TUHAN MENYELAMATKAN NYAWA SAYA

Pada tanggal 7 Desember 2009, seperti biasa pagi itu saya mau berangkat kerja bersama teman yang membonceng sampai daerah Thamrin. Sampai di sebuah jalan, waktu akan mendahului mobil, tiba-tiba saja mobil itu berhenti mendadak. Karena tidak sempat menghindar, stang motor menyentuh mobil sehingga saya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Padahal kecepatan motor waktu itu hanya sekitar 15-20km/jam. Setelah jatuh, karena motor matic, maka mesinnya tidak langsung mati. Motor terus berjalan sampai kepala saya terbentur aspal 3 kali baru motor berhenti. Teman saya juga terjatuh.

Saya memang memakai helm full-face, tetapi waktu kepala terbentur jalanan tetap terasa sakit. Wajah juga lecet dan berdarah karena mungkin terseret di aspal. Kemudian kami berdua dibawa ke rumah sakit terdekat oleh mobil yang berhenti mendadak tadi. Di dalam mobil, saya masih pusing. Puji Tuhan teman saya sama sekali tidak terluka jadi bisa menghubungi keluarga saya.

Tiba di UGD rumah sakit, saya langsung dibaringkan dan perawat segera membersihkan luka di bagian wajah. Selama  kurang lebih 15 menit tidak ada keluhan, tapi setelah itu saya berteriak-teriak kesakitan (bagian kepala terasa sangat sakit), sampai memanggil Tuhan dan berharap perawat dapat memberikan obat bius. Tapi ternyata saya sama sekali tidak ditangani. Akhirnya saya tertidur.

Ketika bangun, rasa sakit itu masih ada. Kakak saya sudah datang ke rumah sakit dan beragumentasi dengan perawat untuk pindah rumah sakit karena penanganannya terlalu lamban. Tidak lama kemudian saya tertidur lagi. Waktu bangun (setengah sadar) saya sudah di dalam mobil dan diminta untuk tetap terjaga. Setelah itu, saya benar-benar sudah tidak tahu apa-apa.

Menurut cerita dari keluarga saya, setibanya di rumah sakit lain, kepala saya di-CT SCAN dan hasilnya harus segera dioperasi karena di sekeliling otak terjadi pendarahan hebat. Kalau tingkat kesadaran manusia normal adalah di level 12, saat itu tingkat kesadaran saya menurun sampai level 6. Perawat mengatakan jika tidak segera dioperasi dan tingkat kesadaran turun sampai level 4 maka saya tidak akan tertolong. Semua terasa berpacu dengan waktu. Tindakan operasi masih harus menunggu dokter ahli bedah syaraf yang saat itu sedang berada di Tangerang. Tapi Tuhan Yesus baik. DIA telah mengatur semua tepat pada waktunya.

Singkat cerita, saya masuk ke ruang operasi sekitar jam 1 siang sampai sekitar jam 5. Setelah itu dokter meminta supaya pihak keluarga bersabar, karena biasanya pasien pendarahan 30cc saja baru akan sadar 4 hari kemudian, sementara pendarahan saya kurang lebih 70cc. Kepala saya dijahit sebanyak 33 jahitan dari depan sampai belakang. Rambut juga harus digunting sampai botak. Dokter menguatirkan saya akan mengalami sedikit gangguan ingatan atau setelah sadar menjadi agak menurun kecerdasannya sehingga membutuhkan terapi selama 2 atau 3 tahun.

Puji Tuhan, semua itu tidak terjadi! Dalam waktu 2 jam saja saya sudah sadarkan diri, dengan ingatan yang masih sangat baik, dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun. Cuma waktu sadar, mata sebelah kanan tidak bisa dibuka. Dokter mengatakan, dalam waktu 6 bulan pasti akan sembuh. Ternyata hanya dalam waktu 2 bulan mata saya sudah sembuh total. Puji Tuhan!!

Saya berterima kasih kepada semua teman-teman yang terus berdoa baik sebelum dan sesudah operasi. Terlebih saya juga bersyukur kepada Tuhan Yesus yang memberikan kesembuhan sempurna!

Dari kejadian ini saya diajar untuk PERCAYA dengan rencana Tuhan. Awalnya saya pikir saya bisa menerima semuanya. Tapi kenyataannya, hati saya sempat kecewa. Melihat perubahan mendadak mulai dari penampilan dan gaya hidup sungguh membuat saya sangat sedih. Terkadang suka mengasihani diri sendiri di kamar. Menanti kesembuhan total dari mata sebelah kanan hampir membuat saya putus asa. Tapi setiap kali saya menangis, selalu ada suara lembut dari dalam hati yang bertanya, “Apakah engkau PERCAYA kepada-KU?”

Berkali-kali saya hampir menyerah melihat kondisi saya.  Tetapi TUHAN YESUS yang saya sembah teramat sangat baik. DIA tidak pernah menyerah menghadapi saya. Seperti FirmanNya dalam Matius 12:20a; “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya”.

Pada akhirnya, saya benar-benar mengerti bahwa semua diijinkan terjadi supaya namaNYA semakin dimuliakan di bumi. Terkadang segala sesuatu yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan kita tetapi maukah kita benar-benar PERCAYA terhadap rencanaNYA yang sempurna? Ingat, Tuhan pasti memberikan pelangi di setiap badai, senyuman di setiap air mata, berkat di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa. Betapa dahsyatnya Tuhan Yesus! (Marlina Chen)

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yoh 3:30)

3 responses to this post.

  1. Posted by willi on September 4, 2011 at 1:05 pm

    Selamat ya lin.. Tuhan punya kuasa dan rencana atas diri km. Semoga ceritamu bs menginspirasi dan menyelamatkan banyak jiwa ya

    Reply

  2. Posted by willi on September 4, 2011 at 1:05 pm

    Selamat ya lin.. Tuhan punya kuasa dan rencana atas diri km. Semoga ceritamu bs menginspirasi dan menyelamatkan banyak jiwa ya

    Reply

  3. Posted by Marlina on April 28, 2012 at 7:42 am

    trima kasih yaaa dan Tuhan Yesus memberkati🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: