Dreams come true

Perkenalkan, saya Martin Dima, seorang ilustrator dan desainer, yang saat ini bekerja di sebuah majalah diJakarta. Untuk saya pribadi, cita-cita itu berawal dari hobi; dari keterampilan yang saya miliki, yaitu membuat ilustrasi.

Saya terbiasa “hidup” dengan ilustrasi dan gambar-gambar (yang menarik, kreatif, indah, lucu, baik dari majalah maupun komik), sejak masih SD. Kecintaan pada gambar dan ilustrasi inilah yang “menarik” saya untuk belajar bagaimana caranya menggunakan berbagai macam alat/media untuk menghasilkan sebuah gambar, mulai dari pensil, spidol, pensil warna, cat air, tinta hingga digital dengan menggunakan komputer. Semua dimulai dari tidak bisa, tidak biasa, hingga menjadi terbiasa.

Karena sangat suka dengan ilustrasi dan ‘kehidupan menggambar’, saya memberanikan diri untuk bermimpi. Sebuah mimpi dimana saya melihat diri saya menjadi seorang illustrator, dalam tingkatan nasional bahkan sampai internasional. Saya ingin hasil karya saya bisa dilihat siapa saja, dari anak kecil hingga orang dewasa, apapun status sosial mereka. Saya membayangkan, mereka melihat setiap detail goresan, setiap garis, setiap warna yang bermain dalam pola ilustrasi yang saya buat. Mereka dapat menikmati emosi dari tiap-tiap gambar. Saya ingin orang-orang bisa merasakan betapa luar biasanya TUHAN yang memberikan talenta pada saya, untuk membuat ilustrasi-ilustrasi tersebut.

Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, saya memberanikan untuk bermimpi. Itu sebuah  mimpi ‘kemewahan’ dalam pikiran saya, yang notabene seorang anak dari Flores (sebuah pulau indah di timurIndonesia). Pulau yang pola kehidupannya sangat berbeda dengan hiruk pikuknyaJakarta. Dikotakecil, kehidupan berjalan dengan lebih ‘santai’ dan tidak muluk-muluk. Profesi penduduknya agak ‘terbatas’ pada bertani, menjadi pegawai negri, dan berdagang (toko/kios/warung makan). Jarang sekali ada bidang pekerjaan kreatif yang baru. Hidup dikotakecil inilah yang saya jalani sejak masih SD.  Cara berpikir yang terbatasi oleh keadaan, terbatasi oleh lingkungan tempat saya tinggal, seakan menghambat saya untuk ‘mengeksplorasi’ hidup yang sebenarnya berpotensi besar.

Tapi saya bersyukur karena banyak belajar mengenai kerendahan hati, belajar menghormati ‘kehidupan’, dikotatempat saya dibesarkan ini. Saya membangun fondasi kepribadian saya dengan norma-norma keluarga dan masyarakat yang mayoritas Kristiani.

Satu hal yang harus diingat, jalan TUHAN jauh di atas pemikiran manusia.  Langkah demi langkah, yang sampai saat ini saya percaya sebagai tuntunan TUHAN, membawa saya beralih dari hidup yang biasa-biasa, pada hidup yang ‘berbuah’ atau hidup yang berguna bagi orang lain. Segala sesuatu dalam hidup ini butuh proses, dan itu juga yang saya alami. Mulai dari menjiplak gambar menggunakan kertas karbon, menggambar “standar” saat di sekolah (jalan  raya beserta sawah dan gunung), hingga tugas-tugas ilustrasi dan desain saat kuliah (saya mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual), mengasah keterampilan saya.

Saat kuliah tahap akhir, TUHAN membukakan jalan untuk “berkenalan” dengan sebuah penerbit besar di Jakarta. Lewat Tugas Akhir, saya membuat ‘contoh’ ilustrasi untuk sebuah novel dari Penerbit tersebut. ‘Perkenalan’ ini yang membawa saya menghidupi cita-cita yang saya impikan sejak kecil. Pesanan-pesanan membuat ilustrasi baik untuk buku anak, hingga cover Novel (baik karya lokal maupun novel terjemahan) yang sampai saat ini masih terus belanjut, secara tidak langsung, ‘mengizinkan’ karya-karya ilustrasi saya sampai ke tangan banyak orang, dari segala kalangan. Beberapa cover juga sempat masuk ke website atau blog luar negri, dan mendapat tanggapan baik dari pembaca, maupun pengarangnya. Sungguh menjadi sebuah kebahagiaan besar dalam hidup saya. Tapi, semua belum selesai, kehidupan penuh berkat masih menunggu saya dan juga teman-teman. Semoga kesaksian ini bisa membantu teman-teman mencapai cita-cita yang dimpikan. TUHAN YESUS berkati! (Untuk melihat karya Martin, bisa mengunjungi blognya di www.smileylamb.blogspot.com, Red) (Martin Dima, illustrator dan desainer)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: