GOD: I HAVE A DREAM TOO

Setiap orang tua pasti punya impian untuk anak-anaknya. Mereka ingin anak-anaknya begini, begitu, jadi ini, jadi itu. Karena itu mereka lalu menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu, mengikutsertakan anaknya ke kursus tertentu. Semua demi mencapai impian itu.

Nah kalau orang tua di dunia saja sudah seperti itu, bagaimana dengan Orang Tua dari segala orang tua alias Bapa di sorga? Apa Dia juga punya impian bagi kita anak-anak-Nya? Apa Dia juga memasukkan kita ke “sekolah” tertentu, “les” tertentu demi mencapai impian-Nya dalam hidup kita?

Ya. Amin. Kita pasti menjawab begitu. Kita bahkan lalu mengutip ayatnya, ayat yang sudah sangat terkenal sekali,

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yeremia 29:11)

Yang jadi pertanyaan sekarang bukan apakah kita percaya Tuhan punya impian untuk kita atau bukan, tapi apa yang akan kita lakukan dengan impian Tuhan itu?

Masalah # 1 Dari Mana Saya Tahu Impian Tuhan buat Saya?

Dari Alkitab? Ok. Tapi apa tepatnya impian Tuhan buat saya? Dari mana saya tahu kalau ini yang Dia inginkan dari saya? Atau dari mana saya tahu bukan ini yang Dia inginkan dari saya?

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka (Mazmur 25:14) 

Dari mana kita tahu impian orang tua buat anak-anaknya? Karena orang tuanya menceritakannya pada anak-anaknya. Orang tua yang baik pasti memberi tahu anaknya apa yang jadi keinginannya, impiannya.

Tuhan juga sama. Sebagai Orang Tua, Dia pun memberi tahu kita apa yang jadi impian-Nya buat kita lewat banyak cara. Lewat orang-orang di sekeliling kita. Lewat keinginan hati kita. Lewat passion kita. Dan masih banyak cara lagi.

Tapi dasar dari semua ini cuma satu. Hubungan yang intim dengan Tuhan. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membangun hubungan dengan Dia? Berapa banyak waktu kita habiskan untuk bicara dengan Dia dan mendengarkan Dia? Inilah dasarnya.

Masalah # 2 I Have A Dream Too, God

Kadang yang jadi masalah terbesar kita bukanlah mengetahui apa impian Tuhan buat kita, tapi kita juga punya impian sendiri yang bertentangan dengan impian Tuhan. Kita tahu apa yang Tuhan inginkan, tapi kita lalu bersikap seperti anak yang sudah dewasa yang tidak mau diatur lagi oleh orang tuanya. Kita merasa sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang kita mau.

Apa itu salah? Tidak. Itu pilihan kita. Apakah kita mau mengikuti impian Tuhan buat kita atau mau menjalankan impian kita sendiri, semuanya terserah kita. Dengan catatan resiko tanggung sendiri.

Satu hal saja yang kita harus ingat, kita tidak bisa punya dua impian. Kita harus memilih salah satu. Impian siapa yang akan kita pegang. Impian kita atau impian-Nya? Impian siapa yang harus kita lepaskan? Impian kita? Atau impian-Nya? (denny pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: