Patah Hati

Cinta bertepuk sebelah tangan. Cinta ditolak. Putus cinta. Hiks, pasti rasanya sakit. Pengennya mengurung diri bahkan ada yang sampe pengen menggantung diri. Patah hati nggak berarti hidup kita jadi hancur total and nggak punya masa depan. “Orang tidak pernah hancur karena dia gagal, tapi karena dia gak mau bangun dari kegagalannya”. It’s okay untuk bermuram sebentar saja, tapi jika kamu sampai mengalami patah hati, ingatlah 4 hal berikut ini.

Evaluasi diri

Jangan-jangan ada yang salah dengan kita, misalnya egois, suka marah, atau kebiasaan buruk lainnya. Atau mungkin kita sudah lama jauh dari Tuhan, di luar Tuhan emang nggak ada sukacita yang sejati, so mari dekatkan diri sama Tuhan lebih lagi, supaya kamu bisa dapet penghiburan. 

Lari ke atas, jangan lari ke bawah

Ada orang yang kalau tertimpa masalah malah makin ngerusak hidupnya sendiri, tapi ada juga yang jadi semakin baik, makin deket sama Tuhan, jadi makin dewasa dan makin kuat hidupnya gara-gara masalah yang dia hadapi. Itu semua tergantung pilihan kita. Pilih yang baik. Tuhan nggak pernah janjiin ‘jalan yang selalu penuh bunga’, tapi Dia janjiin pertolongan buat kita yang percaya padaNya. 

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus10:13) 

Jangan trauma

Ada orang yang kalau patah hati atau kecewa menjadi selalu merasa gak siap buat mulai menjalin hubungan yang serius lagi. Takut apa yang pernah dia alami terulang lagi, dia takut semua orang seperti mantan dia yang dulu.  

Gimana sih mengatasi trauma? Trauma itu luka di jiwa atau di hati seseorang, jadi buat menyembuhkannya perlu mengalami pemulihan hati dan jiwa. Pemulihan dari luka-luka batin, pemulihan kasih Tuhan. Tuhan masih & selamanyanya sangat mengasihi kita, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita waktu hal-hal yang menyakitkan itu terjadi. 

Buang dendam

Apa yang terjadi kalau kita lama tidak buang air besar? Jawab: bisa keracunan. Soalnya apa yang harusnya dibuang masih menetap di perutnya. Begitu juga dalam manusia rohani kita, ada hal yang harus segera kita buang. 

“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.”, Kolose 3:8. 

Kalau kita tidak mau membuangnya, maka lama-lama kita yang akan “mati keracunan”. Bisa aja sih memang orang lain yang salah, tapi kalau kita dendam terus maka kita yang bakal susah. 

“karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Sorga akan mengampuni kamu juga.” (Matius 6:14). (Fery!Kacamata3d.blogspot.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: