Sharing Grace

JAN13Kasih karunia adalah semua yang kita butuhkan dalam hidup kita sehingga kita bisa ada sebagaimana adanya kita sekarang. Dan itu termasuk bakat, karunia, uang, dukungan orang sekitar, promosi, peluang, dll. Tanpa kasih karunia Allah, maka kita tidak akan bisa menikmati hidup seperti yang kita nikmati sekarang. Karena itulah Paulus bisa berkata, “karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang” (1 Korintus 15:10).

Beda Orang, Beda Kasih Karunia
Paulus dalam suratnya banyak berbicara tentang kasih karunia dalam kaitannya dengan kehidupan orang percaya.

Di Roma 12:6 dia berbicara tentang kasih karunia yang berkaitan dengan karunia. Kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita.

Di 1 Korintus 3:10 dia berbicara tentang kasih karunia yang berkaitan dengan kemampuan. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, … sebagai seorang ahli bangunan yang cakap.

Di Galatia 2:9 dia berbicara tentang kasih karunia yang berkaitan dengan panggilan.  kasih karunia … supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka (Yakobus, Kefas dan Yohanes) kepada orang-orang yang bersunat.

Jadi ada kasih karunia yang “berbeda” bagi tiap orang, karena Tuhan menciptakan tiap orang itu unik. Contoh paling jelas bisa kita lihat dalam kehidupan Petrus dan Paulus. Petrus tidak diberi kasih karunia lahir sebagai warga negara Roma atau memiliki latar belakang akademis yang tinggi, tapi dia diberi kasih karunia karakter yang keras, berani, berapi-api dengan tujuan agar dia bisa melayani orang-orang sebangsanya.

Sebaliknya dengan Paulus, yang dari kecil sudah diberi kasih karunia untuk lahir sebagai warga negara Roma, mencicipi pendidikan modern pada masa itu, punya pikiran yang tajam dan kritis dengan tujuan agar Paulus bisa melayani orang-orang di luar bangsanya yang notabene cara berpikirnya beda dengan orang Yahudi.

Jika kita bisa menyadari bahwa apa yang kita punya – orang tua, kewarganegaraan, pendidikan, peluang, bakat – adalah kasih karunia Tuhan buat kita, kita tidak akan lagi iri dan membandingkan diri kita dengan orang lain.

Membagikan Kasih Karunia Kita
Setelah kita mengerti tentang kasih karunia ini, lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama kita memanfaatkan kasih karunia yang kita terima seperti yang dikatakan Paulus, “kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia… aku … bekerja lebih keras (1 Korintus 15:10).

Jika kita diberi kasih karunia untuk bekerja di sebuah perusahaan besar, maksimalkan saat kita ada di sana. Jika kita diberi kasih karunia untuk berbisnis, maksimalkan. Jika kita diberi kasih karunia untuk belajar sampai setinggi-tingginya, manfaatkan. Jangan sia-siakan kasih karunia Allah.

Kedua, bagikan kasih karunia yang kita punya. Bukankah Yesus berkata kita sudah menerima dengan cuma-cuma, jadi kita harus memberikannya lagi dengan cuma-cuma juga? Berikan yang terbaik, sehingga orang yang menerimanya pun diberkati. Intinya, jangan jadi orang yang pelit. Freely you have received, freely you have to give. Share your grace. (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: