk papa.

Jadilah pagi itu saya diantar Pak Udin. Selama perjalanan dari rumah ke kantor, saya memperhatikannya dari kursi belakang tempat saya duduk. Hmm…dia sudah keliatan tua sekarang, tapi masih saja bekerja menjadi supir.

Tiba-tiba Roh Kudus berbicara dalam hati. Kamu merasa seperti Pak Udin kan? S-e-n-d-i-r-i. Kamu sedang merasa sendirian kan, anakKu? Kamu takut hidup sendiri. Kamu pikir Aku tidak peduli denganmu. AnakKu, coba kamu perhatikan baik-baik. Kamu duduk dibelakang bukan saat ini? Kamu tahu kenapa kamu duduk di belakang? Karena kamu anak papamu. A-n-a-k  PAPA(-mu). Bukankah Aku ini, Bapamu? Kenapa kamu kuatir akan hidupmu? Aku ini Bapamu. Aku mengasihimu. Aku tidak pernah melupakanmu.

Ngga tahan rasanya mendengar suara lembut itu terus-menerus berbicara dalam hati saya. Hampir-hampir saya tidak dapat menahan air mata. Pagi itu Tuhan melawat saya. Bapa berbicara kepada saya melalui Pak Udin yang duduk sendirian menyetir di depan.

Ketika mobil mulai memasuki halaman depan kantor, saya cepat-cepat menghapus air mata yang menggantung di kedua pelupuk mata. Buru-buru saya berucap terima kasih kepada Pak Udin dan membuka pintu untuk keluar turun dari mobil.

Pagi itu hati saya lega sekali. Ternyata Tuhan ngga pernah melupakan saya. Dia tahu kegelisahan dan kekuatiran hati saya yang terdalam. Dia peduli, tetap peduli dan selalu peduli. Bapa tidak meninggalkan saya. Tidak pernah. Sekali-kali tidak! Kali ini saya dibuat kagum (lagi). Bapa berbicara melalui pak Udin. Yah…pak Udin… supir PAPA. (Loren Sartika-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: