GOOD MAN, HARD TO FIND?

JULI 2013Sahabat INSIDE, susahkah menemukan orang baik di jaman sekarang ini? Yang bisa menjawabnya adalah kita sendiri. Dan kita jugalah yang bisa MENJADI JAWABAN atas pertanyaan ini.   

Tuhan berfirman bahwa di akhir zaman ini, kasih KEBANYAKAN ORANG semakin dingin, orang lebih mementingkan dirinya sendiri. Firman Tuhan ini adalah peringatan, supaya kita tidak menjadi sama dengan KEBANYAKAN ORANG. Sebaliknya, kitalah yang menjadi The Good Man!

SEGAMBAR DAN SERUPA DENGAN ALLAH

Sebenarnya, setiap manusia dilahirkan sebagai orang baik, karena diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, akan tetapi kondisi/keadaan atau pilihan hidup atau kehendak bebas yang dianugrahkan Tuhanlah, maka manusia bebas memilih, entahkah melakukan hal baik, maupun yang tidak baik.  

TRUE STORY OF A GOOD MAN

Minggu lalu saya mengantar mama untuk membeli peralatan elektronik. Karena belum tahu jelas lokasinya, saat memasuki jalan yang dituju, kami mulai mencari-cari nomor toko yang memang akan kami datangi. Dan setelah menemukan toko tersebut, saya mencari tempat parkir. Tetapi karena mata saya lalu tertuju kepada seukuran ruang yang cukup luas untuk mobil saya, maka dengan cepat dan bersemangat saya langsung maju dan… bruk! Saya tidak melihat bahwa ternyata roda mobil bagian depan “nyangkut” di selokan.

Dalam kondisi masih kaget, belum sadar dan terpikir bagaimana harus mencari pertolongan, tiba-tiba muncul seorang “bapak” , bertubuh kekar, dengan wajah “sangar” mendekati dan berkata: “Bannya kejeblos Neng!” Kemudian sebelum sempat minta tolong, si bapak udah menyuruh saya kembali masuk ke mobil dan mengikuti aba-abanya sampai akhirnya ban dalam posisi “aman”, sudah keluar dari selokan. Pikir saya, sebagai ucapan terima kasih, saya memberinya sejumlah uang. Tapi ternyata dia menolak. “Wah orangnya baik ya!” kata mama saya.

Satu lagi.

Saya pernah mendatangi sebuah lokasi yang sangat padat, sehingga sulit untuk parkir dalam ruang yang cukup lega. Saat itu saya harus memenuhi janji wawancara kerja. Ketika akan pulang, benar saja, saya “kesulitan” mengeluarkan mobil karena jarak yang sangat dekat dengan mobil depan dan mobil belakang. Saya mulai kebingungan, karena tidak ada petugas parkir. Tiba-tiba saya melihat seorang bapak berjalan keluar dari kantor dimana saya diwawancara. Dan ternyata dia sengaja datang untuk menolong saya supaya bisa keluar. Saya tidak mengenal siapa dia, sampai akhirnya saya diterima bekerja di kantor tersebut. Dia adalah salah satu manager, dan memang terkenal di kantor sebagai ORANG BAIK, suka menolong orang lain bahkan yang tidak dia kenal. Salah satunya: saya!

SIAPAKAH ORANG BAIK?

Kitab Lukas 10:25-37 menceritakan perumpamaan Good Samaritan (orang Samaria yang baik hati). Ceritanya seperti ini…

Ada seorang pria dari Yerusalem yang ingin pulang ke kampung halamannya di Yerikho. Dia membawa uang hasil kerja kerasnya untuk diberikan kepada keluarga dan kerabat dekatnya. Di tengah jalan, dia dirampok habis-habisan, dipukuli sampai babak belur, dan dibiarkan saja tergeletak di tepi, setengah mati. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia sangat berharap ada yang mau menolong. Tapi kenyataannya? Lewatlah seorang imam, yang mungkin cukup terkenal karena sering memberikan ceramah untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Ah! Ternyata dia hanya melewati saja tubuh di pria yang sudah sangat lemah tadi.

Setelah itu lewatlah Pelayan/Hamba Tuhan, seorang Lewi. Apakah si pria akan ditolongnya? Ternyata tidak. Dia hanya melihat, lalu pergi melanjutkan perjalanannya. Setelah itu, lewatlah “orang Samaria”, yang hanyalah seorang “biasa”, yang justru dikiranya tidak akan menolong. Tapi apa yang terjadi? Orang Samaria tadi melihat si pria, lalu timbul belas kasihannya dan ini yang dilakukannya: Dia menghampiri si pria yang sudah sangat lemat tadi, membersihkan luka-lukanya, lalu tanpa menunda waktu, membawa si pria ke Rumah Sakit terdekat untuk segera ditangani. Tidak hanya itu, dia juga memberikan sejumlah uang untuk perawatan si pria, sampai sembuh.

Sebuah perumpamaan yang menyadarkan kita bahwa kebaikan tidak ada hubungannya dengan jabatan/posisi seseorang. Ini juga berarti bahwa kita diminta Tuhan untuk melakukan kebaikan, apapun posisi/jabatan kita di dunia ini.

Pertanyaannya: Adakah kita peduli akan orang lain? Apakah kita mau tahu kesusahan orang lain?

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. (Amsal  3:27)

Ciri-Ciri – GOOD MAN

Orang Baik, berarti orang yang berkarakter baik, bermoral/bermental baik, melakukan hal yang baik, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Satu kali saya mendengar pembicaraan seorang “hairstylist” dengan langganannya. Begini…

Langganan : Pak, si A sekarang tambah maju lho?
Penata Rambut : Oh, dia memang dari dulu orangnya baik.
Langganan : Iya, sudah kaya pun tidak sombong ya!

Ini namanya “karakter” baik. Tidak peduli dalam kondisi apapun, kaya atau miskin, punya jabatan atau tidak, kebaikan orang itu tetap SAMA!

 “Demikian hendaklah terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat PERBUATANMU YANG BAIK dan memuliakan Bapamu yang di surga”. (Matius 5:17) 

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. (Matius 7:12)

Suatu ketika saya menyaksikan Video Pernikahan, dimana si Pengantin Wanita mengatakan kepada Pengantin Pria: “I know that You are A Good Man from how you treat your grandma, your parent, your friends, and others”.

Mari bertanya kepada diri sendiri: “Bagaimana aku memperlakukan orang lain? Apakah sudah baik?” Berlakulah baik kepada diri sendiri dan orang lain. Mulailah dari orang terdekat! Dan jangan jemu-jemu. Kita berbuat baik, bukan untuk mengharapkan balasan, tetapi memang karena kita orang baik. Kebaikan kita diukur ketika kita sudah melakukan yang baik untuk orang lain TANPA PAMRIH alias TULUS! 

Gemakan Kebaikan

Pasti sahabat INSIDE juga pernah/sering mengalami kebaikan dari orang lain. Bahkan di beberapa acara TV, ada banyak orang baik yang rela berbagi harta, ilmu, tenaga, nyawa atau hidup  mereka untuk orang lain yang bahkan tidak punya hubungan kerabat. Hanya saja GONG/Gema Kebaikan itu tidak terlalu “keras” berbunyi atau dipublikasikan. Sebaliknya, berita-berita yang berisi kriminalitaslah yang dijadikan “headline”. Tapi percayalah, banyak orang baik di dunia ini. Dan sahabat INSIDE pasti termasuk di dalamnya. Itu sebabnya GEMAKANLAH KEBAIKAN!

Jadi, marilah kita menjadi JAWABAN atas pertanyaan di atas. And be the Good Man! Lakukanlah yang baik.Tabur Kebaikan. Perlakukan orang lain dengan baik. Good man, hard to fine? No! (Lovina Linawati Santoso – INSIDE)

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Filipi 4:5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: