IMAN

APAKAH IMAN ITU?

Dalam Ibrani 11:1 tertulis: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

DASAR

Tertulis bahwa iman itu dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan! Pengharapan akan apa? Pengharapan akan segala sesuatu! Pengharapan akan Janji Keslamatan (Yoh 3 : 16), pengharapan akan Janji Kesembuhan (I Petrus 2 : 24), pengharapan akan Janji Hidup dalam Kelimpahan (Yoh 10:10b), pengharapan akan Janji Mujizat, pemulihan dan masih banyak lagi.

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? (Rom 8:24)

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita… (Ibr 6:19)

Hanya pengharapan kita kepada Yesus yang bisa mewujudkan Janji-Janji Allah itu dalam hidup kita, karena Allah Bapa telah memberikan segala kuasaNya kepada Anaknya yang tunggal (Mat 28:18).

BUKTI

Ketika kita memiliki iman, itu sudah cukup jadi bukti bahwa apa yang kita percayai, yaitu Yesus Kristus adalah Tuhan & Juru Selamat Manusia yang sungguh hidup & nyata. Walaupun kita belum melihatnya tetapi kita percaya Dia hidup (Rom 10:9-10)

DARI MANA DATANGNYA IMAN?

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:8-9).

Bagian Allah adalah memberikan iman kepada kita. Bagian kita adalah menjaga dan mempertahankannya sampai kekekalan!

CARA MEMPERTAHANKAN DAN MEMBUAT IMAN BERTUMBUH MAKIN KUAT

1. Mendengar Firman Allah.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17).

Disiplinkan diri untuk membaca Alkitab setiap hari, maka pastilah iman kita kepada Tuhan akan semakin kuat. Iman itu adalah perisai, untuk kita bisa bertahan menghadapi serangan iblis/peperangan/pergumulan dalam pikiran kita. Contoh: ketika pikiran kita sudah berkata “tidak ada jalan keluar, kalau keadaannya seperti ini”, maka jika kita tidak meninggalkan pembacaan Alkitab setiap hari, iman kita akan melindungi kita dari pikiran-pikiran negatif yang entah datang dari keadaan sekitar, atau intimidasi iblis lewat apa yang kita tonton, dengar dan lihat secara kasat mata.

2.  Melakukan Firman Allah yang telah kita dengarkan.

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak 2:17)

Mendengarkan Firman Allah saja, tidak cukup. Karena tanpa kita praktekkan, maka yang kita dapatkan hanya rasa “bosan”. Biasanya kalimat “Ini lagi, ini lagi,” adalah pertanda bahwa kita sering mendengarkan Firman yang sama, hanya saja kita tidak/enggan melakukannya.

3.  Melewati ujian dalam penderitaan dan aniaya.

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (2 Tim 3:12-13).

Penderitaan dan aniaya bisa berupa: jawaban doa yang tertunda, olok-olok dari orang yang tidak percaya/beriman seperti apa yang kita percayai, masalah yang tidak kunjung selesai, atau hal lain yang membuat kita “nyaris” menyerahkan apa yang kita imani/percayai. Tapi… justru di saat itulah, kita harus tetap beriman! Mengapa? Karena kita tahu, di saat yang sama, iman itu diuji, dan setelah lulus ujian, kita pasti (sekali lagi, PASTI!) menuai hasilnya! Dan hasil itu memampukan kita menyaksikan kebaikan dan kuasa Tuhan, untuk kemuliaanNya!

IMAN TANPA PERBUATAN, MATI

Iman memang penting untuk kita punyai. Tapi, tidak hanya sampai di situ. Kita juga harus melangkah atas dasar iman tersebut!

Ribuan km perjalanan yang harus kita tempuh baru akan kita capai, ketika kita mengawalinya dengan satu langkah! Dengan kata lain, tanpa langkah awal (langkah pertama yang harus kita ambil), maka kita tidak akan pernah pergi kemanapun! Seperti itu juga IMAN yang kita punyai.

Kesuksesan setiap orang selalu diawali dengan kegagalan demi kegagalan. Tidak ada jalan yang mulus. Tuhan Yesus pun tidak pernah mengajarkan bahwa semua bisa kita dapatkan secara instant. Tapi yang membedakan seseorang bisa mencapai kesuksesan yang dia inginkan dengan yang tidak bisa mencapainya, adalah tindakan melangkah! Jadi, selanjutnya, MELANGKAHLAH atas dasar iman yang fondasinya adalah FIRMAN TUHAN dan Janji-janjiNYA! Apa sajakah janji Tuhan yang kita inginkan dan percayai untuk kita alami? Lakukan sesuatu sejalan dengan itu! Hiduplah dalam kebiasaan yang sesuai. Jalani keseharian dan apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita dengan benar dan baik.

Akhir kata, yuk kita baca keras-keras ayat ini:

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya (Ibr 10:35). Selamat beriman dan bertindak!! (Junaidi-INSIDE)

Orang yang sombong adalah orang yang….

Maima Maranata 

slalu mgutamakan n mngandalkan diri sendiri

Selfi Simanjuntak 

mengangkat kepalanya saat berpapasan bahkan berbicara dgn orang lain,nada bicara sedikit meninggi,dan lihat tatapan matanya seakan memandang rendah org lain

Presylia

SOk ngegoMBes tp sebenernya bohONG….hehehe…

Rido Tampubolon 

Tidak pernah/lupa/jarang berterimakasih atau mengucap syukur kepada Tuhan dan sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: