A New Paradigm

Dalam Amsal 23:7a tertulis begini: “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia…”, yang dalam versi NIV (New International Version, Red) dituliskan begini: for as he thinks within himself, so he is. Dari ayat ini, kita disadarkan bahwa kita tidak akan sanggup merubah hidup kita, kecuali kita merubah cara kita berpikir. You can not change your life until you change your thinking.

Apa itu PARADIGM (Paradigma) ?

Artinya suatu model atau pola (pattern), yaitu pola pikir.  Arti lainnya: cara pandang seseorang terhadap diri sendiri dan lingkungannya yang akan mempengaruhi dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku.

Pola pikir kita terbentuk sejak lahir (bayi), anak, remaja, dewasa dan seterusnya selama kita hidup melalui faktor: Eksternal yaitu orang lain/lingkungan, apa yang ditanamkan/diajarkan/dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita atau pola hidup lingkungan dimana kita berada. Dan faktor Internal yaitu diri kita sendiri, apa saja yang kita serap dari orang lain dan juga apa yang saja yang kita tanamkan dalam pikiran kita.

5 Antena (panca indra) yang membentuk pola pikir kita :

Mata, penglihatan => SEE
Hidung, penciuman => SMELL
Lidah, perasa => TASTE
Kulit, peraba => TOUCH
Telinga, pendengaran => HEAR

Segala ide, pemikiran, gambar, dsb yang ditangkap dari “antena” di atas jika ditanamkan dalam pikiran kita secara terus menerus akan membentuk Paradigma/pola pikir/konsep berpikir yang akan mempengaruhi cara kita berpikir dalam menghadapi kehidupan, bertindak, bertingkah laku dan terkhir akan mempengaruhi  Hasil.

Begini urutan “pola”nya:

Ide, gambar, kejadian, dll à Paradigma/PolaPikiràTindakan(action)/Kebiasaan(Habit)àHasil (result).

Karena Pikiran kita tidak kelihatan, maka Tindakan (action) kitalah yang merupakan ekspresi dari apa yang pikirkan!

Kekuatan pikiran ini sangat besar dan berdampak. Contoh: kita banyak mendengar beberapa kejadian seperti bom bunuh diri, teroris, atau gerakan Nazi jaman dulu yang memengaruhi pikiran para pengikutnya sedemikian rupa sampai-sampai mereka rela melakukan apa saja sesuai keinginan orang lain. Katakanlah seseorang menginginkan untuk mendapatkan sesuatu, tapi menggerakkan orang lain untuk menghasilkan apa yang diinginkannya lewat cara itu tadi, memengaruhi pikiran orang atau kita kenal dengan istilah “cuci otak”.

Contoh lain: paradigma tentang wanita cantik, yang harus tinggi, putih, langsing, berambut lurus panjang (biasanya disodorkan oleh pengiklan produk shampoo, sabun mandi dengan pemutih, dll. Atau paradigma tentang pria sejati, yang harus merokok merk rokok tertentu, meminum minuman tertentu, dll (biasanya disodorkan oleh pengiklan produk rokok dan minuman keras).

Jadi, sangatlah penting kita sadar dan mengerti paradigma apa saja yang tertanam dalam pikiran kita! Apakah yang salah/negatif, yang jika kita mau evaluasi diri ternyata telah membawa kita kepada hasil/output/keluaran yang buruk/salah. Ataukah yang benar/positif? Mari renungkan dan berubahlah!

Merubah Paradigma

Paradigma/pola pikir yang sudah “tertanam” di otak bisa kita rubah dengan cara:

Instan

Biasanya ini disebabkan oleh kejadian yang memberi efek traumatis, emosional, tragis. Contoh: Karena pasangan hidupnya meninggal dunia di usia muda, maka si A langsung mengambil tanggung jawab/bertindak sebagai ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

Bertahap/melewati proses

Saat kita mengetahui bahwa paradigma kita salah, maka kita harus mulai merubah paradigma tersebut. Caranya: miliki paradigma baru (pergaulan yang baik sangat berpengaruh dalam membawa paradigma baru yang baik dan benar) dan jalankan/praktikkan. Ingat: semua orang bisa berubah, masalahnya apakah ada kemauan atau tidak.

Beberapa hal supaya mempunyai paradigma yang baru

MATA

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. (Luk 11:34)

Tontonlah siaran berita/acara TV yang membangun/memberikan paradigma baru yang benar, menggantikan Sinetron yang biasanya kita tonton. Bacalah buku tentang pengembangan potensi diri, menggantikan buku/komik berseri yang biasa kita baca. What you see is what you get.

TELINGA

Dengarkanlah lagu-lagu rohani, menggantikan lagu-lagu lain (tidak rohani, Red) yang pastinya punya lirik jauh berbeda. Musik bisa memengaruhi alam bawah sadar kita, sehingga dipastikan lagu rohani dengan kalimat-kalimat yang dikutip dari Firman Tuhan/kalimat positif yang menguatkan akan membangkitkan pengharapan bagi kita yang mungkin sedang tidak bersemangat, secara sadar dan tidak sadar. Sebaliknya begitu, lirik-lirik lagu yang “tidak” rohani pun akan tersimpan dalam alam bawah sadar kita dan punya dampak kebalikannya.

Ketika membaca Alkitab, bacalah dengan suara, sehingga telinga kita juga mendengarkan Firman Tuhan. Ucapkan janji-janji Tuhan/hal-hal yang baik. Atau dengarkan kaset/CD kotbah ketika sedang terkena macet di jalan raya.

PERGAULAN

Sebutir telor rajawali ditaruh dikumpulan telor ayam. Setelah menetas, si anak rajawali ini memiliki pola hidup yang sama dengan lingkungannya (mencari makanan dengan mengorek-orek tanah, makan cacing, dan tidak bisa terbang). Secara Fisik dia seekor Rajawali, tetapi pola pikirnya pola pikir seekor Ayam.

Ingat, manusia senang mengikuti pola hidup lingkungannya. Contoh: bila bekerja di antara orang-orang yang rajin, berdisiplin tinggi, jujur, maka cepat atau lambat kita cenderung akan mengikuti pola hidup mereka. Begitu juga sebaliknya. Show me your friend, I will show your future (hasil).

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (I Korintus  15:33)

POLA PIKIR KERAJAAN ALLAH

Dalam Roma 12:2 tertulis: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Do not comform any longer to be pattern of this world, but be transformed by the renewing of your mind. Then you will be able to test and approve what God’s will is – his good, pleasing and perfect will.

Dan dalam Filipi 4:8 tertulis: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci  , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Di dalam Tuhan Yesus kita adalah ciptaan baru, a brand new creation.  Dengan kuasa Tuhan, pikiran kita juga diubahkan, tetapi kita juga perlu melatih diri untuk memiliki pola pikir/paradigma yang baru, yang benar!  Victory conscious, not defeated conscious. Healty self images, not broken self images. Freedom thinking, not Slavery thinking. Perubahan hanya bisa dimulai dari dalam (inside), hasilnya baru terlihat / terpancar keluar (outside).  Selamat berlatih dan memiliki NEW PARADIGM! (Lovina Linawati Santoso-INSIDE)

“Menurut kamu, apakah semua orang bisa berubah menjadi baik?”

Andreas Nugroho 

bisa!!tergantung niat nya saja dan kemauan yang besar untuk berubah…dan tentunya minta penyertaan Roh kudus:)

Delvi Ndun 

sangat bisa tergantung siapa yg dia jadikan teladan.

Ivan Dharmawan 

Bisa apabila ia membangun hubungan dengan Tuhan dan Roh kudus , tertanam dalam komunitas sel

Elmar Lee 

tergantung bro krn gak semua org sadar kalau hidup yg cuman 1x tu amat berharga en berarti:(

Deanna Suntoro 

bisa.. Asalkan mrka msih punya hati.. Tpi untk brubah mnjdi baik, g smwa org bsa lakukan dg kkuatan mrka sndiri.. Mrka btuh dorongan, kasih, semangat dari skelilingnya dan btuh prtolongan Tuhan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: