Dalam Gelap Kulihat Yesus

Nama saya Ricky Sobana. 33 tahun yang lalu, tepatnya 9 April 1978 saya dilahirkan ke dunia ini. Kehadiran saya ini tentu membawa kebahagian bagi kedua orangtua dan juga keluarga besar mereka. Namun, kebahagian itu harus diiringi dengan kesedihan. Pasalnya, saya terlahir dengan “marfan sindrom”, yaitu mengidap kelainan pada pembuluh darah dan jantung, kerangka tubuh dan mata. Ini mengakibatkan mata kiri saya buta total dan mata kanan hanya bisa melihat dengan jarak 15 cm saja. Hal ini dikarenakan waktu mengandung, mama beberapa kali terjatuh.

Tapi meskipun tidak bisa melihat, saya tetap menempuh pendidikan di sekolah umum. Selama proses belajar, saya membutuhkan bantuan teman-teman, terutama dalam hal membaca tulisan yang ada di papan tulis. Setelah itu saya memberikan imbalan berupa uang jajan. Ini terus berlangsung sejak saya SD sampai SMP.

Namun, akhirnya teman-teman mulai enggan membantu. Dan karenanya saya pun mulai melakukan hal itu sendiri dengan cara maju ke depan papan tulis setiap kali akan mencatat. Olok-olok dan sindiran teman-teman tak pernah saya gubris, meski sebenarnya saya sangat malu. Hari demi hari studi terasa semakin berat, sampai akhirnya saya memutuskan berhenti sekolah sejak kelas 2 SMA.

Tahun 1997, saya menjalani operasi mata dan membuat mata kanan saya dapat melihat dengan jelas dan terang. Namun, kebahagiaan ini tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah operasi, saya harus check up ke dokter. Ternyata dokter menyarankan untuk operasi lagi karena ada benang di mata saya. Saya pun melakukan operasi kembali. Hasilnya, mata kanan saya malah sama sekali tidak bisa melihat! Sekarang, kedua mata saya buta total.

Rupanya “benang” yang dimaksud oleh dokter tersebut sebenarnya adalah saraf mata saya, sehingga ketika dia mengguntingnya, maka mata saya menjadi rusak. Di sini jelas sekali terjadi malpraktek, namun saya tidak bisa menuntut secara hukum karena sebelum dioperasi saya diminta menandatanganisuratyang isinya menyatakan bahwa saya siap menerima apapun hasil operasi.

Setelah peristiwa itu, saya mengurung diri di kamar berbulan-bulan. Sedih, marah, kecewa dan takut saya rasakan. Berulang kali saya mencoba bunuh diri, namun rencana itu tak pernah terlaksana. Sampai satu saat saya bermimpi melihat Tuhan Yesus. Dalam mimpi itu Dia pergi meninggalkan saya. Saya sangat sedih sekali.

Esoknya saya memutuskan untuk kembali ke gereja dan pelayanan. Karena saya menyukai musik, terutama alat musik drum, saya pun memilih kembali bermain drum. Begitu sulit memang, namun akhirnya dengan anugerah Tuhan saya dapat bermain drum kembali. Hal ini membuat saya percaya bahwa saya bisa melakukan hal yang bisa dilakukan oleh orang normal. Dengan percaya diri saya mengikuti berbagai perlombaan band, dan menang!

Selain itu, Tuhan juga menjawab doa saya. Ketika saya meminta seorang istri yang normal, Ia memberikan pasangan hidup yang sangat dewasa dan cinta Tuhan sekaligus mencintai saya tanpa melihat kekurangan dan kelemahan saya.

Kini hidup saya dipenuhi mujizat demi mujizat dari Tuhan. Tuhan juga memberikan saya buah hati yang normal pula. Tuhan memberikan pelayanan yang istimewa buat saya, yaitu menjadi pembina kaum muda, worship leader, konselor dan motivator bagi siapa saja yang membutuhkan. Dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya membuka rental play station dan mengajar privat drum.

Kemurahan Tuhan semakin banyak saya rasakan ketika saya berhasil membuat sebuah album rohani berjudul Berbahagialah dimana didalamnya berisi lagu-lagu ciptaan sendiri. Lewat album ini, saya rindu sekali umtuk menceritkan kepada mereka yang putus asa, berbeban berat dan tak berpengharapan agar tetap berbahagia. Karena sesungguhnya dalam kelemahan kita, justru di situlah kekuatan Tuhan nyata dalam hidup kita! Tuhan memakai saya tanpa merubah masalah saya, namun merubah hati, pikiran dan cara pandang saya tentang hidup. Bahwa sesungguhnya hidup saya yang dulu terasa gelap kini menjadi terang! (Ricky Sobana)

Sungguh kesaksian yang sangat memberkati! Yuk kita cari dan beli albumnya Ricky “Berbahagialah” di toko buku/kaset rohani terdekat, pasti kita akan mengalami kuasa dan kasih Tuhan Yesus Kristus! – INSIDE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: