It’s All About God

Dalam pekerjaan, beberapa tahun lalu, saya mendapat tugas untuk menghitung hutang-piutang atas penjualan agar nantinya dapat saling dikompensasi. Awalnya saya bingung, bagaimana harus melaporkan, lalu Tuhan memberikan ide (hikmat): Buat aja seperti perhitungan di Neraca ada sisi Aktiva dan Pasiva.

Berdasarkan ide yang Tuhan beri, saya mulai membuat laporan transaksinya dalam beberapa mata uang asing. Pada saat menghitung hutang, ternyata saya yang seharusnya menggunakan USD (United State Dollar), menggunakan HKD (Hongkong Dollar), sehingga nilai hutang terlalu kecil (waktu itu kurang lebih 4 X lipat). Akibatnya, Perusahaan punya tagihan yang cukup besar. Laporan pun sudah didistribusikan  ke manajer terkait (produksi, marketing, finance, Presiden Direktur bahkan Pihak Pemberi Order).

Saya baru sadar setelah laporan terlanjur didistibusikan. Saya sangat bingung, takut, kalut, dll campur aduk jadi satu. Bagaimana kalo saya disuruh bayar selisihnya? Kalo saya dikeluarkan dari perusahaan? Dan kalo-kalo yang lain? Semalaman saya tidur tidak tenang. Saya berdoa minta pertolongan Tuhan dan saya siap dengan segala resiko yang harus saya tanggung.

Keesokan hari, saya masih ingat, ke kantor dengan pakai kemeja putih, rok hitam, muka tanpa make up, bener – bener pucat pasih seperti orang sedang “berkabung”. Begitu Manajer saya datang, saya langsung mengaku salah. Saya sudah siap untuk dimarahi dan siap terima konsekuensinya, tapi itu tidak terjadi! Dia bilang, “Kok bisa begini? Ya udah lain kali hati-hati. Buat  revisinya.” Belakangan saya tahu, karena kesalahan saya itu, dia mendapat SP (Surat Peringatan) dari Presiden Direktur. Saya benar-benar menyesal. Thanks for my manager (used to be) for your kind understanding. Dari pengalaman ini, saya lebih hati-hati dalam memberi laporan, apalagi yang menggunakan mata uang asing.

Lalu beberapa bulan lalu, beberapa saat setelah keluar tol di daerah Season City, tiba-tiba ada orang naik motor, menunjuk-nunjuk ban mobil, mengikuti beberapa meter, seakan memaksa saya untuk menepi (mengingat  wejangan teman-teman & saudara, kalo ada yang tunjuk-tunjuk mobil, jangan mau turun, bisa-bisa mereka mau berbuat jahat). Saya tidak tahu, apa dia mau menolong saya atau mau berbuat jahat), jadi untuk amannya saya meneruskan perjalanan sambil terus berdoa supaya mobil tidak mogok. Ternyata ban mobil kiri depan saya kempes. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke SPBU di depan Taman Anggrek. Saya bermaksud mengisi angin, tapi dikatakan bahwa bannya sudah bocor, tidak mungkin bisa tahan diisi angina sampai di rumah. Akhirnya bapaknya meminta saya bicara ke supervisor disana, supaya bisa ganti ban. Luar biasa, supervisornya mengijinkan beberapa orang (seolah saya orang penting ) untuk mengganti ban mobil saya. Dan mereka tidak mau menerima uang sebagai tanda terima kasih. Ini benar-benar pertolongan Tuhan!

Masih banyak cerita lain yang membuat mengerti bahwa Tuhan tidak hanya menolong/peduli tentang hal-hal rohani, tetapi juga masalah pekerjaan, finansial, kesehatan, dll. Dia Allah yang peduli, dan Allah yang Sanggup. It’s All about God. Pertolonganku datangnya dari Tuhan, pencipta langit dan bumi, yang tak terlelap sekejap, tak tertidur sedetik penjagaku Allah Israel. (Lovinalina-INSIDE team)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: