Tuhan Percaya Kepadamu

Suatu hari aku berbicara dengan seorang atheis. Anak muda ini berkata kepadaku, “Bo, aku tidak percaya kepada Tuhan.”
“Tidak apa-apa,” kataku. “Tuhan masih percaya kepadamu.”
Dia mengangkat alis, tidak mengerti maksudku.

Aku pun lalu bercerita…

Ketika aku masih kecil di sekolah, aku punya seorang guru yang disebut “Monster” oleh teman-teman sekelas. Dia tidak pernah tersenyum. Setiap hari dia masuk kelas dengan memegang penggaris, siap untuk memberi hukuman. Kalau dia marah, kami pikir dia punya taring. Rambutnya juga tebal, kami ingin tahu apakah di balik rambutnya itu ada 2 tanduk. Setiap orang menyebutnya “Monster” karena suka menghukum anak-anak. Kalau kamu bersalah untuk pertama kali, dia akan memaksamu berlutut di atas garam. Kalau kamu bersalah lagi, dia memaksamu berlutut di atas garam sambil memegang buku dengan lengan direntangkan. Kalau kamu layak dihukum berat, dia akan memaksamu duduk di atas gara, membawa buku, dan mengunyah cabe! Hari ini, kamu sebut itu sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap anak-anak. Tapi pada waktu itu, hal ini dianggap sebagai pendisiplinan yang normal di sekolah.

Sekali waktu, ketika dia sedang mengajar, aku membuka laci untuk mengambil pensil. Dia berjalan ke arahku dan memukul tanganku dengan penggaris. “Dengarkan saja! Jangan macam-macam!” teriaknya. Di lain waktu, aku sedang bertanya sesuatu kepada teman, dan dari depan kelas, dia berteriak, “Eugenio, kamu sangat cerewet! Sini!” Aku dan teman yang kuajak bicara disuruh berlutut di atas garam sambil membawa buku. Apakah aku sudah memberitahu pelajaran apa yang dia ajarkan? Pelajaran Agama. Bayangkan, bagaimana pengaruhnya kepadaku tentang gambaran Tuhan.

Maksudku begini…

Darimana Perubahan Itu Datang

Apakah teman-teman sekelasku berubah karena dia? Tidak. Di depannya, kami seperti malaikat kecil. Ketika dia pergi, kami seperti setan kecil. Kami akan berdiri di atas kursi, dan melompat dari satu meja ke meja lain. Tapi waktu aku kelas 4, perusahaan ayah memindahkannya kembali ke Manila. Jadi aku juga pindah sekolah. Ada guru agama baru di sana, yang amat sangat berbeda dibanding yang tadi.

Pertama, dia tersenyum kepada setiap orang. Bahkan hal paling mengagetkan tentang dia adalah, dia memercayai setiap muridnya. Astaga! Dia percaya kepadaku! Bagaimana aku bisa tahu? Di awal tahun sekolah, kami ujian. Dan aku gagal. Ini sering terjadi, sehingga aku tidak terlalu heran. Tapi tidak begitu dengan guruku. Dia mendekatiku, tersenyum, dan berkata, “Eugenio, kamu sangat pintar, aku tahu kamu bisa melakukan yang lebih baik. Ujian lagi!”

Tanpa bisa menjawab, aku mengikuti perintahnya untuk ikut ujian lagi, dan untuk alasan yang jelas, aku berhasil. Karena dia, aku berubah. Aku mulai memercayai diriku. Di tahun itu nilai Agamaku 95.

Perubahan yang permanen, tidak datang dari rasa takut, tapi dari kasih. Ketakutan tidak bisa merubahmu. Tapi cuma kasih yang bisa. Itu sebabnya, Alkitab berkata, Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yoh 4:18)

Banyak orang berpikir bahwa Tuhan itu seperti guru agamaku yang pertama. Tukang marah. Kejam. Tukang hukum. Itu sebabnya beberapa orang menjadi ateis. Tapi ijinkan aku mengumumkan kepada dunia, hari ini, bahwa Tuhan itu seperti guru agamaku yang kedua. Ketika kamu gagal, Dia akan datang kepadamu dan berkata, “Aku percaya kepadamu. Aku percaya akan kebaikanmu. Kamu orang yang mengagumkan! Kamu bisa melakukan yang lebih baik. Ikut ujian lagi!”

Tuhan sangat memercayaimu. Mungkin kamu gagal, tapi Dia percaya kamu bukanlah sebuah kegagalan. Dia akan memberikan kesempatan lagi. Dan lagi. Dan lagi…Jangan cuma percaya kepada Tuhan, tapi percaya juga bahwa Tuhan memercayaimu. Dan ini akan merubah hidupmu selamanya. (Diterjemahkan dari “God Believes In You”, yang ditulis oleh Bo Sanchez, dari http://www.bosanchez.ph)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: