SAHABAT BERWAJAH MALAIKAT

JuliantoKasus

Samson 20 tahun (samaran), datang konseling karena merasa terjebak melakukan hubungan sejenis dengan Allex (22 thn). Samson, berasal dari keluarga yang relatif harmonis. Samson sangat disayang papa, mama dan kedua kakak perempuannya. Dia bungsu dan satu-satunya pria.

Menurut Samson, tidak ada niat melakukan hubungan sejenis dengan Allex. Hanya dia merasa terpukul saat harus pertama kali meninggalkan rumah dan kos. Dia merasa kesepian. Biasanya dia akrab banget dan rutin bersenda gurau dengan kakaknya, bahkan masih dikeloni Mama sebelum tidur. Samson dimanjain banget sama Papanya sebagai anak laki satu-satunya. Tiba-tiba semua itu hilang. Sakit, kata Samson. Saya benar-benar kehilangan sentuhan dan perhatian.

Sampai suatu hari Allex (samaran) teman kosnya, suka mengajak dia ngobrol sembari tiduran di ranjangnya. Allex sangat baik dan penuh perhatian. Baik masalah studi hingga soal pelajaran, hingga soal jajan. Allex memang asyik jadi teman curhat bagi Samson. Allex pendengar yang baik, ramah dan sopan. Apalagi Allex studi bidang keagamaan, sekolah teologi. Tapi lama kelamaan Allex mulai meraba-raba bagian vital Samson. Mulanya merasa aneh, tapi Samson tak berkuasa menolak, karena ia menikmati. Maklum usia pancaroba.

Apalagi selama ini Allexlah yang mengerti kebutuhannya. Samson juga pikir, toh tidak ada bahayanya. Lama kelamaan, dia menikmati sampai hubungan itu berlanjut lebih jauh. Akhirnya baru ketahuan dari teman-teman bahwa Allex itu emang gay.

Atas kesadaran sendiri, Samson datang mencari bantuan ke kantor kami dan meminta saran apa yang harus dia lakukan. Di satu sisi dia menikmati, tapi di sisi lain Samson merasakan perasaan bersalah (guilty-feeling). 

Beberapa Pelajaran

Dari kasus Samson ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik.

Pertama, kurang berpengalaman dan lugu.

Biasanya anak muda yang mudah tergelincir dalam pergaulan adalah mereka yang kurang pengalaman. Apalagi terlalu lugu, kurang pengetahuan (didikan) terlalu mudah percaya atau terlalu baik, mudah percaya orang. Juga mereka yang besar kurang kasih sayang disertai harga diri rendah (minder). Mereka menjadi terjebak dengan teman atau sahabat yang nampak sopan dan baik.

Ketika sudah akrab, si sahabat itu mengajak melakukan hal yang salah secara moral, maka si anak muda itu menjadi tak berdaya. Ya, “jebakan” teman berwajah “malaikat” tadi datang tak terduga.

Kedua, pintu kesenangan.

Beberapa godaan bagi kaum muda dalam bergaul bukan dalam wujud kejahatan kriminal seperti mencuri atau membunuh. Tapi justru dalam bentuk bersenang-senang. Have fun!

Awalnya ke cafe, lalu dugem dan mulai diajak (ditraktir) minum alkohol. Sesuatu yang secara SOSIAL dianggap tidak bermasalah (wajar), tapi ujungnya berpotensi merusak.

Ketiga, jebakan narkoba.

Salah satu bentuk kesenangan yang paling umum adalah minum alkohol dan narkoba lainnya.

Ada 4 tahapan pakai narkoba: mulai tahapan hanya coba-coba, sekedar berteman (social users), kecanduan hingga ketergantungan. Tidak pernah seseorang itu langsung jadi pemabuk, tapi mulai dengan dosis rendah.

Dalam hal ini iblis masuk dalam konsep budaya tertentu, kebiasaan yang diterima secara umum. Misal: “Minum alkohol dalam kadar tertentu biasa, dan baik untuk pergaulan”. Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa alkohol semacam anti depresan. Saat dia mengalami tekanan atau stress tertentu maka dia akan terkenang dengan alkohol. Saat stres apalagi depresi maka minum menjadi tidak terkontrol. Iblis merusak anda dengan minuman. Awalnya sekedar jalan unfuk “sahabat”, akhirnya pintu untuk merusak Anda

Sebaiknya, jangan pernah sentuh narkoba (alkohol, dll). Daya tariknya luarbiasa, tapi “gigitannya” spt racun ular berbisa, perlahan tapi mematikan. Adiksi alkohol/narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tapi juga relasi dengan keluarga dan Tuhan, hingga karir dan masa depan”.

Keempat, berkata TIDAK dan pindah LOKASI (lari)

Yusuf adalah salah satu contoh klasik anak muda yang tegar. Dia punya pendirian, takut akan Tuhan. Yusuf tahu benar identitasnya, siapa dirinya. Yusuf tidak mau melukai hati orangtua yang sangat menyayanginya. Itu sebabnya ketika digoda istri Potifar berbuat hal yang tidak senonoh, Yusuf menolak tegas. Meski ada peluang, dia lari dari “cengkeraman” Tante Potifar yang “haus” seks.

Dari pengalaman Yusuf, kita belajar. Meski kita sudah bersikap dan berperilaku baik, ada saja yang mencoba “memanfaatkan” kita untuk kepentingan pribadi orang tertentu. Ada saja teman menawarkan kesenangan, atau apa yang kita “butuhkan”, tapi kesenangan yang bersifat sementara. Tapi Akibatnya membunuh masa depan.

Meskipun dibawah ancaman Potifar, Yusuf memilih masuk penjara demi kesucian hidup dan rancangan Tuhan yang dia sering dengar dari ayah dan ibunya. Juga demi Mimpi yang dia terima saat masih di kampung halamannya. Yusuf dipenjara 13 tahun, jauh dari kesenangan. Intinya PINDAH LOKASI atau lingkungan yang tidak membangun.

Setelah 13 tahun di lokasi yang tidak nyaman (penjara) atas campur tangan Tuhan, Yusuf diangkat menjadi orang kedua di Mesir, negara adidaya saat itu. Perdana Menteri Mesir.

Kita mendapat pelajaran, lebih baik kehilangan sahabat, kesenangan bahkan pekerjaan sekalipun, daripada kehilangan (identias) diri sendiri, integritas pribadi, nama baik keluarga dan Tuhan. Berani pindah lingkungan meski yang baru kurang nyaman, tetapi AMAN. Lebih baik punya 1 sahabat yang membangun daripada punya 1000 teman tapi merusak.

Ingatlah, bahwa Sahabat bisa (cepat) “diciptakan ulang”, tapi kerusakan karena narkoba atau adiksi seks atau alkohol dsbnya, sulit, lama waktunya dan berbiaya sangat mahal. Pekerjaan pun bisa dicari ulang, tapi integritas dan kepercayaan sekali hilang sulit mendapatkannya kembali.

Akhir kata, tubuh kita ini baitNya, sehingga tidak bisa kita gunakan seenak kita sendiri. sebaliknya persembahkanlah, agar tubuh kita dipakaiNYA untuk tujuan yang mulia.

Tulisan ini telah meminta ijin dari penulisnya, Bpk Julianto Simanjuntak. Beliau adalah Pendiri Pelikan, Penulis, dan Pengajar Konseling di STT Jaffray. Twitter: @PeduliKeluarga. Web: www.juliantosimanjuntak.com Ebook: Bagi pengguna Ipad dan Iphone bisa mengunduh Buku Julianto dan Roswitha via www.juliantobooks.mahoni.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: