Menemukan Pasangan Hidup

Menemukan pasangan hidup adalah hal yang dinanti-nantikan setiap orang. Begitu pula saya, yang merasa bahwa sudah siap untuk punya pasangan hidup dan menikah. Sampai satu hari waktu saya berdoa, Tuhan mengatakan bahwa saya belum siap untuk itu. Sempat saya ngedumel dalam hati, “Memang kalau punya pasangan hidup dan menikah itu susahnya apa sih Tuhan….” Sekali lagi Tuhan katakan kalau saya belum siap dan dengan jelas Dia berkata, “Nanti di usia ke-32 kamu akan menemukan pasangan hidup dan menikah.” Sejak itu saya mulai tidak ngotot lagi dengan Tuhan.

Tepat seperti yang Tuhan katakan, saya bertemu pasangan hidup di usia ke-32 di sebuah komunitas. Awalnya saya hanya berteman dengannya. Pada waktu libur Lebaran tahun 2004, saya bersama teman-teman komunitas pergi ke Ungaran dan Yogyakarta. Di Yogyakartalah, calon saya mendapat dari Tuhan kalau sayalah pasangan hidupnya. Tetapi hal itu belum diutarakan. Sebelumnya dia sedang bergumul untuk wanita lain yang sedang diincarnya. Sekembalinya kami ke Jakarta, setiap kali saya berdoa, selalu muncul wajah calon saya. Sempat saya menolak dan berkata, “Tidak Tuhan, ini bukan kriteria saya.” Sampai akhirnya saya menyerah. (Saya juga sempat 3x bermimpi bahwa dia adalah calon suami saya).

Waktu selesai acara Natal 2004, bersama teman saya (suami-istri), dia katakan, “Min, hatiku bicara kalau dia itu pasangan hidupmu.” Saat itu kami memang berada di satu mobil. Wow! saya sempat kaget mendengarnya. Tapi saya berkata dalam hati, “Ok Tuhan, ini konfirmasi buat saya.”

Awal tahun 2005 dia-pun menyatakan dengan kata-kata yang tidak terpikirkan: “Mau tidak kamu jadi teman pewaris tahta kerajaan Allah?” Wah, disitu saya bilang dalam hati, “Nih cowok rohani nih, karena selama ini yang saya tau cowok akan “nembak” cewek dengan kalimat, “Mau ga kamu jadi pacar atau istriku?” Saya langsung menerima, karena memang sudah dapat dari Tuhan dan ada konfirmasi dari teman saya. Setelah itu saya balik bertanya, “Kapan kita menikah?” Dia langsung stress, karena memang saat itu kondisi keuangan-nya sangat minim. Tapi akhirnya kami sepakat untuk menikah dibulan November 2005, dengan modal dari tabungan dan bersepakat untuk hanya mengandalkan Tuhan serta menjaga kekudusan.

Sepanjang hari-hari yang kami jalani, kami melihat campur tangan Tuhan yang luar biasa. Calon saya mendapat proyek untuk membangun kios di daerah Tangerang. Sehingga dari hasil itulah kami mulai menyicil biaya pernikahan, membeli cincin, dan membangun rumah. Tidak hanya itu, sungguh kami melihat bahwa waktu Tuhan tepat. Karena seminggu sebelum pernikahan kami masih harus melunasi biaya bridal tapi sudah kehabisan dana. Dan ajaib, pada H-3 Tuhan memberikan berkatNYA sehingga kami bisa melunasi semua, tanpa berhutang kepada siapapun.

Dan yang lebih membuat kami terkagum-kagum, papa saya sebelum pernikahan sakit dan dirawat di ICU. Kami terus berdoa untuk papa. Puji Tuhan, sebulan sebelum pernikahan kami, papa sembuh dan boleh keluar dari RS. Sebelumnya papa pernah bilang kalau saya diberkati di gereja, beliau tidak akan hadir (karena masih belum didalam Tuhan). Tapi akhirnya papa mau hadir di pemberkatan kami.

Buat teman-teman yang sudah menemukan pasangan hidup, mari bangun hubungan kalian dengan nilai-nilai Tuhan yaitu dengan menjaga kekudusan. Jangan merasa kuper atau jadul kalau kita masih menjaga nilai-nilai Tuhan tsb. Dan bagi teman-teman yang belum menemukan pasangan hidup, jangan merasa minder atau bahkan banting harga karena umur yang sudah semakin bertambah. Percayalah kalau Tuhan sudah menyediakan bagi kita pasangan hidup dan waktu Tuhan adalah waktu yang tepat serta baik untuk mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita. GOD loves u all. (Karmini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: