JADI KANTONG ANGGUR BARU SETIAP SAAT

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya (Matius 9:17)

Biasanya kalau kita baca di atas, kita langsung berpikir tentang suatu kegerakan baru, paradigma baru yang Tuhan bawa dalam kehidupan umat-Nya, atau singkatnya kita mengaitkan “menjadi kantong kulit anggur baru” dengan suatu masa tertentu di mana Tuhan sedang melakukan perubahan. Tapi kenapa kita tidak pernah berpikir bahwa “menjadi kantong kulit anggur baru” bukan bicara soal satu masa tertentu saja, tapi setiap hari kita harus “menjadi kantong kulit anggur baru”.

Anggur di Alkitab digambarkan sebagai lambang berkat atau sesuatu yang Tuhan berikan pada kita. Dan kita digambarkan sebagai kantong kulitnya. Tuhan mau mencurahkan berkat-Nya pada kita. Bahkan, dikatakan anggur dari Tuhan (berkat-Nya) itu selalu baru. Pertanyaannya, apakah kita siap menerimanya atau tidak. Anggur baru harus dimasukkan dalam kantong kulit anggur baru juga. Kalau tidak sia-sialah semuanya.

Kita sering kali mau menerima berkat-Nya, tapi pertanyaannya adalah bukan “Apakah kita mau menerima berkat-Nya” tapi “Apakah kita siap menerima berkat-Nya”.

Dan supaya siap menerima berkat-Nya kita harus “menjadi kantong kulit anggur baru”. Kata “baru” menunjukkan ada perubahan. Kita harus berubah supaya kita bisa menerima berkat-Nya.    

Ok, bicara perubahan memang mudah. Tapi melakukannya sulit. Seringkali kesulitan utama adalah kita tidak mau berubah atau malas berubah. Rasanya lebih mudah menerima keadaan kita saat ini daripada harus berubah. Perubahan membutuhkan usaha dan kita suka malas untuk melakukannya.

Jadi apa itu artinya kita tidak bisa berubah? Apakah kita selamanya akan tetap sama? Apakah itu artinya kita tidak akan pernah “menjadi kantong kulit anggur baru”? Ya dan tidak. Ya, kalau kita mengikuti keinginan kita. Karena secara alami, kita malas berubah, maka bisa dipastikan, kita akan sulit berubah. Tapi  jawabannya bisa jadi tidak, bila kita mengandalkan Tuhan.

Syarat utama perubahan adalah kemauan untuk berubah. Perubahan tidak dimulai dengan tindakan untuk berubah, tapi dengan kemauan untuk berubah. Dan justru kita sering kalah di langkah awal ini. Kita tidak punya cukup kemauan untuk berubah. Lalu apa solusinya?

Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, … Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa (Yakobus 4:2).

Berdoalah. Minta Tuhan memberi kita kemauan untuk berubah itu. Minta Dia memberikan kepada kita hati yang mau “menjadi kantong kulit anggur baru”. Sudahkah kita berdoa dan meminta kepada-Nya? Kalau belum, wajar saja kalau kita tidak mendapatkannya. Kalau sudah, nantikan jawaban doa kita, karena Dia berjanji, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7).”

Tapi janji itu bersyarat. Syaratnya kita harus memastikan bahwa hidup kita penuh dengan firman-Nya, baru apapun yang kita minta akan dikabulkan. Jadi kalau mau dibuat urutannya, cara agar kita bisa berubah adalah:

  1. Kita harus punya kemauan untuk berubah.
  2. Kemauan untuk berubah itu kita dapatkan dari Tuhan dengan cara berdoa dan percaya bahwa Dia akan memberi semua yang kita minta.
  3. Kepercayaan bahwa Dia akan memberi semua yang kita minta, kita dapat karena kita memenuhi diri kita dengan firman-Nya.

 Jadi basic-nya, ujung-ujungnya, in the end, kalau kita mau menjadi “menjadi kantong kulit anggur baru”, kita harus memenuhi diri kita dengan firman-Nya. Waktu firman-Nya memenuhi hidup kita, perubahan itu akan terjadi dari dalam ke luar. (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: