IMAN YANG BENAR

Kalau kita ditanya apa itu iman, mungkin dengan hapal kita akan mengutip Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Pertanyaannya, apakah “segala sesuatu yang kita harapkan” itu? Apa berarti kita bisa berharap kita ingin sesuatu lalu beriman akan mendapatkannya?

Kalau begitu kasusnya, kenapa banyak orang yang tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan? Kenapa banyak orang yang kecewa karena mereka tidak mendapat apa yang mereka imani? Tanya kenapa???

Artinya ayat itu tidak mempunyai makna sedangkal yang kita kira selama ini. Kita mengharapkan sesuatu lalu beriman akan mendapatkannya. No, there is something more than that.Adasesuatu yang lebih dari sekadar beriman mendapatkan apa yang kita inginkan.

Kalau mau jujur yang kita sebut iman selama ini sebenarnya adalah keinginan pribadi kita dan berharap Tuhan setuju dengan permintaan kita itu. Lalu kalau kita tidak mendapatkannya, kita beralasan “Bukan kehendak Tuhan…”

Tapi apa itu iman yang dimaksud Alkitab?

 Mendengar Lalu Beriman

Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)

Ayat itu dengan jelas mengatakan kalau iman lahir karena Tuhan mengatakan sesuatu kepada kita. Dan dari apa yang Dia katakan itulah kita punya iman. Jadi iman bukan tentang apa yang kita inginkan. Tapi tentang apa yang Tuhan katakan pada kita.

Iman bukan mempercayai apa yang ingin kita percayai. Iman adalah mempercayai apa yang Tuhan katakan. Inilah dasar dari iman.

Bagaimana Caranya Mendengar?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa mendengar apa yang Tuhan katakan? Di sinilah kita butuh kepekaan. Tuhan bicara lewat banyak cara, “Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya” (Ayub 33:14), lewat Alkitab, hamba-Nya, teman-teman, situasi, dll. Masalahnya bisakah kita mendengarnya?

Di sinilah kita membutuhkan saat teduh. Dalam saat teduh kita belajar bukan hanya berkata-kata kepada Dia, tapi juga mendengarkan Dia. Dalam saat teduh kita belajar mengenali suara-Nya.

Iman dan Perbuatan

Kalau kita sudah punya iman seperti ini baru kita bisa melakukan tindakan iman seperti yang dikatakan Yakobus “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17). Tindakan iman ini adalah bukti kalau kita percaya pada apa yang Tuhan katakan pada kita.

Jadi sudahkah kita memiliki iman yang benar? (denny pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: