MENABUR KETIDAKSETIAAN ATAU KESETIAAN?

Waktu saya menulis tulisan ini, di media massa sedang ramai dengan satu isu. Ketidaksetiaan. Saya jadi berpikir kenapa bisa sampai ada ketidaksetiaan? Apa yang menyebabkannya? Dan Tuhan berbaik hati mengingatkan saya kepada firman-Nya di Lukas 16:10. Mereka tidak setia sekarang karena mereka tidak setia dalam perkara kecil dulunya. Firman Tuhan mengatakan dalam Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Kedengarannya sederhana. Sudah sangat familiar. Apalagi kalau kita termasuk golongan orang Kristen yang rajin ke gereja, frasa “setialah dalam perkara kecil” sudah seringkali kita dengar dalam khotbah-khotbah, baik di mimbar besar, atau mimbar kecil di persekutuan, komunitas sel, maupun di buku-buku rohani yang kita baca.

 Tapi seberapa jauh kita sudah melakukannya? Seberapa jauh kita sudah setia dalam perkara kecil? Ingat suatu hari nanti kita akan menuai yang kita tabur. Kalau saat ini kita menabur benih ketidaksetiaan, sekecil apapun itu, kita tetap akan menuai ketidaksetiaan suatu hari nanti.

Menabur dengan Mengingat Masa Depan

Apa yang kita lihat di mediamassaadalah buah dari benih ketidaksetiaan. Kita sebagai orang yang tidak mengalami langsung, dan hanya jadi penonton saja, mungkin merasa miris membaca atau menonton beritanya.

Pasangan suami istri yang sekian puluh tahun menikah, bahkan sudah punya anak, ternyata selingkuh. Anggota band yang sudah dari awal sama-sama membesarkan nama band-nya, tiba-tiba memutuskan keluar dan membuat band sendiri. Koalisi partai politik yang dulu katanya kompak sekarang saling menjatuhkan dan saling menyerang.

Kita tidak perlu mengalami sendiri untuk bisa mengetahui akibat ketidaksetiaan pihak-pihak yang disebutkan di atas. Kita bisa membayangkan bagaimana akibat ketidaksetiaan pasangan suami istri terhadap keluarga besarnya, anak-anaknya, pergaulannya, nama baiknya. Kita bisa membayangkan bagaimana akibat ketidaksetiaan seorang anggota band terhadap teman-teman satu band-nya, terhadap penggemarnya, terhadap perusahaan rekaman. Kita bisa membayangkan bagaimana akibat ketidaksetiaan partai politik terhadap pemerintahan yang sedang berlangsung, terhadap rakyat, terhadap kondisi negara.

Singkatnya, ketidaksetiaan tidak hanya berdampak pada diri kita saja, tapi juga pada orang-orang di sekitar kita.

Karena itu sebelum kita melakukan tindak ketidaksetiaan “kecil”, seperti sedikit mencuri waktu kerja untuk melakukan pekerjaan lain, mencuri sedikit uang kantor, sedikit menyalahgunakan kepercayaan, ingat bagaimana dampaknya di masa depan.

Benih yang kita tabur mungkin kecil. Kita mungkin tidak setia dalam hal kecil. Keciiiiiiilllll sekali bahkan. Sepertinya tidak akan berpengaruh pada kehidupan. Tapi benih sekecil apapun yang kita tabur akan tumbuh menjadi pohon yang besar. Dan kalau sudah begitu, siapa yang rugi? Kita dan orang-orang sekitar.

Putuskan sekarang, apakah kita masih mau menabur benih ketidaksetiaan itu atau kita malah akan menabur benih kesetiaan? (denny pranolo-INSIDE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: