IT TAKES GRACE TO LOVE

AGUSTUS 2013Menulis untuk INSIDE edisi kali ini berat buat saya. Kenapa? Karena saya diberi tema cinta Indonesia. Padahal itu adalah salah satu tema yang menurut saya mengawang-ngawang, bagus untuk ditulis, bagus untuk diucapkan, tapi sulit dilakukan.

Cinta Indonesia? Apakah negeri ini layak dicintai? Dengan banyaknya berita yang tidak baik tentang negeri ini setiap hari di mana-mana, rasanya sulit untuk mencintai negeri ini. Membenci negeri ini mungkin sangat jauh lebih mudah daripada mencintainya. That’s why saya tidak akan menulis tentang bagaimana caranya mencintai negeri ini, ada banyak tulisan lain tentang hal itu. Karena saya yakin pada dasarnya, kita semua tahu bagaimana caranya mencintai Indonesia, tapi pertanyaannya apakah kita mau melakukannya atau tidak.

Tanpa ada perasaan cinta itu, tidak peduli berapa banyak pengetahuan yang kita punya tentang bagaimana caranya mencintai Indonesia, semuanya akan sia-sia saja. It is Love We Need Terlalu sering kita bicara soal how to show we love Indonesia.

Tapi pertanyaan sebenarnya bukan how to show our love to this country. Bagaimana caranya kita mencintai negara ini tapi pertanyaan yang harusnya kita tanyakan adalah how can we fall in love with this country. Bagaimana caranya kita bisa jatuh cinta dengan negara ini. Kalau kita terlalu berfokus pada bagaimana cara menunjukkan cinta kita pada Indonesia tapi kita tidak punya cinta itu sendiri, sama saja bohong. Kita tidak ada bedanya dengan pemain sinetron yang “mencintai” pasangannya di sinetron karena dia diharuskan begitu.

Tapi waktu kita benar-benar jatuh cinta dengan Indonesia, kita tidak perlu lagi semua how to itu karena dengan otomatis kita akan berusaha menunjukkan cinta kita pada negeri ini. Jadi bagaimana caranya kita mencintai negara ini? Ada yang bilang tak kenal maka tak sayang. Coba kenallah Indonesia maka kita akan sayang. Apa begitu? Bukankah setiap hari kita disodori berita yang negatif tentang negara ini? Tentang pemimpinnya? Tentang rakyatnya? Tentang sistemnya? Bagaimana kita bisa mencintai sesuatu yang jelek?

Waktu saya merenungkan hal ini, saya diingatkan tentang Yeremia 29:7, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Saya membayangkan orang Israel di Babel yang menerima surat dari Nabi Yeremia itu, pasti akan mengatakan tidak mungkin. Tidak mungkin mengusahakan kesejahteraan Babel. Negara yang mereka benci. Yang kafir. Yang merusak tanah air mereka. Tidak mungkin berdoa bagi Babel. Tapi itu yang Tuhan minta dari mereka.

Di satu sisi ada kemiripan antara kita dengan orang-orang Israel di Yeremia 29 itu. Kita sama-sama ada di posisi sulit dan mustahil untuk mencintai suatu negara. Negara yang sepertinya tidak ada yang baik-baiknya sama sekali. Negara yang sepertinya lebih baik hancur saja. Tapi perintah Tuhan pada mereka dan bagi kita sama. “Usahakanlah kesejahteraan kotamu. Berdoalah bagi kotamu. Bagi negara di mana kamu berada.”

Bagaimana kita bisa berdoa kalau kita tidak punya cinta untuk negara tersebut?

It Takes Grace to Love

It takes grace to love. Dibutuhkan kasih karunia supaya kita bisa mencintai Indonesia. Karena seperti yang sudah kita lihat, tidak ada yang baik di negara ini yang membuat kita bisa jatuh cinta kepadanya. Yang ada malah hal-hal buruk saja. Secara manusia bila kita disuruh mencintai Indonesia, itu adalah sebuah kemustahilan tingkat tinggi. Sulit sekali mencintai Indonesia kalau setiap hari kita dibombardir dengan berita-berita buruk tentang Indonesia.

Tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kasih karunia-Nya sanggup mengubahkan hati kita yang penuh kepahitan terhadap negara ini menjadi penuh cinta. Kasih karunia-Nya sanggup membuat kita berlutut, menangisi negara ini, dan memohonkan perubahan. Karena itu berhentilah berusaha mencoba mencintai Indonesia dengan usaha kita sendiri dan berserulah kepada-Nya memohon kasih karunia-Nya agar kita bisa mencintai negara ini. (Denny Pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: