SETIA DALAM PERKARA KECIL

Sering kali kita mendengar kata “setia”, tapi, sebenarnya apa sih artinya? Setia berarti berpegang teguh (pada janji, pendirian, dsb); patuh; taat. Wow! Jelaslah sekarang bahwa ketika seseorang kedapatan berpegang teguh pada janji atau pendiriannya, ketika dia patuh, dan taat, maka dia dikategorikan sebagai orang yang SETIA. Tuhan Yesus adalah teladan kesetiaan yang sempurna. Kesetiaan-Nya terbukti ketika dia memberikan nyawaNya buat kita. Tuhan berpegang teguh kepada janji-janjiNya, kasih setiaNYA tak berkesudahan!

Bagaimana dengan kita? Dalam hal apa kita harus setia ?

#1 SETIA KEPADA TUHAN

Yang tercermin dalam:

Setia Mengikut/Menyembah Tuhan

Banyak orang meninggalkan Tuhan demi sebuah jabatan, status sosial, pertemanan, pergaulan, pernikahan. Tapi tidak sedikit juga orang yang tetap ikut Tuhan sekalipun rambut di kepalanya sudah memutih karena usia. Ketika kita mengenal siapa Tuhan, dan mengerti betul kesetiaanNYA kepada kita, maka kita akan setia mengikut dan menyembahNYA seumur hidup kita. Oleh sebab itu milikilah pengalaman pribadi bersama Tuhan dalam menjalani hidup yang sudah DIA anugrahkan buat kita.

Setia beribadah ke Gereja

Berikan waktu Sabat-mu, untuk datang beribadah ke Rumah Tuhan, dalam segala keadaan. Baik ketika cuaca baik, ada yang  antar-jemput, ada yang menemani, sedang dalam kelimpahan/kekurangan, sehat/sakit, dll.

Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. (Yos 24:14)

Setia Menaati Perintah/Hukum Tuhan

Dimanakah ketetapan dan peraturan yang dimaksud? Tentu saja, FIRMAN TUHAN (Alkitab). Jangan bersaksi dusta, jangan mengingini barang orang lain, hormatilah ayah dan ibumu, janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala, pergilah jadikan semua bangsa muridku, dst .

Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. (Ul 26:16)

Setia Mengembalikan Perpuluhan

Kita harus setia mengembalikan apa yang menjadi Hak-nya Tuhan.  Maleakhi 3:10

#2 SETIA SEBAGAI “HAMBA”

Antara lain:

Setia Dalam Perkara Kecil

Kecil baik secara Ukuran, maupun Nilai. Mungkin bisnis kita, tidak sebesar bisnis pesaing kita, tetapi tetaplah setia menjalankan bisnis tsb. Mungkin pekerjaan kita bukan seorang Presiden yang memimpin sebuah negara, tetapi kita tetap setia memimpin divisi/cabang yang menjadi tanggung jawab kita.  Dll. Juga kita harus memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup kita sendiri. Bagaimana dipercaya memimpin orang lain, kalo disiplin waktu saja tidak bisa (telat, jam karet)?.  Apapun yang ada di tangan kita untuk dikerjakan, lakukan dengan setia. Tidak perlu iri dengan orang lain yang memiliki lebih besar. Yang penting setia, promosi datangnya dari Tuhan.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose  3:23)

Setia Dalam Melayani Tuhan

Melayani apapun, baik di belakang mimbar, di atas mimbar; mau dilihat/tidak dilihat orang; dipuji/tidak; dihargai/tidak; tetap Melayani Tuhan!! Melayani “domba-domba” yang Tuhan percayakan.  

Setia Dalam Harta Orang Lain

Semua harta orang lain yang diberikan (dipercayakan ke kita untuk dikelola) harus kita jaga dengan setia, seperti harta kita sendiri. Contoh: Mobil kantor, laptop kantor, kas/bank/giro/cek kantor yang  kita pegang, rumah yang kita sewa, dll, peliharalah itu sebaik-baiknya seperti milik sendiri.

Setia Dalam Panggilan

Tidak lari akan panggilan yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita, sekalipun mungkin ada banyak pengorbanan (waktu, dana, airmata, cacian/penolakan orang lain, dll), tapi biar kita Tetap Teguh menghidupi Panggilan Tuhan.

Setia atas Janji

Biar kita menjadi teladan dalam kesetiaan kita dalam menepati janji–janji. Be a Promise Keeper. Berpegang Teguh atas janji yang diucapkan, termasuk Janji Pernikahan: setia sampai maut memisahkan.

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (I Tim 4:6)

Seperti Allah yang kita sembah adalah Setia, biarlah kita menjadi CERMIN kesetiaan Tuhan bagi dunia ini melalui tingkah laku dan perbuatan kita.  Jadilah setia dan tetap setia! Tuhan Yesus memberkati! (Lovina Linawati Santoso-INSIDE)

Lingkungan/pergaulan yang tidak baik: harus dihindari atau harus kita pengaruhi? Opini ya.

Deborah Ferdinanda Lumenta 

Pasti harus dipengaruhi… Tapi tetep menjaga hati menurut ku ya… Krn gak gampang tuk mempengaruhi lho… dan pertanyaannya skrg bgmna kah caranya kita mempengaruhinya? That important point Guys…
Kalo aku sebaiknya kita mempengaruhi dengan memberikan inspirasi lewat hidup kekristenan kita yg sejati… :))

William Harvey 

tergantung kondisi kerohanian seseorang, kalau ngerasa mudah terpengaruh sebaiknya dijauhi. kalau merasa sudah mantap, silahkan dipengaruhi.

Navta Praditya

Aqx c pngen ambil pengaruh, tp lama2 koq malah sebaliknya y.. Hadeech!

Resmi Rosilawaty

Klu bs mempengaruhi.. Tp klu ga bs ya..lebih baik jauhi aja..

Diana Djawa Rambadeta 

Harus dihindari, khan ada dalam firman kalo pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Tapi kalo kita pengen jadi terang, harus bisa seperti Yesus juga, yang deket sama orang2 berdosa tapi buat diinjili dan menjadi pembawa damai buat mereka.Bottom of Form

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: