SUDAH LAHIR BARU BELUM SIH?

Dari mana kita tahu seseorang sudah lahir baru atau belum?Jawaban standarnya, dari buahnya. Terus kita mengutip ayatnya, Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:8).

Selama ini kita diajar, tanda seseorang sudah lahir baru adalah orang itu harus berubah, atau dalam bahasa rohaninya, menghasilkan buah pertobatan. Misalnya dulu suka mencuri, sekarang jangan mencuri lagi, dulu suka berbohong, sekarang jangan bohong lagi. Dulunya kasar, sekarang sudah tidak kasar lagi. Semua itu benar, tapi kita suka lupa kalau untuk menghasilkan buah itu butuh waktu alias tidak bisa sebentar.

Kelahiran baru itu bukan sulap di mana hidup kita langsung berubah 180°. Kelahiran baru itu seperti sebuah pintu yang akan membuat kita memasuki perubahan lebih lanjut. Dan semuanya butuh proses.

Apa yang Terjadi Saat Lahir Baru?

Sebenarnya yang instan berubah saat kita lahir baru adalah roh kita. Yohanes 3:5-6 menegaskan hal ini. Roh kita diperbaharui, dari yang tadinya mati, dihidupkan kembali. Bisa jadi orang yang lahir baru tidak merasakan apa-apa, tapi yang pasti ada sesuatu yang baru dalam dirinya.

Roh yang sudah dilahirkan kembali ini seperti benih dimana di dalam roh ini ada potensi untuk kita menjadi orang yang baru. Atau ada kuasa supaya kita bisa menghasilkan buah pertobatan.

Tapi sama seperti benih tidak bisa langsung menghasilkan buah, roh juga tidak bisa langsung menghasilkan buah pertobatan. Mengapa? Karena roh ada di dalam tubuh yang sudah jatuh ke dalam dosa. Itu sebabnya, orang yang sudah lahir baru pun bisa berbuat dosa lagi. Itu sebabnya juga kenapa keinginan untuk berbuat dosanya tidak hilang. Sekali lagi, butuh waktu.

Lalu, apa yang perlu kita lakukan supaya roh yang sudah dilahirkan kembali ini bisa menyebabkan perubahan nyata dalam hidup kita?

Ditanam

Seperti benih yang harus ditanam baru bisa berbuah, maka hal pertama yang harus kita pastikan adalah tertanam di tempat yang sehat. Tempat ini bisa berupa komunitas, gereja. Dan pastikan di sana kita bisa mendapatkan suplai Firman Tuhan yang murni.

Dipupuk

Benih yang ditanam harus diberi pupuk. Jadi jangan lupa memberi makan “benih” roh kita dengan Firman Allah. Baca dan renungkan Firman akan selalu membuat “benih” roh itu berkembang dan berbuah.

Dilindungi

Saat “benih” roh itu mulai berbuah, akan ada hama yang menyerang. Dalam dunia nyata, “hama” ini adalah godaan untuk kembali ke kehidupan lama. Godaan bisa dalam bentuk orang-orang, atau gaya hidup. Maka lindungilah “benih” yang baru mulai berbuah dari serangan “hama” ini. Nah di sinilah pemuridan memegang peranan penting.

Satu hal yang harus kita ingat, ketiga proses itu membutuhkan waktu. Tapi jangan pernah menyerah, sebab “benih” itu sudah ada di dalam kita, tinggal kita tanam, pupuk dan lindungi. Selamat “lahir baru”!! (denny pranolo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: