Bagaimana bisa punya rasa “sreg” terhadap seseorang yang akan kita nikahi?

Bagaimana bisa punya rasa “sreg” terhadap seseorang yang akan kita nikahi? Apakah rasa sreg ini tanda utama bahwa kita akan menikahi orang yang tepat? 

Menikah, adalah hidup bersama jangka panjang, rata-rata 50 tahun, satu rumah, bertemu setiap hari, tidur bersama dengan pribadi yang sama sepanjang waktu. Karena itu saya setuju harus benar-benar ‘sreg’, mantap, tidak ragu-ragu.  Pekerjaan, gereja orang masih bisa pindah jika tidak cocok, tetapi orang tidak akan pindah keluarga, ganti pasangan, sampai salah satu meninggal.
Nah ‘sreg’ ini khan ‘perasaan’ yang tentunya bisa berubah-ubah tergantung situasi. Karena itu perlu beberapa kondisi yang membuat teguh. Rasa ‘sreg’ ini tanda utama, hanya apa yang membuat ‘sreg’ maka pertimbangkan hal-hal berikut ini:

Satu Iman

Ini adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Jika si-dia belum satu iman, maka ‘pending’ dan doa saja, misal apakah dlm 6 bulan dia mau menjadi 1 iman. Selama ‘pending’ ini tidak putus, tetapi jangan melangkah lebih jauh dalam bermesraan, tetapi gunakan untuk sharing iman. Jika mau satu iman, itu menambah satu point ‘sreg’, jika tidak mau, ya putus saja.

Sepadan

Sepadan bukan sama, tetapi sebanyak mungkin persamaan. Hal-hal apa yang anda punya persamaan. Semakin penting hal tersebut bagi anda, maka hal itu harus ada kesamaan. Jika anda orang yang aktif melayani, dan itu tujuan hidup anda, maka sama-sama ‘berbahasa roh’ atau sama-sama ‘anti bahsa roh’ menjadi hal yang penting. Demikian juga untuk hal-hal lain seperti konsep uang, musik, hoby, pelayanan, gereja, bisnis, kaya, traveling dan seterusnya. Hal yang bagi anda tidak penting, maka anda berbeda tidak masalah, tetapi hal-hal yang penting bagi anda, kesepadanan adalah perlu.
Beberapa hal yang tidak terlalu utama bagi anda, tidak masalah anda ada perbedaan dengan calon anda, karena memang tidak mungkin mencari orang yang sama dengan anda. Dalam hal anda berbeda, maka anda berpikir bahwa anda bisa menerima, menyesuaikan atau melengkapi, maka perbedaan hal tersebut bukanlah masalah.

Hasrat Seimbang

Sreg jika anda saling mencintai dengan kerinduan, hasrat yang seimbang. Anda menggebu-gebu mencintai dia, tetapi sepertinya dia cuek-cuek saja, tidak merespons seperti yang anda inginkan. Maka anda boleh menguji dengan waktu, apakah makin lama ia makin mencintai anda? Karena jika tidak ‘saling’ anda akan mudah bimbang, kecewa, bahkan sakit hati.

Persetujuan atau dukungan

Bisa salah satu yang mewakili misal orang tua dan atau gembala anda, atau kakak rohani anda.  Menikah adalah bersatunya dua keluarga. Jika salah satu keluarga atau orang tua menentang, maka ada baiknya anda pikirkan ulang. Kecuali anda begitu saling mencintai dan komitmen untuk menghadapi masalah bersama-sama dan sadar bahwa anda menikah dengan resiko menghadapi tentangan dari orang tua atau mertua sampai mereka meninggal dunia atau mereka berubah dan hanya sedikit yang mereka berubah di tengah jalan.

Jika anda masih belum ‘sreg’ juga, maka konsultasilah dengan sahabat anda, yang mengenal anda atau mengenal calon anda, atau terbaik dengan orang tua anda. (Jarot Wijanarko/www.ifadahsyat.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: