SPEAK & DECLARE

LinaSPEAK – Ucapan adalah Doa

Waktu itu, dalam perjalanan pulang dari gereja (saya ikut mobil seorang kakak rohani), sekitar jam 9 malam, tiba-tiba ada mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi  seperti akan menabrak mobil yang kami tumpangi. Secara reflek saya langsung berteriak: “gila tuh supir, nyetir sembarangan!” Beberapa detik kemudian, kakak rohani saya menegur supaya tidak “mendoakan” supir itu menjadi gila. “Kita adalah Anak RAJA, perkataan itu berkuasa. Jadi hati-hati. Ucapan itu seperti Doa” begitu dia menasihati saya. Sejak itulah saya “ngeh” untuk mengucapkan kata-kata yang baik.

Saya jadi lebih berhati-hati dalam berbicara, dan memilih untuk menggunakan kosa kata yang baik (walaupun sesekali masih “terlewat” juga). Saya mulai memilih untuk tidak memanggil orang lain dengan istilah/julukan yang berkonotasi “jelek”. Sebaliknya, saya lebih suka memanggil nama. Contoh: tidak memanggil “si tiang listrik”, “si bonek”, “si sipit”, “si gendut”, “si kuping gajah”, “si kutu loncat”, dll. Karena menurut saya kata-kata itu tidak ada gunanya (sia-sia) dan tidak memberi efek yang baik, untuk orang lain dan secara tidak langsung untuk diri saya sendiri.

Ada kalimat bijak, “If you can not say something nice, better not to say anything”.  Kalo tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang baik, lebih baik diam. Kalo teman-teman lagi saling mencela, saya memilih untuk diam. Saat marah, saya memilih untuk “diam” sebentar, sebelum mulai “ngoceh”. Supaya kata-kata yang keluar lebih terkontrol. Saya juga mengingat ayat dalam Amsal 25:11, “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Selain itu, saya juga belajar untuk sering memberikan kata-kata pujian (secara tulus). Saya selalu percaya bahwa dari perkataannya, seseorang bisa dinilai sebagai dapat dipercaya atau tidak.

Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! Amsal 15:23

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 16:24

DECLARE – Speak to that “mountain”

Dulu mata saya sering bintitan (ada benjolan kecil). Sesuai tradisi nenek moyang, kalo bintitan, maka harus melilitkan benang hitam di jari tangan. Tapi sejak saya percaya kepada Tuhan, saya berdiri di depan kaca sambil “mendeklarasikan”:  “Hai mata, kamu diciptakan Tuhan sempurna, tidak pake bintit-bintit, aku percaya dengan bilur-bilur Yesus, mataku tidak bintitan”. Dan kenyataannya, sudah sejak lama, sampai saat ini, saya tidak pernah bintitan lagi.

Dulu saya sering bisulan, seperti langganan sedang ngantri. Setelah di pantat sembuh, muncul di punggung. Di punggung sembuh, muncul di lengan. Dulu “obatnya” adalah pake “telor kodok” dan saleb bisul. Sampai akhirnya saya mencoba “obat” baru, yaitu “speak to that mountain” (baca: berbicara kepada si bisul): “Darahmu bersih, tidak bisulan!” Puji Tuhan…”mountain” itu tidak muncul lagi sampai saat ini.

Muka saya dulu jerawatan (besar-besar dan ada “isi”-nya), saat dokter mengebor (untuk membuka dan mengeluarkan “isi jerawat”-nya, air mata bercucuran. Sangat sakit, karena kulit muka manusia kan sensitif. Tapi sejak tahu bahwa perkataan berkuasa, sambil ngaca, saya bilang: “Mukamu halus, bersih, kulit muka bagus, tidak berminyak dll”. Sekarang saya tidak jerawatan lagi (walaupun bekas-bekas BOR dari dokter masih terlihat).

Dalam pekerjaan, saya mengalami banyak mujizat. Sebagai pemeriksa pembukuan perusahaan, membuat saya harus menghadapi bermacam-macam “tantangan”. Saat takut/gelisah menghadapi orang-orang yang kurang suka pekerjaannya diperiksa, maka Firman Tuhan ini yang saya deklarasikan: “Do not be afraid of anyone, for judgment belongs to God. Bring me any case too hard for you, and I will hear it”  Deu 1:17

Saat diberi tugas kantor yang rasanya “mustahil”, merapikan pembukuan perusahaan dari tahun-tahun sebelumnya dengan tenaga (hanya berdua) dan waktu yang terbatas. Tidak mungkin sepertinya. Tapi benar Firman Tuhan, “With God, all things are possible”. Suatu pagi, Tuhan “berbicara” dalam hati saya, supaya setiap pagi sebelum berangkat kerja, selama setengah jam (penuh), saya mendeklarasikan Firman Tuhan atau mengatakan hal-hal baik yang saya perlukan/yang saya ingin terjadi supaya pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Saya berkata (mengeluarkan suara): “I can do all things through God who strengthen me. Pertolonganku datangnya dari Tuhan, pencipta langit dan bumi, yang tak terlelap sekejap, tak tertidur sedetik, penjagaku Allah Israel”.

Kenyataannya, kami bisa merapikan pembukuan sesuai waktu yang ditentukan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!  Firman Tuhan berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Orang yang berharap sama Tuhan, tidak dikecewakan”. Saya percaya, hikmat dari Tuhan memampukan saya bekerja cepat dan benar. Keajaiban sungguh terjadi. Kami bisa menyelesaikan tugas bahkan 1 hari lebih cepat dari yang ditetapkan. Sampai Presdir di kantor bertanya seperti tidak percaya, “Sudah selesai?”

“Sudah!” jawab saya (Cat: beliau tidak tahu betapa banyaknya bala tentara malaikat yang menolong saya, hehehe).  

Saat belum mendapat pekerjaan, dan mulai putus pengharapan, Tuhan bicara dalam hati untuk menyanyikan lagu “Lebih dari Pemenang” (padahal kondisi waktu itu, sama sekali tidak ada ciri-ciri seorang pemenang).  Puji Tuhan! Saya mulai bangkit, iman mulai tumbuh. Tidak lama kemudian, saya mendapat pekerjaan. Ada kuasa dalam pujian!

Apapun kondisi, masalah atau tantangan yang kita hadapi, meresponlah dengan kata-kata yang baik/positif. Ucapan adalah doa. Lakukan juga deklarasi (speak to that “mountain”), maka kecaplah dan lihatlah (taste and see) keajaiban demi keajaiban terjadi!! (Lovinalina-INSIDE, Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: