Muak dengan Kekristenan?

JULI 2013Sobat INSIDE, mungkin ada di antara Anda yang merasa seperti apa yang saya rasakan dulu. Perasaan kesal, putus asa, marah, melihat keadaan orang Kristen yang sepertinya tidak ada bedanya dengan dunia. Mungkin ada di antara Anda yang sudah muak dengan kekristenan karena melihat teladan orang-orang yang menyebut diri mereka Kristen tapi hidup mereka kurang mencerminkan kekristenan mereka.

Beberapa tahun yang lalu saya mengalami perasaan “eneg” dengan kekristenan. Padahal sejak kecil sampai dewasa saya dibesarkan dalam lingkungan Kristen. Dibesarkan di keluarga Kristen, rajin ke gereja, diajar untuk cinta Tuhan, belajar di sekolah Kristen dari SD-kuliah, bahkan setelah lulus pun saya bekerja di lingkungan yang kental dengan nuansa Kristen. Mengajar di sebuah sekolah Katolik, menjadi penerjemah di sebuah lembaga kemanusiaan Kristen, menjadi kontributor di majalah dan buletin Kristen, dan terakhir, menjadi editor di sebuah penerbitan Kristen. Tapi biarpun hampir setengah umur saya habiskan dalam lingkungan yang kental dengan nuansa Kristen, tetap saja saya merasa muak dengan kekristenan. Why? Karena selama bertahun-tahun hidup dalam lingkungan Kristen, saya melihat kemunafikan. Saya melihat orang-orang Kristen yang bukannya melawan arus dunia, tapi malah hidup sesuai arus dunia.

Apa yang saya lihat, kekristenan tidak ada bedanya dengan dunia. Yang membedakan hanyalah labelnya saja. Orang Kristen melabeli diri mereka “Kristen” dan menyebut orang di luar Kristen, “dunia”, tapi tindakannya sama saja. And it really sickens me. Saking muaknya saya bahkan terpikir untuk menjadi orang Kristen KTP saja. Saya sampai berpikir percuma habis-habisan ikut Tuhan kalau keadaannya seperti ini.

Di tengah-tengah keputusasaan itulah saya mendengar Tuhan berkata kepada saya, “Apa kamu lebih baik daripada mereka yang kamu anggap munafik dan jelek itu?” One simple question tapi itu mengubah. Saya disadarkan, siapa saya sehingga berani mengganggap diri saya lebih baik dari saudara-saudara seiman? Saya pun tidak lebih baik dari mereka. Mungkin saya juga sama bahkan lebih parah dari mereka.

Kemudian Tuhan mengingatkan lagi sebuah pengajaran sederhana yang diajarkan pada saya 15-17 tahun lalu. “Kekristenan adalah masalah gaya hidup. Gaya hidup yang lahir dari hubungan dengan Tuhan.” Pada saat itulah saya disadarkan bahwa fokus saya salah. Saya terlalu memperhatikan manusia, sampai lupa bahwa ada yang lebih penting daripada sekadar mengkritik kelemahan orang Kristen lain. Ada yang lebih penting daripada marah dan muak dengan kekristenan. Ada yang lebih penting daripada merasa paling benar di antara semua orang Kristen lain. Dan itu adalah hubungan saya dengan Tuhan.

Kekristenan adalah soal hubungan dengan Tuhan. Bukan soal mengkritik ajaran orang lain, atau mengikuti trend khotbah, atau belajar banyak doktrin. Bahkan kekristenan bukan soal menilai apakah sesama kita hidupnya sudah benar atau belum. Kekristenan adalah soal hubungan dengan Tuhan. Kekristenan adalah antara kita dan Dia.

Sobat INSIDE jangan biarkan perasaan muak, kesal, marah itu menguasai kita dan mengalihkan fokus kita dari membangun hubungan dengan Tuhan. No. Jangan menghakimi orang lain hanya karena mereka tidak hidup sesuai dengan nilai-nilai kekristenan yang kita anut. No. Kita bukan Tuhan. Kita tidak berhak menilai saudara seiman kita. Biarkan Tuhan yang menilai mereka. Bahkan, berhati-hatilah saat kita “berbaik hati” mendoakan saudara-saudara kita yang kita anggap “munafik” karena itu sama saja dengan mengganggap kita lebih baik dari mereka, padahal belum tentu.

Fokuslah dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Itu bagian kita. Bangun hubungan kita dengan Dia sedalam mungkin, sehingga kita peka pada pimpinan-Nya dan hiduplah sesuai dengan arahan-Nya bagi kita. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: