Kehendak Tuhan Tidaklah Penting

Dalam Amsal 25:2 tertulis, “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.”

Sesungguhnya ada lho alasan mengapa dalam situasi tertentu kok rasanya kehendak Tuhan jadi amat sangat sulit untuk kita ketahui. Tidak segampang kita mengenali warna hitam atau putih. Bahkan ada begitu banyak situasi yang membuat kita bingung, apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan. Contoh: siapa yang harus kita pilih sebagai calon teman hidup, universitas mana yang akan kita masuki, siapa yang akan kita nikahi, kemana kita akan pindah, pekerjaan apa yang harus kita ambil. Dan semuanya bukan karena kita tidak berdoa. Kita justru sudah sering berdoa. Ini juga bukan karena kita tidak mau tahu apa kehendak Tuhan. Kita bahkan sangat ingin tahu apa maunya Tuhan.

Tapi seperti tertulis dalam Amsal 25:2, alasannya adalah: karena Tuhan merahasiakannya! Kok bisa?

Bukan karena Tuhan tidak mau kita tahu apa kehendakNya. Dia justru mau kita mengerti, lebih dari kita sendiri. Tapi, di samping itu, Tuhan juga punya alasan lain yang jauh lebih penting dari “sekedar” mengerti kehendakNya. Dia mau kita menemukan DIRINYA, dalam pencarian kita akan kehendakNYA!

Poin terpenting bukanlah kehendakNya, melainkan Tuhan sendiri. DIA ingin agar kita menemukanNya, lebih dari hal-hal penting lain. Pada saat kita mencari Tuhan, mengejarNya, berusaha mengerti kehendakNya, ingatlah dua kebenaran ini:

  1. Tuhan bukanlah jalan pintas untuk kita bisa menikmati kehidupan yang terbaik. Karena DiriNyalah yang terbaik itu.
  2. Tuhan tidak ingin memberikan kepada kita tuntunanNya untuk hidup kita. karena DiriNyalah Sang Penuntun itu.

Kemungkinan paling mengerikan dalam hidup kita bukanlah salah mengerti kehendak Tuhan. Justru yang menakutkan adalah ketika kita mengerti apa kehendakNya dalam hidup kita, tapi dalam proses pencarian kehendak Tuhan, ternyata kita tidak berhasil mengenal Tuhan secara pribadi. Contoh: bisa saja kita memilih teman hidup yang tepat sesuai kehendak Tuhan, tapi kita kehilangan kasih mula-mula kita kepada Tuhan. Bisa saja kita menemukan karir yang tepat, tetapi lalu kita menjadikan karir itu “tuhan” kita (menggantikan Tuhan).

Inilah alasan mengapa Tuhan tidak jelas-jelas memberitahukan apa kehendakNya. Karena pada akhir dari proses kita mencari kehendak Tuhan, DIA ingin kita mengenal “satu hal” yang jauh lebih besar dari hanya mengetahui kita harus melangkah kemana. DIA ingin kita mengenalNya secara pribadi dan bukan dari apa kata orang.

Jadi ketika kita bingung menemukan atau mengenali mana kehendak Tuhan, apa yang harus kita lakukan, kemana kita harus melangkah, percayalah, proses seperti ini justru akan membuat kita semakin mengenal DIA! (Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh INSIDE dari blog Pastor Steven Furtick/Elevation Church)

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea  6:3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: