Bagaimana pasangan yg dari TUHAN?

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”(Kej 2:18)

Tuhan mengerti bahwa kita butuh teman hidup. Dia juga mau menciptakan dan menyediakan teman hidup bagi kita. Bahkan dalam ayat 20, Allah mau bekerja ekstra menciptakan teman hidup buat Adam walaupun masa penciptaan sudah selesai. Mengapa? Karena Allah sangat peduli dengan pernikahan (PH=pasangan hidup) yang adalah kudus, dan sekali seumur hidup, sehingga Dia membenci perceraian.

Karena Allah sangat membenci perceraian, maka kita harus berhati-hati dalam memilih PH, jangan sampai salah. Di samping itu, kesalahan dalam memilih pasangan membuat kita menderita seumur hidup.

Banyak sekali anak2 muda yang memutuskan menikah hanya karena dia merasa ‘cinta banget’ sama pasangannya. Tanpa peduli apakah keluarga setuju atau tidak, “yang penting dia jadi milikku”. Bahkan tidak jarang ketika orangtua tidak setuju, “buat hamil dulu, pasti nanti setuju”. Mengapa itu bisa dilakukan? Karena mereka dibutakan oleh cinta, sehingga tidak bisa berpikir jernih. Dan akhirnya menyesal seumur hidup.

Kalau sedang jatuh cinta semua rasanya indah. Kejelekan pacar tidak kita pedulikan. Nasihat orangtua kita langgar terus. Bahkan kalau bisa segalanya diberikan untuk sang pacar. Tapi waktu cinta mulai “luntur” baru semua terlihat. Sayangnya, sudah terlambat, karena terlanjur membuat sebuah “komitmen” pernikahan sehingga harus ditanggung seumur hidup.

Berikut yang harus kita cermati sebelum mencari Pasangan Hidup:

#1. Tuhan sangat peduli dengan masalah PH (Kej 2 : 20)

Itu sebabnya masalah PH, bukan masalah “asal ada”, atau masalah “kejar target”, takut tidak mendapatkan PH, apa kata dunia? Atau karena menghadapi pertanyaan yang terus diulang dan membosankan: “Sudah punya pacar belum?”, dsb.

Tetapi kita harus tetap dan terus percaya bahwa Tuhan akan memberikan PH terbaik buat kita.

#2. Eliezer membawa barang-barang berharga (Kej 24:10)

Barang berharga yang harus ada dalam sebuah pernikahan terutama adalah sikap hidup, kedewasaan, nilai-nilai hidup, kematangan, dan juga tekad untuk menaikkan kualitas karakter kita menjadi serupa dengan Kristus.

Selanjutnya, bagaimana  bisa tahu PH yang dari Tuhan?

#1. Sepadan

Artinya seimbang. Kesesuaian adalah kunci untuk sebuah hubungan yang kuat. Kesesuaian tidak berarti sama persis, tetapi walaupun berbeda tetap bisa saling melengkapi dan menerima.

Kesesuaian dalam hal apa? Kepercayaan/agama, kondisi ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, kerohanian, kemampuan berpikir dan kematangan sikap hidup.

Semakin sedikit kesesuaian yang ada semakin sulit untuk membangun hubungan yang kuat dan mantap.

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (2 Kor 6:14–15)

#2. Komunikasi

Jalinlah komunikasi yang intens, komunikasi dua arah, untuk mendapat kesan yang jelas. Lebih baik, mencari calon pasangan yang punya persamaan paling banyak dengan kita, dan kembangkan “persamaan” itu selama pacaran (untuk penyesuaian karakter). Jadi waktu pacaran, jangan cuma berpikir “Mau makan dimana”, “Nonton film apa”, tanpa membahas hal-hal penting seperti cita-cita, pandangan soal uang, konsep hidup, tujuan hidup, dll.

#3. Berdoa dan minta tanda

Beberapa orang tidak setuju dengan hal ini. Kenyataannya didalam Alkitab, Eliezer, Gideon, Musa dan Simson, meminta tanda sebagai tuntunan Tuhan. Dengan berdoa dan minta tanda, kita mengakui keterbatasan kita dan mengakui keutamaan Tuhan di dalam kehidupan kita.

Tapi jangan mendasarkan keputusan kita semata-mata hanya karena satu tanda. Sekalipun kita yakin bahwa tanda itu dari Tuhan. Melainkan tetap gunakan akal sehat (ada poin kesepadanan, satu iman yang juga jadi syarat mutlak).

Seperti Eliezer yang terus menerus mengamati dan menilai Ribka, walaupun ia sudah mendapati bahwa tanda yang diminta dipenuhi Tuhan (Kej 24:21).

Selain itu, kita bisa minta peneguhan dari gembala atau kakak rohani, kemudian juga persetujuan orangtua dan calon mertua. Menikah dengan orang pilihan kita adalah hak pribadi, tetapi karena menikah juga melibatkan keluarga, maka persetujuan dari kedua orangtua sangatlah penting. 

Akhir kata, bukalah mata lebar-lebar ketika kita berpacaran, tetapi tutuplah mata rapat-rapat setelah menikahi orang yang kita pilih dengan baik. (Daniel Tinus, pengusaha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: