ADAM and the Fact About Him

FEB13Pria itu jelas beda sama wanita, mulai dari yang kelihatan (bentuk tubuh, wajah, tekstur rambut, dll), sampai yang tak terlihat (organ tubuh, cara berpikir, dll). Itu sebabnya, pria dan wanita seringkali tidak bisa saling mengerti. Nah, simak ini deh, supaya kita bisa saling paham satu sama lain…(Cat: pria disini bisa siapa saja yang Tuhan tempatkan di sekeliling kita: ayah, pacar, suami, kakek, guru, dosen, atasan, dll)

#1. Menghormati = Menyayangi

Pernah nggak waktu kita bicara sesuatu sama papa, tiba-tiba dia marah? Atau pernah nggak kita mengatakan satu kalimat yang membuat seorang pria tersinggung? Kalau pernah, saat itulah kita sedang mengusik ”harga diri”nya. Dia sedang menerima ”sinyal” bahwa kita sedang tidak menghormatinya. Marah adalah respon pria ketika dia merasa tidak dihormati.

Penghormatan Tanpa Syarat kepada pria, setara nilainya dengan mencintai tanpa syarat buat wanita. Tanpa peduli apakah pria itu sudah memenuhi pengharapan kita atau belum.

Penghormatan di depan orang lain sangat penting buat pria. Jadi kalau sedang berkumpul dengan teman-teman atau kerabat, bicarakanlah yang baik tentang ayah, suami, pacar, adik laki-laki kita, dll, dan bukan membicarakan kelemahan/kejelekannya. Hal ini akan sangat membahagiakan mereka. Mengapa? Sebab mereka merasa dihormati. Bahkan sekalipun pria itu tidak sedang berkumpul bersama kita, mereka tahu dari sikap teman-teman kita kepada mereka, apa yang sering kita bicarakan tentang mereka.

Bagi kaum Hawa: belajarlah untuk menjaga sikap dan perkataanmu ketika berhadapan dengan kaum pria, yaitu ayah, kakak/adik laki-lakimu, suami, pacar, dll. Intinya: saling menghormati.

#2. Pengakuan adalah segalanya

Ketika kita mengakui kehebatan seseorang? Apa yang kita lakukan? Memuji-mujinya! Begitu juga dalam menghadapi pria. Pujian kita atas kemampuan mereka, sama dengan pengakuan kita betapa mereka sudah menjadi ”seseorang” yang punya nilai lebih dibanding pria lain dalam hidup kita. Dan bagi mereka, pengakuan adalah sangat penting! Segalanya!

Dalam Amsal 7, dituliskan tentang ”jerat” wanita tuna susila yang begitu kuat terhadap pria. Tahukah kita apa yang dilakukan wanita tersebut? Mulut mereka manis. Dengan gampang mereka menghujani pria-pria yang ingin mereka jerat dengan PUJIAN/sanjungan yang berlebihan (bukan semata-mata seks).

Bagi kaum Hawa: berikanlah pujian yang tulus ketika para pria sudah melakukan suatu kebaikan untukmu. Mereka layak mendapatkan pujianmu. Setidaknya ucapkan “terima kasih” sebagai pengakuan bahwa engkau menghargai tindakan mereka.

#3. Menjadi ”Provider” = mengatakan “Aku Cinta Padamu”

Setiap pria punya beban menjadi ”si penyedia”. Itu sebabnya banyak pria menunda pernikahan ketika merasa belum mapan. Sekalipun terlihat nekat, berani menikah walaupun belum punya apa-apa, pria tetap memikul beban ”aku harus memenuhi kebutuhan istri dan anak-anakku”. Karena hal inilah, banyak pria bekerja begitu keras, sampai mengorbankan waktu-waktunya bersama keluarga. Dan di sisi lain, beberapa pria merasa lemah dan sangat tidak dihargai ketika tidak berhasil menjadi penyedia bagi keluarganya. Biasanya ini akan memicu pertengkaran atau keretakan hubungan dalam rumah tangga, dan bahkan perceraian.

Bagi kaum Hawa: setelah mengerti poin 3 ini, belajarlah untuk tidak menuntut banyak harta/kenyamanan dari ayah, suami, pacar, adik laki-laki, tapi sekaligus menuntut waktu kebersamaan dalam porsi yang besar, karena ini membingungkan para pria dan hanya menambahi beban mereka. Sebaliknya berdoalah supaya mereka hidup takut akan Tuhan dan mintalah perkenanan Tuhan buat mereka.

#4. Seks = diinginkan

Kenyataannya adalah, dengan bercinta, seorang pria menjadi percaya bahwa dia diinginkan oleh orang lain, kesepiannya terobati, mendapatkan kekuatan serta kebahagiaan yang ia butuhkan untuk menghadapi dunia dengan penuh percaya diri. Dan tentu saja, seks membuatnya merasa dicintai. Artinya, ia tidak merasa sepenuhnya dicintai tanpa adanya seks.

Tapi ingat, karena hal ini hanya berlaku dalam PERNIKAHAN. Maka seks diluar nikah juga menjadi tanda bahwa seorang pria punya gambar diri yang belum Tuhan pulihkan. Dia merasa kesepian, tidak diinginkan oleh orangtua, tidak dicintai, tidak percaya diri/minder, sehingga dia jatuh dalam dosa seks sebelum menikah (free-sex) dengan banyak wanita, karena berharap mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan dari orangtuanya.

Bagi kaum Hawa: jangan memberikan seks kepada pria yang bukan suamimu, karena itu justru memperburuk masa depan hubunganmu.

#5. Sulit melupakan apa yang mereka lihat

Menurut survey yang INSIDE dapatkan dari buku ”For Women Only” karangan Shaunti Feldhahn, para pria punya ”alat perekam” di kepalanya, yang akan merekam apapun yang mereka lihat dengan baik (terutama tentang wanita), sekaligus memutar kembali rekaman itu, walaupun tanpa dia minta!

Bagi kaum Hawa: berhati-hatilah dengan pakaian yang engkau kenakan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: