Tips untuk membangun hubungan yang penuh arti

Dalam edisi INSIDE sebelumnya, tips untuk membangun hubungan adalah MEMBERI. Selanjutnya adalah KEBAIKAN. Hubungan terdalam adalah KASIH ataupun CINTA. Tetapi bagaimana kasih itu dibangun? Dengan KEBAIKAN. Adajuga yang memberikan definisi kasih itu kebaikan. Karena itu tips kali ini adalah bangunlah hubungan dengan KEBAIKAN.

                Survey atas ribuan wanita, dengan siapa atau mengapa ia ‘jatuh cinta’ dan mau menikah dengan si-‘dia’?Adaempat jawaban utama; karena dia kaya, tampan, lucu dan baik. Manakah yang menempati urutan pertama? “Dia baik”.  Rupanya banyak wanita memiliki idola tertentu tentang pasangan hidupnya, misalnya ‘imamat rajani’ sebagai ungkapan untuk pria yang soleh, takut akan TUHAN dan kaya atau ‘rajani’. Lalu datanglah pria mendekati dia, bukan idolanya, karena dia ‘imamat miskini’.  Tetapi karena pria ini sabar, ramah, suka menolong, perhatian yang intinya adalah BAIK dan berbuat BAIK kepadanya, maka tumbuhlah cintanya. Ia terkesan dengan kebaikannya, dan jangan heran jika tahun berikutnya mereka menikah.

Inilah kuasa kebaikan, membuat orang yang tadinya tidak cinta menjadi cinta.  Hubungan yang kuat dibangun melalui kebaikan, Selama kebaikan terus dilakukan, maka hubungan semakin kuat.  Hubungan mulai rusak, ketika salah satu mulai ‘lelah’ berbuat baik, merasa dimanfaatkan. Perasaan yang tidak pernah muncul selama ada cinta, fondasi atau akar utama sebuah hubungan.  Memulai hubungan adalah mudah, namun banyak orang gagal, putus ditengah jalan, atau berhasil hingga menikah, namun setelah itu mengisi pernikahan bagaikan penjara atau malah neraka, karena capek dan berhenti berbuat baik.

Saat pacaran, orang dengan senang hati menolong pacarnya, mengantar dan hal lainnya. Setelah menikah, maka ketika dimintai tolong merasa ‘disuruh-suruh’ lalu bertengkar dan hubunganpun rusak. Kenapa? Karena tidak punya sikap ‘kesediaan menolong’ atau ‘kesediaan berbuat baik’. KEBAIKAN membangun hubungan, memberi makna pada hubungan dan menjaga hubungan tetap baik.

Baik bisnis, kongsi, pernikahan, persahabatan ataupun pendekatan untuk mendapatkan pasangan hidup, berlaku hukum yang sama dalam membangun hubungan, KEBAIKAN!

Karena itu Paulus kepada orang Galatiaberkata; “jangan jemu-jemu berbuat baik, karena kita pasti akan menuainya”. Efesus 2:10 bahkan menegaskan, bahwa kita ini diciptakan TUHAN untuk berbuat baik. (Jarot Wijanarko/www.ifadahsyat.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: