Mimpi Si Po!

Bulan Mei depan, Po si Panda akan kembali beraksi di Kungfu Panda 2. Mari sebelumnya kita mengingat lagi pelajaran penting yang bisa kita dapat dari filmnya yang pertama. It’s about dream.

KEJAR IMPIANMU

Ayahnya berharap Po meneruskan usaha warung mie yang sudah turun temurun, tapi Po punya impian lain: KungFu. Ia mengejar impian itu. Nggak disangka ia terpilih jadi Pendekar Naga yang ditakdirkan untuk melindungi desa. Tentu saja tantangan ini berat lantaran dia sama sekali tidak menguasai jurus kungfu apapun, bahkan Master ShiFu enggan melatihnya, murid lainnya pun melecehkannya. Tapi apa respon Po? Ia tidak mau mundur. Akhir cerita, mimpinya jadi kenyataan. Ingat!! Setiap orang pasti punya impian atau visi. Cari tau apakah impian itu sesuai kehendak Tuhan, lalu kejarlah dan jangan mau mundur. “Where there is no vision, the people perish” (Proverb 29:18a)

THERE ARE NO ACCIDENTS

Ketika saatnya harus memilih siapa yang akan menjadi pendekar naga dari antara murid-murid ShiFu, Oogway malah memilih Po yang ‘jatuh dari langit’. ShiFu berpikir bahwa gak mungkin Po menjadi pendekar naga, kejatuhannya dari langit hanyalah suatu kebetulan belaka. Tapi Oogway bilang, ‘tak ada yang namanya kebetulan’. Dan Po ditakdirkan menjadi pahlawan pendekar naga. Ingat!! Dalam hidup ini tak ada yang namanya kebetulan. Semua ada dalam rancangan Tuhan dan manusia. Ketika kita menjadi anak Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan tapi Tuhanlah yang memilih kita. Kita ditakdirkan untuk menjadi milikNya. Menjadi pahlawanNya. Dan segala sesuatu yang terjadi Tuhan ikut bekerja untuk kebaikan kita. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”. (Roma 8:28)

HARI INI ADALAH ANUGERAH

Po sempat hampir menyerah karena cemoohan, ia jadi selalu melihat ke belakang sebagai anak tukang mie, dan takut akan masa depan karena ia hanya panda gendut yang bisanya makan. Sampai dia bertemu dengan Master Oogway yang bilang: “Kemarin (yesterday) adalah sejarah, esok (tomorrow) adalah misteri, hari ini (today) adalah anugerah, makanya disebut present (saat ini/hadiah). Ingat!! Jangan biarkan mimpi kita dihalangi kegagalan masa lalu dan kekuatiran akan masa depan, berjuanglah dan bersyukurlah untuk hari ini karena hari ini adalah anugerah dari Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”. (Matius 6:34)

REAL WARRIOR WILL NEVER QUIT

Po harus ‘menderita’ dengan pelatihan dari ShiFu. Ia ditendang. Dipukul. Dijitak. Dilempar. Ditonjok. Dibanting. Hanya kalimat-kalimat ini yang keluar darinya: “Yeaaaahhh!!!” “Gimme more!” dan “What next?!” sambil tertawa semangat menanti ‘pukulan’ berikutnya. Dalam pikiran Po hanya satu: ‘disiksa’ oleh Master ShiFu adalah sebuah penghargaan, sebuah kesempatan langka dan ia belajar dari semua yang diberikan ShiFu. Ingat!! Semangat. Itulah yang membedakan seseorang yang sukses dengan yang gagal. Tak kenal menyerah. Punya fokus hidup dan takkan berhenti hanya karena halangan kecil. Tantangan, beban, ‘pukulan’, rasa sakit, penderitaan, itu hanyalah proses mencapai tujuan. “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya”. (I Petrus 4:13)

‘THE’ BIG AND FAT PANDA

Dari minder, Po jadi percaya diri. Dia menyadari ‘kelemahan’nyalah justru kelebihannya. Dia mengalahkan Tai Lung dengan perutnya yang besar dan keahliannya membuat mie. Tai Lung berujar, “Bagaimana bisa? Kaukan hanya seekor big fat panda?”. Dan Po menjawab, “Bukan hanya big fat Panda, tapi THE big fat Panda!” (kata THE menekankan sesuatu yang spesial). Ingat!! There is nothing special, unless you believe that it is special. Percaya dan berpikir positif itu yang membuat kita jadi spesial. Karena apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri maka jadilah kita seperti itu. Renungkan, jangan-jangan yang selama ini kita anggap kekurangan justru adalah kelebihan yang Tuhan kasih buat kita. “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia”. (Amsal 23:7) (F! Selengkapnya bisa dibaca di http://www.kacamata3d.blogspot.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: