I’m in love…

Jatuh cinta itu memang “sejuta rasa”nya. Kotoran kucing pun serasa coklat. Perasaan berbunga-bunga. Senyum menggantung di mulut nggak ilang-ilang. Hujan-badai pun tidak lagi bikin nyali ciut. Dunia serasa milik berdua, yang lain? Numpang atuuu..! Tapi, apakah jatuh cinta sama dengan cinta itu sendiri? Tunggu dulu. Jelas beda. Jatuh cinta bikin kita terlalu cepat melangkah lebih jauh atau melakukan hal-hal yang akan kita sesali, tapi tidak dengan cinta. Berikut hal-hal yang harus tetap kita pegang teguh ketika sedang “jatuh cinta”. Yuk kita simak 1-1!

BERDOA

Dalam  segala hal, berdoalah. Kenapa? Karena kita manusia yang serba terbatas, tidak bisa mengerti segala sesuatu. Tapi tidak dengan Tuhan. Dia tahu mana yang terbaik untuk kita, mana yang bukan. Jadi kalau kita sedang “jatuh cinta” sama seseorang, berdoalah! Tanya Tuhan terus, dan mintalah Tuhan bukakan hal-hal yang tidak kita ketahui/kekurangan yang ditutupi oleh pacar. Supaya kita dapat lebih “obyektif” dalam menjalin hubungan, tidak melulu “kotoran kucing rasa coklat” atau melayang di awan-awan. Hubungan yang seperti ini justru akan berkembang ke arah yang lebih baik, akan ada keterbukaan, komunikasi, dan perencanaan ke depan dengan lebih matang setelah kita saling tahu kekurangan masing-masing. Istilahnya, kita tidak “beli kucing dalam karung”.

KEROHANIAN

Kerohanian ini tidak sama dengan ‘agama’, atau seagama, tapi lebih kepada “takut akan Tuhan” dan “cinta Tuhan”. Karena, sama2 Kristen tidak menjamin kerohanian pacar seimbang dengan kita. Ciri orang yang takut akan Tuhan, dia pasti hidup dalam kebenaran Firman, bisa dipercaya dalam segala hal baik kecil maupun besar. Perkataannya konsisten, tidak terikat dosa (berbohong, berjinah, pornografi, narkoba, dll), dan ini harus dikonfirmasi oleh orang lain. Itu sebabnya, kalau pacaran, jangan melulu berduaan, karena kalau cuma berdua, pacar kita tidak akan terlihat aslinya. Dia pandai menutupi kekurangannya di depan 1 orang, tapi tidak akan cukup pintar untuk berakting di tengah banyak orang. “Sepandai-pandai tupai meloncat, akhirnya akan jatuh juga”, adalah pepatah yang tepat dalam konteks ini.

Soal cinta Tuhan? Cek dengan seksama, bagaimana dia memperlakukan orang terdekatnya, entahkah itu ortu, atau orang lain yang tinggal serumah dengannya. Apakah dia mencintai dan menghargai mereka (tanpa peduli mereka seperti apa), atau sebaliknya? Karena orang yang tidak bisa “praktek” dengan yang kelihatan, maka dia juga tidak akan melakukan yang sama untuk Tuhan yang tidak kelihatan.

Dari dua hal di atas, kita bisa tahu tingkat kerohanian pacar. Lalu perhatikan bagaimana usahanya memperbaiki kekurangan dalam hal kerohanian. Apakah dia sungguh-sungguh dalam Tuhan: berjemaat tetap di 1 gereja, berdoa, baca Alkitab setiap hari? Ingat, kata para pakar dalam hal hubungan, pernikahan bahagia didapat ketika suami-istri dapat saling bercerita tentang Tuhan atau pengalaman rohani kepada pasangannya dengan bebas. Jadi betapa pentingnya poin KEROHANIAN untuk kita pegang teguh, terutama saat kita sedang “jatuh cinta”.

SAHABAT

Sahabat yang dimaksud INSIDE disini adalah teman baik yang selama ini selalu menemani kita, mendukung kita dengan kata-kata positif dan doa ketika kita mengalami kekecewaan dalam hidup. Mereka tidak pernah menjerumuskan kita, tapi berani bicara jujur ketika kita salah. Nah, untuk sahabat yang seperti ini, dengarkanlah masukan mereka tentang hubungan yang sedang kita jalin dengan sang pacar. Mintalah mereka berdoa untuk kita. Doa orang benar besar kuasanya loh! Tanpa harus bertemu langsung dengan pacar kita, lewat doa, sahabat kita bisa memberi masukan tepat apa yang harus kita lakukan menyikapi hubungan dengan sang pacar. Kalau benar, mereka akan mengkonfirmasi, sebaliknya, kalau salah, mereka juga akan memberitahu. Jadi, jangan segan untuk bertanya apa pendapat mereka tentang hubungan kita dengan pacar.

Lihat juga, apakah pacar kita bergabung/mau bergabung dengan komunitas yang benar.

KEMATANGAN/KEDEWASAAN MENTAL

Menjalin hubungan cinta dengan orang berkepribadian dewasa, akan membangun kepribadian kita menjadi lebih baik. Berikut ciri2 orang yang dewasa mentalnya seperti yang INSIDE kutip dari www.keluargakusatu.blogspot.com:

1. Tidak egois
Artinya tidak melulu memikirkan diri sendiri. Tapi ada tipe orang yang “rela berkorban” demi mencari penghargaan dari orang lain. Tipe ini bukanlah orang “dewasa” yang dimaksud. Karena pengorbanan yang dilakukan oleh orang dewasa selalu keluar dari ketulusan dan bukan kepura-puraan. Untuk yang satu ini, ujian waktu akan membuktikan mana kedewasaan yang sesungguhnya.

2. Punya Emotional Quotion tinggi
Bisa diartikan sebagai “tahu bagaimana menghadapi orang lain” atau tahu menempatkan/membawa diri. Cepat mamahami kedaan dan kepribadian pasangannya. Mempunyai hati yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.

Seorang anak kecil tidak gampang merelakan haknya. Tetapi orang dewasa mudah mengalah atau merelakan haknya apabila itu diperlukan untuk kebahagiaan bersama. Contoh: seorang suami atau istri yang bertindak dewasa setelah menikah akan tahu bahwa posisinya sekarang sudah tidak sama lagi (tidak lagi lajang/bujangan) sehingga dia harus rela lebih banyak berkumpul dengan keluarga untuk membangun hubungan yang harmonis ketimbang clubbing at weekend atau melakukan hobinya bermain sepakbola bersama teman-temannya.

3. Bijaksana
Artinya, setiap ada masalah, dia bisa memosisikan dirinya di posisi orang lain yang terlibat masalah sama, sehingga bisa melihat masalah dengan bijaksana, dari berbagai sudut pandang orang-orang lain dan tidak mudah menghakimi tetapi sebaliknya bisa menjadi “problem solver”.

Satu lagi, orang yang dewasa secara mental/pemikiran pasti selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap permasalahan yang dia hadapi. Jadi, ketika sedang diterpa masalah, lihat saja, apa yang pacar kita lakukan untuk mengatasinya. Apakah dia menjadi emosional, depresi, lalu melakukan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, atau langsung berdoa dan mencari tuntunan Tuhan lewat Alkitab dan hal-hal rohani lain (mencari nasihat benar dari sahabatnya).

BELAJAR DARI ORANG LAIN

Kata orang, kriteria memilih jodoh itu banyak, tapi dengarkanlah hanya kriteria yang disebut oleh pasangan yang pernikahannya bahagia. Dan hasil survey INSIDE menghasilkan beberapa poin dari para pasangan berbahagia yaitu: kedewasaan, takut akan Tuhan, keinginan untuk belajar (mau belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik), adalah 3 hal penting yang harus dipunyai oleh pacar kita.

Akhir kata, jatuh cinta memang sejuta rasanya. Tapi jangan buru-buru menyerahkan segalanya untuk sang pacar ketika kita merasa I’m in love. Sebaliknya, selagi menjalani hubungan, teruslah mengkaji ulang, apakah hubungan yang sedang kita jalin, dan pacar yang kita pilih, adalah orang yang tepat untuk sama-sama hidup dalam kekudusan supaya berkat Tuhan turun atas kita! (Jadi tidak melulu pakai perasaan, atau menyerahkan hak kita 100% buat sang pacar. Hati-hati, Tuhan juga pencemburu loh!)

Keputusan tetap di tangan kita masing-masing, apakah mau melanjutkan hubungan atau tidak. Tapi yang jelas, setiap hubungan selalu beresiko, hanya saja kalau resikonya terlalu besar dan tidak sepadan dengan hasil yang akan kita dapat dari hubungan tersebut, seharusnya kita bisa berhenti sebelum semuanya terlambat. Selamat menjalani hubungan cinta dengan orang yang paling tepat dan memiliki hubungan yang berkualitas! God bless you! (R-INSIDE)

APA BUKTI CINTAMU UTK ORG YG KM SAYANGI?

Pramet

Belajar untuk setia itulah yg special yg bs aqu berikan untuk org yg aqu sayangi..

Selfian Ketlyn Dili
‎14nov aku membelikan baju natal buat bapak yang paling aku sayang. Dipakai setiap hari o/ bpk. Cuci pakai lagi dan tanggal 24/12/10, baju itu harus aku ambil lagi dan simpan rapi dalam lemari, karena bapak tidak mungkin bisa memakainya lagi. Tuhan sudah panggil Bapak pulang ke rumahNya…

Margareth Sharon

Thn lalu saat aku trma bonus, aku ngalah dg adikku yg mau ngelanjutin kul, meski yg ku mau ga kesampean, tp aku ttp hepi

Lady Kawahe

Berkorban segalanya untuk mereka…meski harus tersakiti. Meninggalkan ego sendiri agar mereka yg tersayang bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: