TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Priority: firstly in time, place, order and important.

Kita semua mungkin sudah sering mendengar soal prioritas. Tapi jujur saja, melakukan apa yang menjadi prioritas jauh lebih sulit daripada membicarakan soal prioritas. Contoh sederhana: bangun terlambat, mana yang akan kita prioritaskan, saat teduh atau secepat-cepatnya mandi, lalu berangkat kerja? Bukankah sering terjadi kita cepat-cepat bersiap kerja dan berpikir kalau saat teduh bisa dilakukan nanti setelah pulang kerja? Padahal kenyataannya setelah pulang kerja, kita sudah sibuk dengan segudang prioritas lain.

Prioritas kita akan sangat tergantung pada cara pandang kita. Kita akan cenderung mengutamakan apa yang menurut kita lebih penting, lebih berharga, lebih menguntungkan dan menomorduakan apa yang menurut kita bisa dilakukan nanti.

Sayangnya banyak dari antara kita yang menomorduakan yang penting dan mengutamakan apa yang yang kurang penting. Seperti dalam contoh saat teduh di atas. Kita semua pasti mengakui kalau saat teduh itu penting. Tapi begitu kita dihadapkan pada kenyataan, kita justru lebih sering menomorduakan yang penting itu.

Bagaimana caranya agar kita bisa mengutamakan yang utama dan menomorduakan yang nomor dua? Dan yang lebih penting lagi, bagaimana kita bisa menentukan prioritas kita yang tidak hanya baik, tapi juga alkitabiah?

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Untuk bisa menentukan suatu prioritas kita harus tahu pilihan-pilihan yang kita punya dan konsekuensinya. Semakin kita mengenal pilihan-pilihan yang ada, semakin mudah kita menentukan prioritas kita. Contohnya dalam pekerjaan, kadang kita suka dibebani beberapa tugas sekaligus. Mana yang harus didahulukan? Tergantung deadline-nya. Mana yang deadline-nya lebih dekat, itu yang harus didahulukan.

Atau dalam memilih pekerjaan. Apa yang harus kita prioritaskan? Bukan berapa banyak uang yang akan kita dapat, tapi apakah kita menyukai pekerjaan itu. Dengan menyukai pekerjaan itu, kita akan bekerja lebih maksimal. Setelah itu baru kita bisa memikirkan soal kesejahteraan, dll.

Dalam memilih pasangan hidup apa yang harus kita prioritaskan? Bukan penampilan fisik pastinya. Yang harus diprioritaskan adalah kecocokan kita dengan calon pasangan. Ingat kita akan menghabiskan waktu seumur hidup dengannya, jadi pastikan kita memilih dengan benar.

Semua contoh di atas menunjukkan pentingnya memprioritaskan apa yang memang utama. Jangan sampai salah pilih prioritas. Konsekuensinya bisa sangat besar.

Kelilingi diri dengan penasihat

Kitab Amsal mengajarkan kita untuk mempunyai banyak “penasihat”:

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. (Amsal 15:22)

Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. (Amsal 24:6)

Jadi saat harus memilih suatu prioritas, pastikan kita sudah menerima masukan dari para “penasihat” kita.

Revalue Your Value

Cara kita menentukan prioritas akan ditentukan oleh nilai-nilai yang kita pegang dalam hidup ini. Supaya kita bisa mempunyai prioritas yang benar dan alkitabiah kita harus mau menyesuaikan diri dengan Alkitab.

Itu sebabnya membaca dan merenungkan Firman Tuhan selalu penting, karena itulah awal pembentukan nilai-nilai yang alkitabiah dalam hidup kita. Dengan semakin membaca dan merenungkan Firman, kita akan semakin tahu nilai-nilai apa yang harusnya kita pegang. Dan semakin nilai-nilai itu membentuk hidup kita, semakin baiklah prioritas yang kita punya. Semakin baik prioritas kita, semakin baiklah hidup kita! Tentukan prioritas hidup kita dengan benar! (denny pranolo)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: