Gambar Diri Saya Dulu

Saya dibesarkan dalam keluarga di mana ayah saya sangat sangat pendiam, sementara ibu saya sangat-sangat dominan. Hal ini membuat saya bertumbuh menjadi pribadi yang  pasif, childish, dan tidak bisa memimpin layaknya seorang pria. Tidak punya yang namanya “inisiatif”. Saya tidak pernah jadi orang yang mengajukan diri atau memulai sesuatu yang baru. Saya selalu menunggu seseorang menyuruh saya atau ada orang lain duluan memulai baru saya ikut. Saya takut dengan yang namanya tanggung jawab karena takut salah, dan gagal. Saya tidak mau disalahkan kalau terjadi kegagalan.

Selama bertahun-tahun saya menyalahkan ayah karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik sebagai kepala keluarga. Kenapa dia harus membiarkan ibu saya yang memimpin? Kenapa dia tidak memberi saya teladan bagaimana harusnya menjadi seorang pria?

Keadaan ini mencapai puncaknya ketika saya menjalin hubungan dengan seorang wanita dan berencana menikah. Sifat saya yang terlalu pasif, tidak bisa memimpin menimbulkan masalah. Bayangkan saja bagaimana jadinya kalau dalam sebuah hubungan, selalu pihak wanita yang aktif dan prianya cuma menjawab, “Ok.” “Terserah saja.” Bagaimana bisa pria seperti itu masuk dalam pernikahan? Bagaimana bisa pria seperti itu menjadi kepala keluarga?

 Saya sadar saya harus berubah. Tapi bagaimana caranya? Gambar diri saya sudah terlampau hancur. Saya tidak bisa melihat diri saya sebagai seorang pria yang memimpin. Saya melihat diri saya sebagai pria yang pasif. Saya terbiasa dipimpin dan bukan memimpin. Saya berusaha berubah dengan berusaha menguat-nguatkan diri saya, berusaha berinisiatif. Tapi gagal, karena yang saya rubah adalah tampilan luar, bukan diri saya yang ada di dalam.

Berkat anugerah Tuhan, saya bertemu seorang hamba Tuhan yang mengajarkan saya bagaimana caranya membentuk ulang gambar diri saya yang sudah rusak itu. Saya diberi sejumlah ayat-ayat untuk direnungkan tentang peran pria. Seperti:

1 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Dengan merenungkan ayat ini saya disadarkan saya adalah ciptaan baru dalam Kristus, apa yang saya alami di masa lalu karena perbuatan ayah saya tidak lagi berpengaruh dalam hidup saya. Saya bisa punya hidup yang baru.

1 Korintus 16:13 “Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

Efesus 5:23  “suami adalah kepala isteri

Selama berbulan-bulan setiap hari saya merenungkan ayat-ayat itu. Dan dampaknya memang terasa, gambar diri saya yang dulunya hancur pelan-pelan mulai pulih.  Saat gambar diri mulai pulih, maka semua sifat yang selama ini saya usahakan, seperti inisiatif, keinginan untuk memimpin, keinginan untuk bertanggung jawab muncul dengan sendirinya tanpa harus dipaksa-paksa atau diusahakan.

Apakah dalam proses mengubah gambar diri itu saya tidak menerima bantuan dari orang lain? Tidak. Selama proses itu saya tetap berkonsultasi dengan mentor saya. Kami membahas bagaimana harusnya seorang pria bersikap, apa rencana ke depan. Tapi saya sadar bahwa semua yang kami bahas itu tidak akan terwujud tanpa dasar gambar diri yang sehat. Waktu gambar diri saya makin pulih, apa yang kami bicarakan itu tentang bagaimana harusnya menjadi pria menjadi mudah dilakukan.

Kejadian itu sudah berlalu, tapi sampai sekarang saya tetap merenungkan firman itu, karena saya sadar saya belum menjadi pria yang sempurna. Gambar diri saya memang sudah pulih, tapi saya sadar kalau gambar diri itu tidak dijaga, ada kemungkinan gambar diri itu bisa rusak. Jadi setiap pagi dalam saat teduh, saya selalu menyempatkan diri untuk merenungkan ayat-ayat itu, walaupun tidak seintens dulu saat pertama kali memulainya, tapi setidaknya cukup untuk menjaga agar gambar diri itu tetap utuh.  (Denny Pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: