CARA MENEMUKAN TUJUAN HIDUP

Segala sesuatu sangat sulit diprediksi akhir-akhir ini, bukan? Apa yang biasanya gampang dilakukan, ternyata tiba-tiba jadi sulit. Ini membuat kita bertanya “Hidup ini buat apa sih?”, atau “Untuk apa sih aku hidup di dunia?” Banyak orang ketika ditanya, “Kamu hidup untuk apa?” Jawabannya ini: untuk sekolah, lulus, cari kerja, menikah, punya anak, punya keluarga, membesarkan anak-anak, jadi tua dan meninggal dalam damai.

Hmm.. kalau itu tujuannya, bagaimana dengan yang tidak lulus sekolah karena tidak punya biaya? Bagaimana dengan pengangguran yang semakin tinggi, sekalipun sudah punya gelar S1. Di kantor salah satu tim INSIDE, OB baru dari perusahaan outsource ternyata lulusan S1-Manajemen! Bagaimana dengan yang masih lajang padahal umur sudah bikin dirinya ketar-ketir? Bagaimana dengan pasangan yang tidak bisa punya anak? (Sudah menikah pun ternyata tidak menjamin bakal pasti punya keturunan). Bagaimana dengan orang yang tidak punya keluarga? Seperti cerita seorang nenek yang INSIDE temui di angkot, suaminya mati karena kerusuhan Mei 98 di Jakarta. Anak semata wayangnya yang mau sekolah kedokteran jadi stres karena tidak bisa kuliah seperti yang dia impikan, lalu bunuh diri? Si nenek sendirian sekarang. Bagaimana dengan orang yang mati muda karena penyakit? Usianya tidak sampai di atas 45!

Kalau cuma itu tujuan kita hidup, sepertinya banyak dari kita akan menjadi stress karena merasa gagal! Padahal kalau kita mengerti apa TUJUAN HIDUP kita lahir ke dunia, maka apapun keadaan yang INSIDE sebut di atas (enak maupun tidak), tidak bisa menghalangi kita untuk mencapai TUJUAN HIDUP masing-masing!

Apakah tujuan hidup?

Untuk bisa tahu apa tujuan hidup, kita harus mengerti apa artinya! Tujuan hidup itu INSIDE artikan sebagai hal yang berhubungan dengan “fungsi penciptaan” dan bersifat selamanya. Kalau panggilan hidup, lebih erat dengan “status, jabatan, posisi” dan hanya bersifat sementara atau selama kurun waktu tertentu. Contoh, sebut saja Adi. Dia terpanggil sebagai pelajar yang lulus Cum Laude di kampusnya. Mengapa? Karena pada waktu dia “terpanggil”, dia sedang menjalani masa kuliah. Selain pintar, dia juga punya kerinduan untuk menggunakan kepintarannya membantu teman-teman yang kurang mampu dalam hal akademik. Dengan kepintarannya, nama Tuhan dimuliakan. Setelah lulus, tentu saja panggilan Adi berubah. Dia terpanggil untuk bekerja di bidang riset dan menemukan obat untuk menyembuhkan kanker darah. Itu panggilannya. Tapi sebenarnya Adi hanya punya tujuan hidup yang sama di antara kedua panggilan yang berbeda itu, apakah itu…. Baca terus ya!

Semua  diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu

Jaman sekarang, alat komunikasi sudah amat sangat canggih dan bervariasi. Berawal dari telepon yang sangat berat dan tidak bisa dibawa kemana-mana karena harus tersambung dengan kabel. Maka sekarang, sudah ada telepon genggam atau “handphone”. Bahkan saat ini sudah berkembang menjadi “smartphone”. Harga telepon genggam bervariasi. Mulai dari 200 ribuan, sampai berjuta-juta. Bahkan sebuah merk dipatok dengan harga ratusan juta rupiah, karena terbuat dari bahan-bahan sangat mahal.

Tapi terlepas dari faktor harga dan kecanggihan, TUJUAN sebuah alat komunikasi diciptakan adalah: untuk berkomunikasi jarak jauh. Titik. Mau yang harganya 200ribu, atau jutaan, semua bisa dipakai untuk menelepon. Nah! Begitu juga dengan manusia. Kita diciptakan Tuhan untuk TUJUAN tertentu. Tanpa batasan harus lahir di keluarga mana, punya temperamen seperti apa, latar belakang pendidikan tinggi atau tidak sekolah sama sekali, anak yang diinginkan ataupun tidak, hasil cinta atau karena terpaksa, dll.

Dan, kalau kita mengerti dan paham betul apa sih TUJUAN HIDUP kita ada di dunia ini, maka kita tidak akan dengan gampang menyesali hidup atau hidup “suka-suka gue”. Ada kebenaran bahwa ternyata manusia bisa meleset dari sasaran. Kalau cuma salah bikin tugas kuliah, risikonya mungkin malu tapi kita toh tetap belajar sesuatu. Namun saat kita salah dalam tujuan hidup; kita akan mempertanggungjawabkannya di hadapan TUHAN pada masa kita masih hidup, atau sudah meninggal.

TUJUAN ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA

Kita tahu bahwa cerita manusia di dunia ini diawali dari penciptaan dalam kitab paling pertama di Alkitab, yaitu Kejadian dan lalu diakhiri dengan Kitab Wahyu.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, BERKUASALAH atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej 1:28)

Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan MEMERINTAH sebagai raja sampai selama-lamanya. (Why 22:5)

Nah! Akhirnya kita sampai pada poin yang paling penting. Apa sih tujuan Allah menciptakan manusia? Yaitu untuk MEMERINTAH dan BERKUASA, menjadi raja; melakukan tugas-tugas raja; artinya jika keadaan kita sekarang tidak sedang dalam posisi memerintah atau berkuasa, hampir bisa dipastikan kita sedang melenceng dari TUJUAN HIDUP yang dirancangkan ALLAH.

Apa yang harus kita lakukan dengan hakekat kita sebagai ciptaan ALLAH yang harus memerintah dan berkuasa?

1.  MEMBANGUN orang lain.

Teladan terbaik adalah YESUS sewaktu di dunia. DIA membangun setiap orang yang ditemuiNya. Buktinya: orang yang sakit, putus pengharapan, letih lesu, tidak bersemangat, berdosa, dalam kondisi paling buruk, menjadi “bangun” dan kembali “hidup”, bahkan hidup sampai maksimal, setelah bertemu denganNYA!

Apakah urusan “membangun” ada hubungannya dengan kondisi fisik, latar belakang pendidikan, keluarga, jumlah harta, dll, yang kita punya? Tentu saja tidak! Kenalkah dengan Nick Vujicic? Seorang yang tidak punya tangan dan kaki. Mendengarkan dia berbicara, kita merasa sangat terbangun, bersemangat kembali, dan sangat “hidup”. Dia telah berkeliling dunia untuk memotivasi orang lain agar mencintai dan menghargai hidupnya sendiri.

Tapi itu tidak instan. Sebelumnya Nick sudah berhasil membangun dirinya sendiri lebih dulu. Dia juga pernah putus asa dan mencoba bunuh diri beberapa kali. Sampai akhirnya dia menemukan tujuan hidupnya dan menjadi seperti sekarang. Luar biasa!

2. MEMUTUSKAN sesuatu.

Beginilah firman TUHAN semesta alam: Pada  waktu  itu  sepuluh  orang  dari  berbagai-bagai bangsa dan bahasa  akan   memegang  kuat-kuat  punca  jubah  seorang  Yahudi  dengan  berkata:  Kami  mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” (Zak 8:23)

Keputusan kita akan sangat ditunggu orang. Jadi putuskanlah sesuatu, dengan benar!

Kesimpulannya: hiduplah untuk membangun. Siapa yang harus kita bangun? Diri sendiri dan orang lain di sekitar kita! Mulailah dari orang terdekat. Berpikirlah selalu sebelum berkata-kata atau berbuat. Apakah perkataan/perbuatanku membangun orang lain? Ada kalanya atau sering kita tidak membangun. Tapi percayalah, kita hidup dicipta Tuhan untuk membangun, jadi pasti bisa! Hanya saja kita kurang berlatih. Ketika kita melihat perubahan dalam diri atau orang lain yang terbangun semangat hidupnya karena kita, maka kita sudah memenuhi TUJUAN hidup kita. Dan dampaknya adalah: kita akan hidup dalam kebaikan dan kebenaran Tuhan. Apapun yang kita lakukan pasti berhasil. Akan banyak pintu-pintu tertutup yang Tuhan buka (contoh: karena kita suka membangun orang lain, maka orang lain yang merasa sangat beruntung memiliki teman/saudara seperti kita, tidak akan segan membantu ketika kita sedang dalam masalah. Dan contoh-contoh lain.)

Hiduplah dengan keputusan yang benar! Mulai dengan memutuskan untuk diri sendiri. Lalu ketika kita mulai dicari orang, ditanyai pendapat/masukan tentang keputusan yang harus dia buat, kita akan bisa membantu (memutuskan) secara tepat!

Jadi, tunggu apalagi? Semangaaaattt!!! Hidupi hidupmu dan capailah TUJUANMU!! (Liem Po Han, Erna Liem-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: