WHEN YOU BELIEVE

There can be miracle when you believe. Kata siapa? Kata Mariah Carey feat Whitney Houston. Tapi apa benar mujizat akan terjadi kalau kita percaya? Tergantung. Tergantung apa yang kita percayai.

Semua orang ingin melihat mujizat. Semua orang mengharapkan mujizat. Tapi tidak semua orang mendapat mujizat. Kenapa?

Bisa ada banyak sebabnya. Tapi salah satu sebab mendasarnya karena kita salah percaya. Kita sering kali mendasarkan iman kita akan mujizat hanya pada:

  • Pikiran positif

    Oh kata-katanya bagus, menginspirasi. Tapi itu tetap bukan dasar untuk terjadinya mujizat.

  • Ayat Alkitab

    Bahkan kita sering kali mengutip satu ayat dan menjadikannya dasar untuk melihat mujizat. Hei, tunggu dulu, bahkan ayat Alkitab tidak bisa menjadi dasar untuk melihat mujizat terjadi.

Mujizat terjadi bukan karena apa yang kita dengar, atau tahu atau kutip. Mujizat terjadi karena kita kenal siapa yang membuat mujizat itu. Contoh klasik mujizat adalah kisah Lazarus di Yohanes 11.

Waktu Lazarus mati, Marta datang pada Yesus. Dia mengutip banyak nubuatan tentang Yesus sebagai Mesias (Yohanes 11:21-27). Tapi itu tidak membuat Yesus tergerak untuk membuat mujizat. Sebaliknya Maria, hanya dengan satu kalimat saja (Yohanes 11:32), bisa membuat Yesus ingin segera membuat mujizat.

Kenapa begitu?

Karena Maria mengenal-Nya sebagai pembuat mujizat. Dia tidak sekedar mengutip apa yang dia dengar. Dia meminta pada Seseorang yang dia kenal secara pribadi sebagai pembuat mujizat, sedang Marta hanya mengenal Dia dari kutipan saja, apa kata orang.

Tuhan adalah Ayah kita. Ayah yang super baik, pemurah, dermawan pada semua orang. Di mana-mana seorang ayah, sebaik apapun dia, pasti tidak akan memanjakan anak tetangga dan melupakan anak sendiri. Walaupun dia baik pada semua orang, tetap dia akan lebih memperhatikan anak-Nya sendiri daripada orang lain.

Itulah Tuhan kita. Dia memang baik pada semua orang tapi hanya pada orang-orang yang benar-benar dekat dengan-Nya, Dia akan memberikan sesuatu yang lebih (Mazmur 25:14; 33:18; 34:8-10; 103:13)

Bagaimana kita bisa mengenal Dia, sang pembuat mujizat kalau kita tidak menyediakan waktu setiap hari untuk mengenal-Nya? Bagaimana kita bisa mengenal Dia, sang pembuat mujizat kalau kita tidak bergaul dengan orang-orang yang sudah mengenal-Nya lebih dulu?

Kalau kita mau melihat mujizat, kenallah dulu Sang Pembuat Mujizat. Dengarkan apa kata-kata-Nya, dan turutilah dan nantikan mujizat itu terjadi. 

There can be miracle when you believe what the miracle maker says to you. (denny pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: