Seberapa Besar Kamu Mencintai Dirimu?

Dosa adalah tiruan dari cinta. (kenikmatan dosa itu versi bajakannya kenikmatan yang kita dapat dari dicintai) dengan memiliki yang asli, dan memuaskan kebutuhan terdalammu akan cinta, dosa akan kehilangan hasrat untuk dipenuhi.

Teguhkan “Alasan”mu

Dalam Ibrani 12:4 tertulis: “Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah”.

Apakah kamu bersedia mati demi melawan pencobaan? Banyak orang tidak rela mati. Perjuangan kita tidak cukup. Itu sebabnya kita kalah. Mengapa? Karena kita tidak punya alasannya. Tidak ada tenaga, tidak ada semangat, tidak ada perjuangan! Kalau kamu tidak mencintai dirimu sendiri, kamu tidak akan berjuang. Kalau kamu tidak mencintai kebebasanmu, kamu tidak akan berjuang. Kalau kamu tidak mencintai masa depanmu, kamu tidak akan berjuang. Ada banyak pencobaan di sekitarmu yang bakal menghancurkan hidupmu. Pernikahanmu. Keuanganmu. Kesehatanmu. Damai di hatimu. Akankah kamu berjuang melawannya?

Faktanya: kamu hanya akan berjuang ketika kamu menghargai dirimu sendiri. Itu sebabnya, senjata iblis bukanlah nafsu, keserakahan, kesombongan, tapi penolakan diri sendiri. Inilah Kuda Trojan yang membuka pintu gerbang jiwamu kepada pencobaan. Dan untuk membuang penolakan diri, kamu butuh penerimaan diri. Untuk menjelaskan hal ini, berikut kisah Brad dan Angelina.

Berapa Ekor Sapi Nilaimu?

Di sebuah desa terpencil beratus tahun lalu, hiduplah sekelompok suku dengan adat unik. Untuk menikahi seorang wanita, seorang pria harus memberikan mas kawin kepada ayah dari si wanita yaitu sapi. Sapi itu bernilai tinggi di desa tersebut. Dan berdasarkan adat mereka, pria harus memberikan antara 1 s/d 10 sapi tergantung kecantikan si wanita. Di desa ini, ada seorang pria muda bernama Brad yang jatuh cinta kepada Angelina. Dia ingin menikahinya. Setelah berpacaran selama beberapa bulan, akhirnya dia merencanakan untuk bertemu ayah Angelina.

Di hari bersejarah itu, Brad gugup sekaligus siap. Dengan telapak tangan berkeringat dan lutut gemetar, dia mengetuk pintu rumah Angelina. Seluruh keluarga besarnya, 67 orang memenuhi rumah yang tidak besar. Ibu Angelina membukakan pintu. Sesuai adat, di tengah ruangan tersedia 2 kursi. Ayah Angelina sudah duduk di salah satunya. Lalu dia meminta Brad duduk di sebelahnya.

Brad menelan ludah dan berkata, “Pak, saya meminta ijin untuk meminang Angelina.”

Si ayah mengangguk dan berkata, “Ya, aku merestuimu.” Seluruh keluarga tertawa dan bertepuk tangan. Angelina tersenyum malu. Lalu Brad melemparkan pertanyaan penting selanjutnya, “Pak, apakah kita bisa membicarakan soal mas kawin…”

Mari kujelaskan sedikit. Angelina adalah tipe wanita yang baik, penyayang, manis dan pintar. Tapi, tidak cantik. Matanya terlalu besar. Mulutnya terlalu lebar. Bibirnya terlalu tebal. Itu sebabnya, para wanita di keluarga besarnya, sejak Angelina masih kecil, sepakat bahwa Angelina cuma berharga 1 ekor sapi. Mari kita lanjutkan kisah selanjutnya…

Ayah Angelina berkata, “Aku cuma minta 1 ekor sapi saja. Sambil menggelengkan kepala, Brad berkata dengan suara jelas, “Pak, dengan segala hormat, saya tidak akan memberikan 1 ekor sapi untuk putri Bapak. Dia tidak seharga itu.”

Sang ayah berdiri. Dengan marah, dia berkata, “Anak muda, beraninya engkau menghina keluargaku! Beraninya engkau menghina putriku!”

Sesaat Brad memandang Angelina (yang saat itu terlihat akan menangis), tersenyum, dan berkata, “Pak, untuk putrimu yang cantik, seharusnya aku memberi 10 sapi.”

Sang ayah pun tidak bisa berkata-kata. “Saya…saya.. ehm, tapi…tapi… bagaimana aku mengatakannya. Anak muda, ini tradisi. Apakah itu tidak terlalu banyak?”

Brad tersenyum, “Pak, Angelina tidak cuma cantik. Dialah kecantikan itu sendiri. Dia berharga lebih dari harga tertinggi yang sanggup dibayar oleh pria manapun.”

Dan pesta pernikahan pun dilangsungkan. Pasangan yang berbahagia itu berjalan ke rumah baru mereka. Tahun-tahun pun berlalu, keajaiban terjadi atas Angelina. Penampilan fisiknya berubah. Mukanya menjadi bersinar-sinar. Lebih menarik. Lebih cantik. Dengan segera, dia menjadi wanita paling cantik sedesa.

Mari kuberitahu alasannya…Para wanita di desa itu, seumur hidup mereka, akan membawa “nilai mas kawin” ini dalam pikiran mereka. Mereka akan melihat diri mereka sendiri sesuai jumlah mas kawin yang diterima, bahkan meskipun mereka sudah menikah 20 atau 30 tahun lalu. Dan mereka juga akan terlihat sesuai harga dari mas kawin yang diberikan kepada mereka. Cuma Angelina di desa itu yang berharga 10 ekor sapi. Dan dia pun tersenyum, berbicara, berpakaian, merawat dirinya, seperti istri yang berharga 10 ekor sapi. Dan setiap orang di desa itu melihatnya sebagai wanita yang bernilai sama dengan 10 ekor sapi!

Tingkah Lakumu Lahir Dari Apa Yang Kau Percayai/Yakini

Banyak orang berusaha merubah hidup dengan merubah tingkah lakunya. Biasanya, ini tidak berhasil. Karena kemenangan atau kegagalan terjadi di dalam diri kita. Sekali kamu merubah apa yang kamu percayai/yakini, kamu mengubah tingkah lakumu. Karena tingkah laku bersumber dari keyakinan. Tapi, darimanakah keyakinan itu?

Dari Keyakinan Orang Lain

Keyakinan datang dari keyakinan. Satu-satunya cara untuk bisa meyakini harga dirimu adalah dengan menyaksikan orang lain memercayaimu. Disinilah dibutuhkan peran setiap orangtua. Yaitu untuk berkata kepada anaknya, “Aku sangat memercayaimu.” 

Ketika para orangtua tidak melakukan hal ini, anak-anak akan bertumbuh mencari orang lain yang bisa memercayai mereka. Dan ini penyebab mereka jatuh ke tangan orang/pergaulan yang salah. Kita semua butuh “dibapaki”, aku menyebutnya “pemuridan”. 

Seseorang Memercayaimu!

Brad membayar harga tertinggi untuk Angelina. Kamu seperti Angelina, karena Tuhan sudah membayar harga paling tinggi untukmu. Dia bayar dengan nyawaNya di atas kayu salib. Tuhan menghargaimu sangat tinggi. Sekali kamu mengerti hal ini, kamu tidak akan mau berbuat dosa. Kalau kamu percaya bahwa kamu anak Allah, kamu tidak akan tinggal bersama babi.

Bagaimana Aku Bisa Sembuh

Aku percaya mujizat terjadi ketika seseorang mencintaimu, dan kamu menerima cinta itu. Aku percaya ini, karena ini terjadi padaku. Selama bertahun-tahun, aku membenci diriku. Keyakinan ini berasal dari sebuah trauma yang kualami waktu kecil, ketika aku dilecehkan. Dan semakin memburuk karena keterikatanku terhadap pornografi. Tapi setiap kali aku ketagihan, dan semakin membenci diriku, Tuhan datang dan memelukku. Dia senantiasa berbisik di telingaku, “Aku cinta kepadamu. Aku menerimamu. Aku menikmatimu. Aku bersukacita karenamu.”

Ayat Alkitab yang terus terngiang di hatiku adalah, Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1).

Ketika aku gagal, Dia datang kepadaku dengan senyuman lebar dan berkata, “Aku memercayaimu. Kamu bisa melakukan yang lebih baik.” Tuhan adalah Tuhan yang memberikan kesempatan kedua. Dan ketiga. Dan keempat… 

Hari ini, ijinkan Tuhan mencintaimu. (diterjemahkan oleh INSIDE dari http://www.bosahchez.ph)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: