MITOS KOLESTEROL? Bagaimana dengan LDL dan HDL?

Jangan salah artikan dengan kolesterol jahat dan kolesterol baik sebab keduanya bukan kolesterol. Keduanya adalah lipoprotein yang fungsinya mengangkut kolesterol dalam aliran darah. Keduanya mengangkut jenis kolesterol yang sama. Yang potensial berbahaya bukan LDL dan HDL tapi kolesterol yang rusak (damaged kolesterol).

Rusaknya kolesterol antara lain karena:

  • pemanasan berlebihan atas daging dan minyak, misalnya melebihi suhu 120 Celcius dalam jangka lama seperti pada menggoreng dan membakar jangka lama.
  • tercampurnya protein dan lemak hewani oleh zat-zat yang merusak, seperti pada minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali atau gosong.
  • kondisi mental yang stres yang menyebabkan meningkatnya hormon kortisol dan turunannya menyebabkan metabolisme kolesterol yang menyimpang sehingga menghasilkan sisa kolesterol yang rusak. Stres memicu diproduksinya trigliserida secara berlebihan, padahal sisa kelebihannya itulah yang merusak.

Nah, LDL adalah yang bertugas membawa semua jenis Kolesterol, termasuk kolesterol rusak ini untuk difungsikan. Kolesterol rusak inilah yang  menyebabkan penimbunan plak dan mengakibatkan serangan jantung, jadi bukan salahnya LDL.

HDL berfungsi membawa balik semua jenis kolesterol, temasuk kolesterol  rusak, yang tak terpakai dalam proses energi, kembali ke hati. Jadi tampaknya HDL punya tugas ‘mulia’ sebab menurunkan kolesterol dalam darah. Karena itu yang sangat esensial bukanlah ‘berapa besar kadar kolesterol’ tapi ‘berapa banyak kolesterol rusak yang masuk tubuh anda’ serta seberapa
 banyak trigliserida diproduksi oleh hati.

Pedoman LDL minimal dan HDL maksimal hanya demi mencegah kolesterol rusak dan trigliserida terlalu lama berada dalam aliran darah. LDL minimal: secukupnya asal proses metabolisme energi bisa jalan, HDL maksimal agar segera setelah proses energi selesai, sisa kolesterol segera dibawa balik masuk hati.

Idealnya dianggap aman jika kadar HDL berbanding kolesterol>25%, dan Trigliserida berbanding HDL<2. Jadi bukan kadar mutlak kolesterol atau trigliserida tapi perbandingannya dengan HDL.

Jika kolesterol anda rendah, anda potensial terserang depresi dan malah potensial serangan stroke serta gangguan hormon lain sebab bahan baku hormone adalah kolesterol. Kolesterol rendah juga mengakibatkan kekurangan vitamin D sebab  efek sinar ultraviolet matahari baru bisa membangun vitamin D jika badan kecukupan kolesterol di kulit, maka juga potensial pengeroposan tulang dan gangguan syaraf. Umumnya kolesterol berkisar antara 150 – 350 masih aman sejauh perbandingan dengan HDL terpenuhi. Anjuran membatasi kadar LDL dibawah 100 tidak didukung fakta penurunan angka serangan jantung. Ini dicurigai merupakan akal-akalan pabrik farmasi saja.

Trigliserida esensial untuk sumber energi. Jika trigliserida anda terlalu rendah, potensial timbul kekacauan metabolisme sebab badan akan ‘kebingungan’ mendapatkan sumber energi, akibatnya akan membongkar sumber energi darurat badan  sehingga malah menimbulkan benda-benda keton yang meracuni syaraf dan otak. Sejauh perbandingan trigliserida berbanding HDL kurang dari 2, itu sudah memadai. (Diambil dari tulisan Drg. Andreas Adyatmaka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: