EXPERIENCE DIFFERENCE

FEB13Sejak dulu, saya selalu tertarik membaca tulisan tentang perbedaan pria-wanita. Tapi ini tidak membuat saya menjadi ahli dalam memahami wanita. Hal ini saya sadari ketika masuk dalam pernikahan. Dari situ saya menyadari perbedaan pria-wanita bukanlah sesuatu yang harus kita tahu tapi sesuatu yang harus kita alami. Bukan berarti kita harus menikah dulu baru bisa memahami perbedaan pria-wanita. Maksud saya adalah seringkali kita terjebak dalam sebuah asumsi bahwa dengan mempelajari perbedaan pria-wanita, kita sudah menjadi ahli dalam memahami lawan jenis kita. I’m sorry but it proves to be wrong. Ada hal-hal yang baru akan kita mengerti setelah kita mengalaminya sendiri.

Pepatah mengatakan “Orang bijak belajar dari pengalaman orang lain”. Betul. Itu sebabnya buku-buku motivasi dan pengembangan diri selalu laris terjual. Karena orang selalu berlomba-lomba ingin belajar dari pengalaman orang lain. Tapi sebenarnya apa yang mereka dapatkan dari “pengalaman orang lain” adalah (lagi-lagi) pengetahuan belaka.  

Hidup bukan sekadar “belajar dari pengalaman orang lain”, tapi “belajar mengalami sendiri”. Hidup bukan hanya sekedar “tahu” tapi “memahami”. Dan hal itu tidak akan bisa kita peroleh hanya dengan “mempelajari pengalaman orang lain”.

Itu sebabnya Abraham harus tetap menyerahkan Ishak, padahal dia bisa belajar dari pengalaman Terah tentang kehilangan anak. Itu sebabnya Ishak harus tetap menipu Abimelekh padahal dia bisa belajar dari pengalaman Abraham tentang kejujuran.

Itu sebabnya Yakub harus tetap dibuat pincang padahal dia bisa belajar dari pengalaman Ishak tentang berserah. Itu sebabnya Yusuf harus tetap dimasukkan ke sumur padahal dia bisa belajar dari pengalaman Yakub tentang jalan Tuhan. Itu sebabnya Musa harus tetap diasingkan di padang gurun selama 40 tahun padahal dia bisa belajar dari pengalaman nenek moyangnya tentang waktu Tuhan. Itu sebabnya Petrus harus tetap dibiarkan menyangkal, padahal dia bisa belajar dari pengalaman Yesus tentang iman yang tidak tergoyahkan.

Karena memang, seperti kata pepatah juga, “pengalaman memang guru yang terbaik”. (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: