Say No to Toxic People

MEI 2013

Orang-orang “beracun” atau Toxic People itu seperti apa sih?

1.  Those who encourage your addiction (Mereka yang menjerumuskanmu ke dalam kecanduanmu)

Jim ketagihan obat-obatan. Dia masuk panti rehabilitasi selama setahun, dan sama sekali berhenti mengonsumsi obat terlarang. Setelah 1 tahun dia keluar menjadi orang baru. Tapi  beberapa hari berikutnya, seorang teman lama sesama pengguna narkoba berkunjung ke rumah dan menawarinya shabu. Awalnya, Jim menolak. Tapi dari hari ke hari, Jim terus bertemu dengan teman tersebut. Dalam waktu 3 bulan, Jim kembali kecanduan shabu. Bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Kenapa? Karena seharusnya Jim memilih teman baru. Dia juga harus punya hobi baru, aktivitas baru. Pecandu alkohol, yang ingin berhenti dari kecanduan alkoholnya, dia harus berhenti berteman dengan pecandu alkohol. Begitu juga dengan penjudi, dst.

Banyak orang tidak menggunakan kekuatannya untuk memilih teman. Mereka menerima siapa saja yang menelepon mereka, mengunjungi mereka, dan bermain ke rumah mereka. Ini salah besar. Carilah orang-orang baik dan benar!

 2.  Those who constantly hurt you (Mereka yang terus menerus melukaimu)

Jika pasanganmu adalah “abuser” (=orang yang suka melecehkan), menjauhlah. Bukan maksudnya bercerai, tapi setidaknya jangan tinggal serumah dengannya sampai dia mendapatkan pertolongan dan sembuh dari kebiasaannya melecehkanmu.

Jika pacarmu seorang “abuser”, mengapa terus berdekatan dengannya? Sebaliknya, tinggalkan dia secepatnya pada saat pertama kali dia melakukan pelecehan.

Jika organisasi, gereja, kelompok doa, atau apapun, memanipulasimu, menyedot enerjimu, melecehkanmu, untuk apa terus tinggal di situ? Carilah organisasi lain, gereja lain, dll, yang memberkati dan membuatmu bertumbuh.

Jika rekan bisnismu mencuri, menipu, tidak menghormatimu, menjauhlah dan cari rekan bisnis baru! Ingat: ketika kamu hidup bersama seorang “abuser”, kamu menciptakan rasa sakit yang lebih besar di dalam, dan rasa sakit seperti ini menghasilkan kecanduan-kecanduan lain yang tersembunyi. Waspadai juga beberapa orang yang “abuser”, tapi tidak secara terang-terangan.

3.  Those who control you through force (Mereka yang mengendalikanmu dengan kekuasaan mereka)

Ada beberapa orang yang ingin mengontrol secara halus. Mereka mengintimidasi, mereka lebih besar, lebih kencang suaranya, menakutkan, melecehkan secara halus. Mereka bisa saja suamimu, nenekmu, temanmu, atasanmu. Jangan pernah diintimidasi untuk mau melakukan apa yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan.

4.  Those who control you through manipulation (Mereka yang mengendalikan lewat manipulasi)

Ada lagi pengontrol yang lebih halus, yaitu pemanipulasi. Contohnya: Delila.

Alkitab menuliskan bahwa Simson mencintai Delila, tapi tidak ditulis bahwa Delila mencintai Simson. Sebaliknya bahkan, Delila memperalat Simson. Ingatlah bahwa seorang pengendali adalah pemakai (tukang memperalat). Dan Delila adalah tipe pengendali. Karena dia tahu Simson mencintainya, Delila melihat kesempatan sangat baik untuk menjual Simson kepada bangsanya, Filistin. Dengan rayuan dan rengekannya, Simson jatuh ke tangan bangsa Filistin lewat Delila, lewat “cinta” yang bertepuk sebelah tangan. Menyedihkan.

Tapi yang lebih menyedihkan, Simson tidak pernah sadar bahwa Delila sudah memperalatnya. Karena Simson mencintai Delila, dan dia sangat percaya bahwa Delila juga mencintainya, padahal itu hanya ilusi. Siapakah “Delila-Delila” dalam hidupmu?

5.  Those who pass their responsibilities to you (Mereka yang mengalihkan tanggung jawab yang harus mereka tanggung kepadamu)

Apakah kamu suka meladeni orang-orang yang terus menerus bergantung kepadamu dalam hal keuangan mereka, tempat tinggal mereka, dll? Mereka ibarat parasit manusia. Tipe ini adalah manusia sehat yang menginginkan orang lain bertanggung jawab atas hidupnya, atau dengan kata lain, dia tidak mau bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Jauh dalam lubuk hati, kamu merasa diperalat dan ingin berkata, “Cukup!”, tapi kamu tidak sanggup karena ada perasaan bersalah. Seiring berjalannya waktu, kamu kehilangan batas yang jelas. Kamu berpikir sedang melakukan apa yang baik, padahal tidak demikian. Karena melayani seorang ‘parasit’ membuatmu merasa baik, padahal sesungguhnya tidak. Sebaliknya, kamu sudah menjadi pencuri. Kamu sedang mencuri harga diri orang lain. Bahkan, ketika kamu menanggung konsekuensi atas kesalahan mereka karena tidak mau bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, kamu sudah membuat mereka tetap tinggal dalam kesalahan dan tidak pernah berubah.

Boleh saja menolong orang yang yang sedang dalam keadaan sulit. Tapi berhentilah menolong orang yang memaksa kita mencukupi kebutuhan harian mereka. Jangan berikan ikan, tapi berilah pancingnya. Karena dengan begitu, orang yang kita tolong akan belajar untuk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kelak di kemudian hari.

6.  Those who whine about life and invalidate you (Mereka yang terus mengeluh akan kehidupan dan meremehkanmu)

Ada orang-orang yang terus-menerus negatif, dan mereka menyedot enerjimu. Setelah berbicara dengan mereka, kamu akan merasa seolah langit semakin suram, dunia makin buruk, dan hidup terasa jauh lebih menyedihkan. Tukang mengeluh, mengeluhkan segala sesuatu. Panas, dingin, bosnya, tentang uang, tentang pemerintah, semua dikeluhkan, terus dan terus, tanpa henti.

Tukang mengeluh memang buruk, tapi invalidator (=orang yang suka meremehkan orang lain) jauh lebih buruk. Selain mengeluhkan segala sesuatu, mereka juga ahli mengritikmu. Ketika kamu menceritakan mimpimu, rencanamu, atau ide-idemu, mereka akan berkata, “Kamu? Melakukan itu?” Sambil memutar bola matanya, menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum sinis. Orang-orang yang “sok tahu” ini percaya bahwa mereka sangat mengenalmu dan tahu masa depanmu, lebih dari Tuhan. Di hadapan mereka, engkau akan selalu terlihat kecil. Tambahkan jumlah teman “invalidator”mu, dan kamu akan menemukan orang-orang “kecil” lain yang tunduk kepada “sang penguasa”.

Tukang mengeluh akan mencuri sukacitamu. Invalidator mencuri mimpi-mimpimu. Kalau kamu tidak waspada, mereka akan menginfeksi virus kepadamu dan kamu pun jadi si sinis profesional seperti mereka.

Mereka pecundang. Dan kalau kamu berteman dengan pecundang, carilah teman baru! Maksudnya bukan mencampakkan mereka, hanya saja, jangan bergaul dengan mereka. Melainkan bergaullah dengan orang-orang yang menghormatimu, menginspirasimu, yang memberikan enerji mereka untuk membangun daripada menghancurkan, yang adalah orang-orang yang bersemangat, cakap, dan penuh cinta kasih.

Akhir kata, apakah kamu orang yang “beracun”? Mintalah masukan dari sahabat-sahabatmu dan dengarkan mereka. Kalau mereka menjawab “Ya”, berubahlah! (Diterjemahkan dan diedit oleh INSIDE dari http://www.bosanchez.ph)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: