He Understands…

Seringkali kita berpikir hidup ini kok susah banget. Bahkan sepertinya Tuhan diam saja melihat kondisi kita yang sudah kecewa, putus asa, marah, kesal, dsb. “Ah! tidak seorangpun mengerti apa yang aku alami. Termasuk Tuhan,” mungkin itu yang kita katakan dan yakini.

Tapi apakah benar TUHAN tidak mengerti? Mari kita mengingat apa saja yang Tuhan Yesus pernah alami selama hidup sebagai manusia di bumi ini demi menjalankan kehendak BAPA di surga:

Ditolak

Dalam Lukas 9:53, Matius 13:57, Matius 8:34, Markus 6:3, menceritakan bahwa Tuhan Yesus pernah mengalami penolakan. Padahal Dia tidak melakukan kesalahan apapun. Mungkin kita pernah ditolak: mengirimkansuratlamaran ke banyak perusahaan, tetapi selalu ditolak/tidak ada panggilan interview, ditolak oleh teman-teman gereja, kantor, atau bahkan dalam keluarga. Dan lain-lain penolakan. Percayalah, Tuhan Yesus pernah mengalami penolakan, bahkan sangat menyakitkan. Seandainya kita mengerti posisi kita sebagai Anak Tunggal Bapa di sorga, Pencipta dunia dan segala isinya, tetapi dianggap kecil, hina, tidak berarti, anak tukang kayu, dsb, pasti menyakitkan. Tuhan Yesus mengerti penolakan seperti apa yang kita alami.

Mengalami penderitaan fisik yang sangat berat

Dari tulisan Max Lucado (salah satu penulis favorit INSIDE), tergambar jelas bahwa beberapa saat menjelang kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, Dia kehausan. Dan tentara Romawi yang menjagainya kemudian mencucukkan anggur dicampur empedu/mur. Ternyata Yesus menolaknya. Mengapa? Empedu/mur berkasiat untuk mengurangi rasa sakit, dan Yesus (sesungguhnya) bukan menolak minuman itu, tetapi menolak “penawar rasa sakit”nya. Mengapa? Karena Dia ingin secara penuh merasakan penderitaanNya, kesakitan di atas kayu salib.

Banyak dari kita mungkin sedang mengalami rasa sakit dan menjadi sangat menderita. Entahkah itu sakit hati, atau sakit fisik. Percayalah bahwa, bagaimanapun rasa sakit itu begitu hebat kita rasakan, Yesus juga pernah mengalaminya. Dia mengerti…

Ditinggalkan

“Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. (Mat 27:46).

Pernah merasa ditinggalkan? Pacar memutuskan hubungan mendadak? Ditinggalkan sahabat tanpa penjelasan? Jauh sebelum kita merasakan itu semua, TUHAN sudah pernah merasakannya. Jadi waktu kita merasa “palingmalang” karena ditinggalkan, percayalah bahwa kita tidak sendirian, karena Tuhan juga pernah mengalami yang sama, bahkan lebih mengerikan. BapaNya seolah tidak peduli bahkan waktu nyawaNya sudah nyaris hilang. Bagaimana rasanya? Tuhan mengerti.

Sangat direndahkan, dihina, dipermalukan

Sering kali hal yang membuat kita marah, benci dan pahit adalah perasaan direndahkan, dihina, dipermalukan oleh seseorang yang entah dekat atau jauh hubungannya dengan kita. Lalu kita pun merasa sakit hati, marah, benci dan pahit. Kita juga bahkan sempat kehilangan jati diri atau mengalami gambar diri yang rusak karena perbuatan menyakitkan tersebut.

Percayalah bahwa, Tuhan Yesus sudah lebih dulu merasakan direndahkan, diludahi, dihina, dipermalukan, sedemikian rupa, jauh melebihi apa yang pernah kita alami. Dan Tuhan mengerti bagaimana rasanya, sakitnya, marahnya hati kita.

Mati dengan cara memalukan

Salah seorang tim INSIDE mengalami hal menyedihkan di akhir tahun 2010. Dia kehilangan kakaknya dalam usia muda, 44 tahun. Kalau saja kakaknya meninggal dalam keadaan baik, mungkin dia tidak perlu menghadapi “perjuangan” berat: kehilangan 2kg berat tubuhnya, tidak bisa tidur nyenyak selama lebih dari 3 bulan setiap malam, dibayangi saat-saat terakhir kondisi kakaknya yang sudah tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak, tidak menerima asupan apapun kecuali bantuan oksigen, dan memori buruk lain. Masih ditambah lagi dengan rasa malu setiap kali ditanya oleh teman apa penyakit kakaknya.

“Kanker”, memang termasuk salah satu jenis penyakit yang banyak disembunyikan orang. “Mengapa harus meninggal dalam penderitaan? Dosa apa? Selama hidupnya bagaimana?” adalah pertanyaan-pertanyaan “penghakiman” yang mungkin tidak diutarakan, tetapi dibungkus dalam kalimat pertanyaan lain, terlontar spontan dan memojokkan.

Tetapi belajar dari teladan Tuhan Yesus, membuatnya mengerti betapa lebih memalukannya seorang Nabi besar, yang pelayananNya selama hidup di dunia begitu hebat-sanggup membangkitkan orang mati, ternyata harus meninggal disalib, cara mati yang sangat memalukan untuk orang sebangsaNya. Ini membuktikan bahwa Tuhan mengerti bagaimana rasanya menanggung malu karena harus mati dalam kondisi sangat tidak layak…

Akibatnya? Dia tidak lagi protes kepada Tuhan, mengapa kakaknya harus meninggal seperti itu, padahal selama hidupnya berbuat kebaikan-sekalipun manusia memang tidak sempurna. Karena bagaimana cara seseorang meninggal, tidak bisa jadi ukuran apakah dia dipandang layak atau tidak oleh Tuhan. Tuhan punya otoritas tertinggi untuk menetapkan bagaimana caranya Dia memanggil kembali anak-anakNYA.

Jadi? Apa yang harus kita lakukan menghadapi itu semua? Datanglah hanya dan selalu kepada TUHAN Yesus. Curahkan isi hati kita kepadaNYA. Jujurlah bahwa kita sedang marah, pahit, sakit, dan sebagainya, karena DIA tidak pernah menolak kita. Dia mengerti persis/sempurna, apa yang kita rasakan. (R-INSIDE)

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius  11:28)

Pernahkah kamu merasa putus asa? Atau hal terberat apakah yang pernah kamu alami?

Heni Hosana Souw

waktU sahabat yg terdekat n selalU bersama” tiba” pergi menjaUh dan terasa asing ..

Lady Kawahe 

Pernah saat kehilangan anggota kel, d musuhi keluarga, d manfaatkan org yang kita sayang dan ditinggalkan sahabat.

Ameliya Sihombing 

pernah, wktu aq msh kls 1smu mau naik kls 2, ortu gak ada kerjaan lgi terpaksa aq berhenti sekolah,
harapan&cita2 sirna.

Kezia Ari Serawasti Chan 

Pernah..Hari-hari menjelang ujian..Khawatir, takut, bahkan hampir putus asa.. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: