You Are What You Eat

NOV 12Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa kata-kata kita berkuasa (Amsal 18:21). Kita mungkin juga sudah diajar untuk berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Bahkan ada istilah dalam bahasa Inggris, “You are what you say” untuk menunjukkan pentingnya kata-kata kita. Memang benar bahwa kata yang kita ucapkan sangat berkuasa, karena itu kita harus berhati-hati dalam menggunakannya.

Apa yang kita katakan bisa jadi membuat kita sukses atau sebaliknya. Jika kita terus mengatakan hal-hal negatif, maka seperti yang Firman Tuhan katakan, kita akan “memakan buahnya” yaitu hal-hal negatif juga. Sebaliknya jika kita terus mengatakan hal-hal positif kita akan “memakan buahnya” yaitu hal-hal positif.

Tapi tahukah kita dari mana asalnya kata-kata positif dan negatif ini? Jawabannya adalah dari hati! Firman Tuhan mengatakan semua yang keluar dari mulut berasal dari hati (Mat. 15:18). Jadi kalau kata-kata kita negatif, berarti hati kita juga negatif. Jika kata-kata kita positif, berarti hati kita pun positif. Apa yang kita keluarkan lewat kata-kata kita adalah cerminan dari isi hati kita.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menjaga hati kita tetap positif sehingga kata-kata kita pun positif dan dengan begitu kita akan menuai hasil yang positif pula?

Ada satu istilah dalam bahasa Inggris yang mengatakan “You are what you eat”. Apa yang kita makan akan membentuk siapa kita. Hal yang sama terjadi dengan hati kita. Apa yang kita “makan” dan masukkan dalam hati akan menentukan keadaan hati kita.

Kita memasukkan banyak hal ke dalam diri kita lewat apa yang kita lihat dan kita dengar. Karena itu kita harus pastikan bahwa apa yang kita lihat dan dengar itu adalah sesuatu yang positif. Jika tidak, bisa dibayangkan bagaimana hasilnya.

Masalahnya, di sekitar kita, banyak hal negatif yang tanpa sadar kita dengar atau lihat dan masuk ke dalam hati. Bisa dibayangkan dalam sehari ada berapa banyak gambar yang tidak pantas yang kita lihat tanpa sengaja, berapa banyak kata-kata tidak pantas yang kita dengar.  Dan semua itu tanpa sadar masuk ke dalam hati kita. Di sinilah pentingnya membersihkan pikiran dan hati kita dengan Firman Allah. Caranya? Dengan membaca dan merenungkan Firman Allah, sehingga hati kita pun dibersihkan dengan kuasa Firman yang menyucikan itu. (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: