Apakah Pengalaman Imanmu?

Apa yang membedakan Daud dan Saul ketika berhadapan dengan Goliat?

Pengalaman Iman yang Sama

Ketika Saul melihat Goliat, responsnya adalah “sangat ketakutan” (1 Samuel 17:11). Sebaliknya, respons Daud adalah “kita tak perlu takut kepada orang Filistin itu!” (1 Samuel 17:32). Berbeda sekali, bukan? Kenapa bisa begitu? Karena Daud mendasarkan jawabannya pada pengalaman imannya, sedang Saul mendasarkan jawabannya pada apa yang ada di depan matanya.

Perhatikan jawaban Daud, “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. … TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” ( 1 Samuel 17:34-37).

Daud punya pengalaman iman bersama Tuhan mengalahkan “musuh” (singa dan beruang) dan pengalaman iman itu yang dia jadikan dasar untuk menantang Goliat. Dia tidak melihat apa yang ada di depan matanya, tapi dia melihat ke belakang, kepada apa yang pernah dia alami bersama Tuhan dan percaya kalau Tuhan yang dulu pernah menolongnya lepas dari singa dan beruang, akan bisa melepaskan dia juga dari Goliat.

Sebaliknya dengan Saul, dia melihat apa yang ada di depan matanya. Padahal kalau kita lihat di pasal-pasal sebelumnya, Saul juga punya pengalaman iman dengan Tuhan melawan musuh, bahkan lebih hebat daripada Daud. Tapi dia tidak melihat kepada pengalaman imannya, malah dia melihat apa yang di depan matanya dan menjadi takut.

Apa Pengalaman Iman Kita?

Sobat INSIDE, apakah saat ini kita juga sedang menghadapi “musuh” di depan kita? Entah itu masalah keuangan, masalah pekerjaan, masalah hubungan dan segudang masalah lainnya. Ingatlah Daud. Dia tidak memandang apa yang ada di depannya, dia memandang ke belakang, kepada apa yang telah Allah kerjakan dalam hidupnya.

Saat ini, kalau kita sedang melihat masalah dan masalah di depan kita dan menjadi ciut dan merasa tidak ada jalan keluarnya, lihatlah ke belakang. Kepada pengalaman iman kita dengan Allah. Kepada perbuatan-perbuatan ajaib yang Tuhan pernah lakukan dalam hidup kita. Dan ingatkan diri kita sendiri, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” (Ibrani 13:8) dan karena Dia tetap sama, maka apa yang Dia pernah lakukan dulu, perbuatan-perbuatan ajaib, mukjizat, bisa Dia lakukan juga sekarang.

Tapi Saya Tidak Punya Pengalaman Iman yang Luar Biasa

Tidak masalah kalau Anda tidak punya pengalaman iman yang sepertinya “wow”. Yang perlu Anda lakukan cuma mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Keajaiban-keajaiban “kecil” yang tidak terduga. Itu juga sudah cukup. Yesus, yang sama yang membuat keajaiban-keajaiban “kecil” itu dulu, bisa melakukannya sekarang. Yang kita perlu lakukan hanya mengingatnya kembali.

Atau Anda bisa membuka Alkitab Anda dan membaca kisah-kisah ajaib yang Tuhan lakukan dulu. Dan katakan pada diri Anda, “Tuhan yang sama yang membuat keajaiban ini, adalah Tuhan yang sama. Dan Dia mampu membuat keajaiban sekarang.” Intinya, saat Anda menghadapi masalah, jangan mau dibuat keder dengan masalah. Ingatlah Allah yang dulu pernah membuat mukjizat di Alkitab dan dalam hidup Anda, masih bisa membuat mukjizat yang sama hari ini, apapun keadaan Anda! (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: